Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efisiensi di Badan Gizi Nasional (BGN) berpeluang menekan pagu hingga di bawah Rp 200 triliun. Pemerintah masih mengolah skenario penghematan tersebut dan belum menetapkan angka pasti.
Ia menjelaskan, kepala BGN yang baru membawa sejumlah gagasan penghematan. Namun, besaran pemangkasan belum difinalkan oleh pemerintah.
"Kepala BGN yang baru itu amat kreatif. Dia bilang dia bisa hemat lebih lanjut. Tapi angka persisnya saya nggak tahu," kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2026).
Saat kembali ditegaskan mengenai kemungkinan pagu BGN turun di bawah Rp 200 triliun pasca-efisiensi, Purbaya memberi sinyal positif sambil menunggu perhitungan rinci.
Advertisement
Menanti Perhitungan Final BGN
Pemerintah saat ini menunggu perhitungan final dari BGN untuk memastikan besaran pagu setelah efisiensi dijalankan.
Di sisi lain, Purbaya menyebut alokasi BGN untuk tahun anggaran berikutnya belum bisa dijabarkan karena evaluasi pemanfaatan APBN masih berlangsung secara menyeluruh.
"Belum tahu, kita lihat sih seperti apa BGN itu, tentang apa yang dia bilang bisa hemat. Tapi kan saya belum tahu angka akhirnya."
Penyesuaian ini berpotensi memengaruhi total kebutuhan pendanaan program gizi nasional jika penghematan disetujui dalam pagu akhir APBN.