Wakil Presiden JD Vance melambaikan tangan saat naik ke pesawat Air Force Two setelah menghadiri pembicaraan tentang Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/04/2026). (AP/ Pool/ Jacquelyn Martin)
ADVERTISEMENT
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance terlihat melambaikan tangan saat menaiki pesawat Air Force Two usai menghadiri pembicaraan terkait Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/04/2026). Momen tersebut menandai berakhirnya rangkaian perundingan panjang yang belum membuahkan hasil konkret.
Upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Perundingan yang berlangsung maraton di Islamabad itu diharapkan menjadi titik balik, namun berakhir tanpa titik temu yang memadai bagi kedua belah pihak.
Delegasi dari Washington dan Teheran disebut tidak berhasil menyelaraskan kepentingan masing-masing. Dalam pernyataannya, Vance menegaskan bahwa tim negosiasi Iran tidak menerima sejumlah persyaratan yang diajukan oleh Amerika Serikat. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan apa yang disebut sebagai tawaran terakhir dalam upaya mencapai kesepakatan.
Wakil Presiden AS JD Vance tiba untuk konferensi pers setelah bertemu dengan perwakilan dari Pakistan dan Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/04/2026). AFP/ Pool/ Jacquelyn MartinWakil Presiden AS JD Vance bersama menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner tiba untuk konferensi pers setelah bertemu dengan perwakilan dari Pakistan dan Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/04/2026). AFP/ Pool/ Jacquelyn MartinWakil Presiden JD Vance berbicara selama konferensi pers didampingi menantu Presiden AS Donald Trump Jared Kushner dan Utusan Khusus untuk Misi Perdamaian Steve Witkoff, di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/04/2026). AFP/ Pool/ Jacquelyn MartinWakil Presiden AS JD Vance berjabat tangan dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar saat ia bersiap naik Air Force Two setelah menghadiri pembicaraan tentang Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/04/2026). AFP/ Pool/ Jacquelyn MartinWakil Presiden JD Vance melambaikan tangan saat naik ke pesawat Air Force Two setelah menghadiri pembicaraan tentang Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/04/2026). AP/ Pool/ Jacquelyn Martin
Iran menegaskan bahwa tercapainya Kesepakatan Iran AS final sangat bergantung pada kesediaan Washington untuk menghentikan tuntutan berlebihan dan meninggalkan posisi kontradiktif, memicu pertanyaan tentang masa depan hubungan kedua negara.
Turki aktif berupaya melanjutkan mediasi perundingan AS-Iran yang sempat terhenti, menyoroti pentingnya jalur diplomatik di tengah ketegangan terbaru di Selat Hormuz.
Delegasi Iran telah meninggalkan Islamabad setelah Perundingan Iran AS Buntu, gagal mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik. Apa implikasi selanjutnya bagi perdamaian regional?
Republik Islam Iran telah menerima tawaran Pakistan sebagai mediator dialog damai dengan Amerika Serikat, didasari itikad baik dan langkah konkret Pakistan dalam mewujudkan gencatan senjata.
Delegasi Amerika Serikat telah mendarat di Islamabad untuk memulai Negosiasi AS Iran, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator, demi mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah.