Keluarga RYS (50), aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Kijang Innova di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, menduga korban menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang yang dikenalnya.
Dugaan tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, berdasarkan sejumlah temuan yang diperoleh keluarga serta informasi perkembangan penyelidikan dari kepolisian.
Risang menilai dugaan perampokan sebagai motif utama masih lemah. Sebab, barang berharga milik korban sebagian besar masih utuh saat ditemukan.
"Yang diserahkan ke keluarga setelah otopsi itu hanya anting sebelah kanan dan cincin di tangan kiri. Sementara menurut keluarga, saat keluar rumah hingga terakhir video call sebelum hilang kontak, korban masih memakai gelang dan kalung. Dua barang itu yang tidak ditemukan," kata Risang, Jumat (26/6).
Selain itu, telepon genggam, dompet, serta cincin korban juga masih ada. Bahkan, menurut informasi yang diterima keluarga dari penyidik, ponsel korban telah berhasil dibuka untuk kepentingan penyelidikan.
"HP aman. Penyidik juga menyampaikan HP korban berhasil dibuka," ujarnya.
Menurut Risang, kondisi tersebut membuat dugaan pembunuhan bermotif perampokan menjadi kurang kuat karena pelaku tidak mengambil seluruh barang berharga milik korban.
Advertisement
Risang juga menyebut hasil autopsi menepis berbagai isu yang sempat berkembang di masyarakat terkait penyebab kematian korban.
"Hasil autopsi menunjukkan tidak ditemukan sperma di vagina korban dan korban juga tidak dalam kondisi hamil. Ini menepis rumor-rumor yang tidak benar," ucapnya.
Ia menambahkan, korban diduga lebih dahulu diajak keluar kota oleh seseorang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
"Kemungkinan korban dipancing seseorang untuk keluar kota. Entah bagaimana bujuk rayunya," katanya.
Advertisement
Menurut Risang, penyidik telah menggali keterangan mengenai relasi korban, baik teman laki-laki maupun perempuan, di lingkungan kantor, tempat tinggal hingga teman sekolah lama.
Ia meyakini petunjuk identitas pelaku sebenarnya sudah mengarah kepada seseorang karena penyidik telah mengakses isi telepon genggam korban.
"Polisi pasti sudah mengetahui petunjuknya. Dari HP korban tentu bisa diketahui siapa yang paling sering berkomunikasi dengan korban beberapa hari sebelum kejadian. Saya tidak diberi tahu, tapi yang penting pelakunya bisa segera ditangkap," ujarnya.
Risang juga mengungkapkan keluarga memperoleh informasi bahwa rekaman CCTV Bandara Juanda hanya memperlihatkan seorang pria bermasker keluar dari mobil korban di area parkir. Tidak terlihat ada orang lain yang turun dari kursi penumpang.
"Hanya orang itu saja yang keluar dari mobil," katanya.
Advertisement
Ia menambahkan, area Bandara Juanda dipenuhi kamera pengawas sehingga pergerakan pelaku diyakini telah terekam, termasuk saat meninggalkan lokasi menggunakan taksi.
"Bandara itu hampir seluruh areanya ada CCTV. Informasinya pelaku berpindah ke taksi. Taksi pasti ada GPS dan data perjalanannya. Penyidik juga sudah mengetahui taksi yang digunakan, nomor kendaraannya, hingga lokasi pelaku turun. Saya hanya tidak diberi tahu detailnya," ujar Risang.
Ia optimistis pelaku segera ditangkap karena, menurut informasi yang diterimanya, identitas orang yang dicari sudah diketahui penyidik.
Lebih lanjut, Risang menduga lokasi pembunuhan bukan berada di area Bandara Juanda, melainkan di tempat lain. Mobil korban diduga hanya digunakan untuk membuang jasad.
"Saya yakin tempat kejadiannya di luar Juanda. Bandara itu hanya dijadikan lokasi membuang korban," tegasnya.
Atas dasar sejumlah fakta tersebut, keluarga menduga kuat pelaku merupakan orang yang telah dikenal korban.
"Kemungkinan besar dikenal oleh korban," pungkasnya.
Advertisement
Diketahui, mayat perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah pengemudi taksi online yang mangkal di Bandara Juanda pada Rabu (24/6) siang. Mereka curiga setelah mencium bau busuk yang berasal dari mobil serta melihat cairan tidak lazim menetes dari bagian bawah kendaraan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, membenarkan adanya penemuan seorang wanita meninggal dunia di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda.
"Kami membenarkan penemuan seorang wanita yang meninggal di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda," kata Tohir.
Menurutnya, penanganan kasus saat ini dilakukan oleh petugas keamanan bandara bersama kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Manajemen Bandara Juanda mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib," ujarnya.