Mensesneg Tegaskan Reshuffle Kabinet Wewenang Penuh Presiden Prabowo Subianto
Isu reshuffle kabinet semakin mencuat, namun Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa perombakan jajaran menteri adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto yang didasari evaluasi kinerja.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kembali menegaskan bahwa perombakan jajaran menteri atau reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif penuh Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan penting ini disampaikan Prasetyo guna menanggapi isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang kian santer diperbincangkan di tengah masyarakat dan media massa.
Mensesneg menyampaikan klarifikasi tersebut usai menghadiri sebuah konferensi pers penting di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat (30/1). Menurutnya, dinamika dan isu pergantian susunan menteri serta wakil menteri yang beredar di publik adalah hal yang tidak dapat dihindari dalam sistem pemerintahan.
Prasetyo Hadi lebih lanjut menekankan bahwa Presiden secara berkelanjutan dan cermat melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya di kabinet. Oleh karena itu, keputusan final mengenai pergantian atau perbaikan susunan kabinet sepenuhnya berada di tangan kepala negara yang memegang kendali penuh.
Hak Prerogatif Presiden dalam Evaluasi Kabinet
Prasetyo Hadi menjelaskan secara gamblang bahwa masalah terkait kabinet, termasuk potensi perombakan atau reshuffle, adalah sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Beliau juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara konsisten dan setiap hari melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja para menterinya.
Evaluasi ini, lanjut Prasetyo, tidak selalu harus dalam bentuk forum khusus yang formal, namun merupakan bagian integral dari proses menjalankan program dan tugas-tugas negara yang kompleks. Presiden terus-menerus memantau dan menilai seluruh kinerja pembantunya di kabinet untuk memastikan efektivitas pemerintahan.
Apabila dalam proses evaluasi tersebut Presiden merasa perlu melakukan perbaikan substansial atau bahkan pergantian personel, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan beliau. Hal ini didasari oleh fakta bahwa Presiden adalah pihak yang paling memahami secara mendalam dinamika, tantangan, dan kebutuhan strategis kabinetnya.
Dinamika Kabinet dan Isu Pergantian
Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo juga telah menyampaikan pernyataan serupa, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai perombakan susunan Kabinet Merah Putih. Pernyataan ini disampaikan pada momen menjelang agenda pelantikan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) di lingkungan Istana Kepresidenan.
Prasetyo secara langsung menanggapi berbagai pertanyaan yang diajukan oleh awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, terkait dinamika kabinet, termasuk santernya isu pengisian sejumlah jabatan. Ia secara tegas menjawab "Enggak ada" saat ditanya mengenai beredarnya informasi terkait reshuffle kabinet secara luas.
Lebih lanjut, Prasetyo mengklarifikasi bahwa tidak ada reshuffle dalam arti perombakan kabinet secara menyeluruh atau besar-besaran. Perubahan yang terjadi sejauh ini hanya berkaitan dengan beralihnya penugasan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang saat ini tengah menjalani proses untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Sumber: AntaraNews