Prabowo Siapkan Kapal Induk dari Italia untuk Atasi Karhutla

Dalam ratas penanganan bencana, Prabowo Subianto memaparkan rencana induk dan opsi armada untuk karhutla. Ia juga menugaskan langkah pendukung.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Siapkan Kapal Induk dari Italia untuk Atasi Karhutla
Presiden Prabowo Subianto pidato sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Tangkapan layar video sekretariat kabinet).

Presiden Prabowo Subianto menyiapkan master plan atau rencana induk berskala besar untuk memperkuat penanganan bencana di Indonesia. Salah satu langkah yang disiapkan yakni mengerahkan kapal induk dari Italia untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas penanganan sejumlah bencana, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga karhutla. Rapat berlangsung secara virtual melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

"Jadi kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif. Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengatakan kapal tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai kapal induk helikopter dan drone yang dapat dikerahkan ketika terjadi bencana, terutama karhutla. Kapal itu disebut mampu menampung 10 helikopter kelas menengah dan 10 helikopter medium.

"Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis MI-17 yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air," ujarnya.

"Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," sambung Prabowo.

Operasi Modifikasi Cuaca

Selain menyiapkan armada udara, Prabowo meminta jumlah pesawat khusus untuk Operasi Modifikasi Cuaca ditambah. Ia juga mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian mengenai zat yang paling efektif untuk mempercepat proses modifikasi cuaca.

Pemerintah juga akan mengadakan drone berukuran besar yang dapat digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran. Menurut Prabowo, drone tersebut mampu membawa hingga 50 kilogram air.

"Kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air. Ada drone yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan melempar, mengdrop 50 kilo air. Kalau 50 kilo air 10 drone sama dengan 1 helikopter kemampuannya. Oh tidak, tidak, 50 kali 10 baru 500, setengah ton ya," jelasnya.

Prabowo menegaskan penanganan bencana harus berpegang pada prinsip bahwa lebih baik menyiapkan sumber daya secara berlebihan daripada kekurangan saat bencana terjadi. Karena itu, ia meminta jajaran menteri memperbanyak helikopter, pompa air, hingga armada pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan karhutla.

"Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator di tingkat, ekskavator-ekskavator kecil di tempat desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan itu lebih baik," tutur dia.

"Tapi minimal kalau ada di tempat terdepan ini akan sangat. Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan," imbuh Prabowo.

Rekomendasi