Perang Iran

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Sri Lanka Tutup Pintu Bagi Pendaratan Pesawat Militer Amerika

Apa yang melatarbelakangi keputusan berani yang diambil oleh Sri Lanka?

{{caption}}
Trump: Kami Ingin Bicara dengan Iran, Tapi Semua Pemimpinnya Sudah Tidak Ada

Saat ini diklaimnya tidak ada pihak yang bisa diajak berbicara setelah rangkaian serangan AS–Israel.

{{caption}}
Donald Trump: Saya Tidak akan Gencatan Senjata di Iran, Kami Ingin Kemenangan

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump menyebut ingin membuka dialog dengan Iran.

{{caption}}
Gunakan Rudal, Iran Serang Yerusalem, Haifa dan Pangkalan AS di Uni Emirat Arab

Rudal yang digunakan dalam serangan itu termasuk Kheibar Shekan, Zolfaghar, dan Qadr, bersama dengan drone atau pesawat nirawak.

{{caption}}
Hasil Survei Ini Yakin Trump Bakal Serang Iran Lewat Jalur Darat

Survei Reuters/Ipsos tunjukkan 59% warga AS tolak aksi militer ke Iran. Mayoritas responden meyakini Trump akan kirim pasukan darat.

{{caption}}
Pentagon Minta Tambahan Rp3.200 Triliun Lagi Demi Lanjutkan Perang di Iran, Begini Reaksi Parlemen AS

Hingga saat ini, proposal yang diajukan oleh Pentagon masih belum mendapatkan persetujuan dari Kongres Amerika Serikat.

{{caption}}
Anggaran Militer AS Terkuras USD18 Miliar dalam 2 Pekan Usai Perang dengan Iran

Konflik Iran-AS dalam dua pekan tewaskan 3.000 orang dan hancurkan sekolah di Minab. Biaya perang meroket hingga USD18 miliar, kuras stok senjata AS.

{{caption}}
Tewasnya Ali Larijani Bikin Mojtaba Khamenei Ngamuk: Setiap Tetes Darah Harus Dibayar

Mojtaba menegaskan bahwa setiap darah yang tertumpah akan dibalas.

{{caption}}
Baru Sepekan Perang dengan Iran, 3.200 Tentara AS Jadi Korban dan 43 Persen Peralatan Tempur Miliaran Dolar Hancur Lebur

Stok pertahanan udara AS dan Israel juga dilaporkan kian menipis dengan kerusakan peralatan tempur mencapai 43 persen.

{{caption}}
Protes karena Trump Perang dengan Iran, Direktur Kontraterorisme AS Mundur

Dalam surat pengunduran dirinya Joe Kent mengatakan Iran tidak sedang menjadi ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.