Fakta Unik Djamari Chaniago: Senior Prabowo di Akabri, Kini Resmi Jabat Menko Polkam dan Langsung Rapat Perdana
Djamari Chaniago resmi menjabat Menko Polkam, langsung gelar rapat internal dengan deputi untuk koordinasi. Apa saja yang dibahas dan bagaimana strategi awal Menko Polkam yang juga senior Presiden Prabowo ini?
Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang baru dilantik, segera mengambil langkah strategis. Ia langsung mengumpulkan para deputi dan staf di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada hari pertamanya bertugas.
Pertemuan internal ini berlangsung pada Rabu, 17 September, dengan agenda utama memberikan arahan. Djamari juga mendiskusikan berbagai persoalan serta kondisi terkini yang relevan dengan tugas kementerian.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Djamari dalam memastikan koordinasi internal yang kuat sejak awal. Tujuannya adalah menunaikan tugas sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto yang melantiknya.
Koordinasi Internal dan Eksternal Jadi Prioritas Djamari Chaniago
Djamari Chaniago menegaskan pentingnya koordinasi yang solid di lingkungan Kemenko Polkam. Dalam rapat perdananya, ia membahas beragam isu dan kondisi terkini yang relevan dengan tugas kementerian. Ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi hambatan dan permasalahan.
"Ada pertemuan internal dengan semua di sini deputi ada berapa itu, lima orang deputi dan yang lain-lain," ujar Djamari kepada awak media di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu. Pembahasan juga mencakup strategi koordinasi dengan instansi serta kementerian di bawah naungan Kemenko Polkam.
Djamari menekankan perlunya mengidentifikasi "bottle neck" atau permasalahan yang mungkin menghambat kinerja. "Supaya kita koordinasikan, mungkin antar kementerian kementerian, kemudian kami koordinasikan lalu kita lihat ada kah bottle neck di situ (sebuah permasalahan)," jelas Menko Polkam Djamari Chaniago.
Harapannya, dengan koordinasi yang kuat, baik internal maupun eksternal, Kemenko Polkam dapat menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto. Ini merupakan target utama yang harus dicapai oleh kepemimpinan baru Menko Polkam Djamari Chaniago.
Pelantikan Djamari Chaniago dalam Reshuffle Kabinet Merah Putih
Pelantikan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam definitif dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, posisi ini diisi sementara oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Pergantian ini merupakan bagian dari perombakan kabinet ketiga Kabinet Merah Putih.
Djamari dilantik bersama sejumlah menteri dan wakil menteri lainnya pada 8 September 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96P Tahun 2025. Keppres tersebut mengatur pemberhentian dan pengangkatan pejabat Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Beberapa nama lain yang turut dilantik adalah Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Rohmat Marzuki juga dilantik sebagai Wakil Menteri Kehutanan, serta Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi. Angga Raka Prabowo dipercaya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI melengkapi jajaran baru.
Profil Djamari Chaniago: Purnawirawan Senior dan Anggota Dewan Kehormatan
Djamari Chaniago adalah seorang purnawirawan TNI dengan rekam jejak yang panjang dan cemerlang. Jabatan terakhirnya di militer adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, yang diembannya dari 8 Maret 2000 hingga 16 Maret 2004. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan yang luas di berbagai posisi strategis.
Sebelum itu, Djamari pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1999-2000. Ia juga merupakan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-24 antara 1998-1999. Karirnya juga mencakup posisi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi pada 1997-1998, menunjukkan pengalaman mendalam di bidang keamanan.
Menariknya, Djamari adalah alumni Akabri tahun 1971, menjadikannya senior dari Presiden Prabowo Subianto yang merupakan alumni Akabri tahun 1974. Setelah purna bakti dari TNI, Djamari tidak berhenti berkarya. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang, menunjukkan kiprahnya di sektor swasta.
Saat ini, Djamari juga aktif sebagai anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan periode 2025–2030. Pengalaman dan latar belakangnya yang kaya diharapkan mampu membawa Kemenko Polkam mencapai tujuan yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto.
Sumber: AntaraNews