4 Bulan Dibentuk, Dana Board of Peace Trump Masih Kosong
Israel hingga kini masih terus menggempur Gaza meski gencatan senjata masih berlaku.
Dana resmi rekonstruksi Gaza milik Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump ternyata masih kosong meski negara-negara anggota telah menjanjikan miliaran dolar. Sumber yang mengetahui dewan tersebut mengatakan kepada AFP pada Rabu bahwa hingga kini belum ada dana yang benar-benar masuk ke rekening resmi tersebut.
Empat bulan setelah dibentuk, dana rekonstruksi Gaza yang berada di bawah Dewan Perdamaian versi Trump belum menerima satu pun dana dari para donor.
Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan di wilayah Palestina yang hancur akibat perang, meski telah ada gencatan senjata yang didukung AS. Sedikitnya 910 orang dilaporkan tewas sejak kesepakatan gencatan senjata diteken.
Dikelola Bank Dunia
Dilansir France24, Rabu (27/5), Trump pertama kali menggagas dewan tersebut untuk membangun kembali Gaza, setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS pada Oktober guna menghentikan perang yang telah berlangsung selama dua tahun dan menimbulkan kehancuran besar.
Namun, langkah Trump sempat menuai perhatian karena ia mengundang banyak pihak untuk bergabung, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin serta negara-negara yang selama ini tidak terlalu terlibat dalam diplomasi Timur Tengah.
Sejak dewan itu dibentuk, dana resminya — yang dikelola Bank Dunia dan mendapat dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) — belum menerima setoran apa pun dari negara donor, kata sumber tersebut kepada AFP.
Israel Masih Terus Menyerang Gaza Meski Gencatan Senjata
Sumber itu menjelaskan bahwa dana belum dicairkan karena mekanisme tersebut memang dirancang untuk tahap rekonstruksi dan pembangunan, yang dinilai belum dimulai.
Operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung meski ada gencatan senjata. Menurut kementerian kesehatan Gaza, sedikitnya 910 orang tewas sejak kesepakatan tersebut berlaku.
Israel juga masih menguasai lebih dari 60 persen wilayah Jalur Gaza yang porak-poranda, termasuk seluruh akses keluar-masuk wilayah. Sementara itu, penduduk Palestina kini terkonsentrasi di kawasan pesisir.
Sebelumnya pada Rabu, Financial Times melaporkan bahwa dewan tersebut menerima donasi langsung ke rekening JPMorgan, mengutip juru bicara Dewan Perdamaian.
Financial Times juga mencatat bahwa rekening JPMorgan tersebut tidak memiliki “persyaratan transparansi independen”.
Sejumlah negara besar Eropa memilih menjauh dari dewan itu, yang dinilai lebih banyak diisi sekutu lama AS di Timur Tengah, sekutu ideologis Trump, serta negara-negara kecil yang ingin mendapat perhatian Trump.
Prancis dan Inggris Menolak Bergabung
Dewan tersebut secara jelas dipimpin bukan hanya oleh Amerika Serikat, tetapi secara personal oleh Trump, yang memiliki keputusan akhir dan bahkan bisa tetap memimpin setelah masa kepresidenannya berakhir.
Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat akan menyumbang 10 miliar dolar AS untuk dewan tersebut. Sementara Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab masing-masing menjanjikan sedikitnya 1 miliar dolar AS.
Berdasarkan piagam dewan, setiap anggota diwajibkan membayar 1 miliar dolar AS untuk memperoleh kursi permanen.
Penilaian bersama Uni Eropa dan PBB yang diterbitkan pada April memperkirakan lebih dari 71 miliar dolar AS dibutuhkan dalam satu dekade ke depan untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang. PBB menyebut situasi kemanusiaan di wilayah itu kini berada dalam kondisi “kritis”.