Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ungkap Isi Pertemuan dengan Para Eks Panglima TNI dan Jenderal Sepuh
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat utama Kementerian Pertahanan serta Mabes TNI.
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan strategis dengan para purnawirawan TNI di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4). Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat utama Kementerian Pertahanan serta Mabes TNI.
Dalam forum tersebut, Sjafrie memaparkan sejumlah poin penting terkait arah kebijakan dan strategi pertahanan negara ke depan.
"Saya menyampaikan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Besar. Kami semua di sini atas nama para pejabat utama Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan waktu untuk hadir dalam acara silaturahmi Purnawirawan TNI ini," kata Sjafrie usai pertemuan.
Perkuat Sinergi Generasi TNI
Sjafrie menekankan pentingnya sinergi antara prajurit aktif dan para purnawirawan dalam membangun kekuatan pertahanan nasional yang kokoh. Menurutnya, kolaborasi lintas generasi menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pembangunan TNI.
Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir Kemhan dan TNI telah bekerja secara kolektif dengan fokus utama memperkuat sistem pertahanan negara melalui pendekatan kerja sama.
Alasan Minim Publikasi
Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga menyinggung alasan di balik minimnya publikasi terkait perkembangan sektor pertahanan. Ia menegaskan, sejumlah aspek pembangunan pertahanan memang membutuhkan tingkat kerahasiaan tinggi.
"Perlu kami informasikan bahwa selama ini memang kami tidak banyak memberikan berbagai macam informasi-informasi kepada publik, dikarenakan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara ini memang sedikit memerlukan atensi-atensi yang berkaitan dengan publikasi," jelasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil demi menjaga kepentingan strategis negara.
Berlandaskan Konstitusi dan Kepentingan Nasional
Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Menhan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan untuk menyampaikan hal-hal esensial kepada para sesepuh terkait strategi pertahanan nasional. Sjafrie menegaskan bahwa arah pembangunan pertahanan tetap berakar pada nilai-nilai historis, khususnya semangat Angkatan 45 yang menjadi fondasi TNI hingga saat ini.
"Dua hal fundamental itu adalah, yang pertama: berhubungan dengan konstitusi. Jadi untuk diketahui oleh para sesepuh, para senior, bahwa amanat yang kita pijakkan ini tidak lepas daripada amanat konstitusi. Konstitusi itu yang berkaitan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945," tegasnya.
Selain konstitusi, ia menyebut kepentingan nasional sebagai pilar kedua dalam tata kelola pertahanan. Prinsip ini, menurutnya, merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun para purnawirawan saat masih aktif bertugas.
"Yang baru adalah strategi pertahanan negara. Strategi pertahanan negara ini juga tidak lepas daripada prinsip tata kelola negara, yaitu yang berkaitan dengan konstitusi dan juga berkaitan dengan kepentingan nasional," pungkasnya.