Perang Iran
Topik Populer
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Demo di Gejayan Sleman, Aliansi Rakyat Memanggil Sampaikan 8 Tuntutan
-
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembawa Bom Molotov saat Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Qodari Sebut Pemerintah Fokus Efisiensi APBN
-
Pemprov DKI Lempar ke Pihak Ketiga soal Ramai CCTV di Jakarta Mati saat Demo Mahasiswa
-
Viral Kepulan Asap Diduga Gas Air Mata saat Demo di Salemba Jakarta, Polisi Buka Suara
Berita Utama Lainnya
Apa yang melatarbelakangi keputusan berani yang diambil oleh Sri Lanka?
Saat ini diklaimnya tidak ada pihak yang bisa diajak berbicara setelah rangkaian serangan AS–Israel.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump menyebut ingin membuka dialog dengan Iran.
Rudal yang digunakan dalam serangan itu termasuk Kheibar Shekan, Zolfaghar, dan Qadr, bersama dengan drone atau pesawat nirawak.
Survei Reuters/Ipsos tunjukkan 59% warga AS tolak aksi militer ke Iran. Mayoritas responden meyakini Trump akan kirim pasukan darat.
Hingga saat ini, proposal yang diajukan oleh Pentagon masih belum mendapatkan persetujuan dari Kongres Amerika Serikat.
Konflik Iran-AS dalam dua pekan tewaskan 3.000 orang dan hancurkan sekolah di Minab. Biaya perang meroket hingga USD18 miliar, kuras stok senjata AS.
Mojtaba menegaskan bahwa setiap darah yang tertumpah akan dibalas.
Stok pertahanan udara AS dan Israel juga dilaporkan kian menipis dengan kerusakan peralatan tempur mencapai 43 persen.
Dalam surat pengunduran dirinya Joe Kent mengatakan Iran tidak sedang menjadi ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.