Menhan Sjafrie Sebut Konflik AS-Iran Bikin BoP Diabaikan
Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut meningkatnya intensitas konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi membuat Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) menjadi terabaikan. Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
“Dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Iran yang sangat tinggi, sehingga BoP cenderung left behind,” kata Sjafrie.
Sjafrie menjelaskan, kondisi geopolitik yang memanas juga berdampak terhadap rencana pembentukan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi internasional yang direncanakan bertugas di Gaza. Menurutnya, seiring tertundanya Board of Peace, pembentukan ISF juga ikut terdampak.
“Karena BoP left behind, nah ISF juga left behind,” sebutnya.
Padahal Panglima TNI Sudah Menyiapkan Brigade Komposit
Padahal, menurutnya, Panglima TNI disebut telah menyiapkan brigade komposit yang siap diberangkatkan apabila misi perdamaian tersebut benar-benar dijalankan.
“Maka sampai saat ini ISF kita masih standby,” tegasnya.
Sjafrie juga mengungkapkan keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace mendapat apresiasi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut dia, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim.
“Sehingga dia (Indonesia) dimasukkan ke dalam BoP dan bersama-sama dengan beberapa negara Arab. Indonesia berkonsultasi dengan prasyarat bahwa Hamas tetap kita jaga eksistensinya,” pungkasnya.