Ini Sosok Menteri Tertua dan Termuda dalam Kabinet Merah Putih yang Baru Dilantik Prabowo
Presiden Prabowo Subianto hari ini kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih di Istana.
Presiden Prabowo Subianto hari ini kembali melakukan perombakan pada Kabinet Merah Putih. Pelantikan sejumlah menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga baru dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025.
Beberapa posisi strategis kini diisi oleh figur-figur baru yang diharapkan membawa angin segar. Perubahan ini juga mencakup rotasi pejabat lama ke posisi yang berbeda.
Keputusan ini diambil berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96P/2025, 97P/2025, dan 152P/2025.
Berikut daftar lengkap perombakan Kabinet Merah Putih hari ini 17 September:
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Djamari Chaniago
Menteri Pemuda dan Olahraga: Erick Thohir
Wakil Menteri Ketenagakerjaan: Afriansyah Noor
Wakil Menteri Kehutanan: Rohmat Marzuki
Wakil Menteri Koperasi: Faridah Farichah
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Angga Raka Prabowo
Kepala Staf Kepresidenan: Muhammad Qodari
Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian: Ahmad Dofiri
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Nanik Sudaryati Deyang dan Sony Sanjaya
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP): Sara Sadiqa
Menteri tertua
Dari daftar itu diketahui Menkopolhukam Djamari Chaniago menjadi menteri tertua dengan usia 76 tahun jelang 77.
Djamari lahir pada 8 April 1949 di Padang, Sumatera Barat. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akabri) Magelang pada tahun 1971 dari kecabangan Infanteri. Djamari menikah dengan Hasnawati dan dikaruniai tiga anak. Saat ini, ia aktif dalam Partai Gerindra.
Djamari adalah lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1971 dari kecabangan Infanteri Baret Hijau Kostrad. Sepanjang kariernya di militer, ia telah menduduki berbagai posisi kunci yang menunjukkan kapasitas kepemimpinannya dan pengalaman operasionalnya yang luas.
Beberapa jabatan penting yang pernah diemban oleh Djamari Chaniago meliputi Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma, Komandan Kodim 0501/Jakarta Pusat, serta Kepala Staf dan Komandan Brigif Linud 18/Trisula. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Rindam I/Bukit Barisan dan Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad, di mana ia meraih bintang satu.
Puncak karier militernya termasuk menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi pada tahun 1997-1998 dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada tahun 1998-1999. Pangkat terakhirnya adalah Letnan Jenderal saat menjabat Kepala Staf Umum TNI dari tahun 2000 hingga pensiun pada November 2004.
Setelah pensiun, Djamari aktif dalam dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Komisaris Utama PT Semen Padang.
Menteri termuda
Sementara Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menjadi menteri termuda dengan usia 39 tahun.
Farida Farichah, yang lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 20 Juli 1986, dikenal sebagai sosok Nahdliyin yang berdedikasi. Selain keterlibatannya di NU, ia juga aktif dalam organisasi kepemudaan nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada periode 2018-2021.
Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua DPP KNPI pada periode 2015–2018. Pengalaman luas di berbagai organisasi ini membekalinya dengan kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan jaringan yang kuat, yang sangat relevan dengan posisinya saat ini sebagai Wakil Menteri Koperasi.
Farida Farichah memulai perjalanan kariernya di dunia politik sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di partai berlambang bola dunia ini, ia memegang beberapa posisi penting, termasuk Sekretaris DPP PKB serta Sekretaris Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPP PKB untuk periode 2024-2029. Selain itu, ia juga aktif sebagai Sekretaris Bidang Organisasi DPP Perempuan Bangsa pada periode yang sama.
Sebelum menjabat Wamenkop, Farida Farichah memiliki pengalaman panjang di lingkungan legislatif. Ia pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI selama dua periode berturut-turut, yakni 2014-2019 dan 2019-2024. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang proses legislasi dan kebijakan publik.
Selain itu, Farida Farichah juga pernah berkontribusi di sektor eksekutif sebagai Asisten Ahli di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Meskipun pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 ia maju sebagai calon legislatif DPR RI di Dapil Jawa Tengah III dan belum berhasil lolos, dedikasinya pada pemerintahan dan politik tetap tak diragukan.