Banjir di China Sebabkan 900 Ular Lepas

Penduduk diharapkan untuk segera melaporkan penemuan ular dan tidak menangkapnya secara mandiri.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Banjir di China Sebabkan 900 Ular Lepas
Ilustrasi Ular Kobra. (Foto: Nivedh P/Unsplash)

Sekitar 900 ekor ular, termasuk di antaranya kobra berbisa, dilaporkan berhasil melarikan diri dari sebuah peternakan di Desa Dengwei, yang terletak di Kota Hengzhou, Guangxi, China. Kerusakan pada peternakan tersebut disebabkan oleh banjir yang melanda wilayah tersebut.

Pemerintah setempat di Hengzhou menyatakan bahwa tim penyelamat telah dikerahkan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan keselamatan warga.

Banjir yang terjadi disebabkan oleh hujan deras yang terus menerus menyapu Guangxi, diakibatkan oleh Topan Maysak. Selain itu, beberapa waduk di Hengzhou dan wilayah Nanning juga dalam kondisi darurat akibat banjir.

Pada Selasa, 7 Juli 2026, banyak pengguna media sosial membagikan tangkapan layar dan video yang menunjukkan kerusakan pada peternakan ular di Desa Dengwei akibat banjir. Akibatnya, banyak ular berhasil melarikan diri dari peternakan tersebut.

Unggahan tersebut juga memberikan peringatan kepada warga di sekitar agar lebih waspada terhadap kemungkinan bahaya.

Beberapa pengguna media sosial melaporkan bahwa ada warga yang terjebak dalam banjir dan mengalami gigitan ular. Mereka juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan medis dan perawatan yang diperlukan.

"Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, 6 Juli. Berdasarkan perkiraan awal kami, sekitar 800 hingga 900 ular lepas setelah peternakan terseret banjir. Sejauh ini, satu warga desa telah digigit ular dan sedang mendapat perawatan darurat di rumah sakit," ungkap Wu Zhi, Kepala Komite Desa Dengwei di Kecamatan Yunbiao, Hengzhou, kepada Red Star News pada Selasa, sebagaimana dilaporkan oleh Global Times.

Wu Zhi juga menjelaskan bahwa tidak semua ular yang lepas merupakan ular berbisa. Sebagian besar dari mereka adalah ular air yang tidak memiliki bisa.

Seorang warga Kecamatan Yunbiao yang bernama Shen mengatakan kepada CCTV bahwa peternakan ular di daerah itu terletak di dataran rendah dan lereng bukit. Menurutnya, banjir merendam area dataran rendah setelah Waduk Liulan dan Waduk Yunbiao mengalami kebocoran. Ular dari beberapa peternakan kecil pun lepas ke area sekitarnya.

Shen menambahkan bahwa beberapa warga yang masih terjebak dalam banjir memang telah digigit ular. Namun, mereka belum bisa mendapatkan perawatan medis segera karena masih terisolasi dari akses bantuan.

Seorang peternak ular bernama Lei menjelaskan kepada CCTV bahwa peternakannya berada di lokasi yang lebih tinggi, sehingga belum terdampak banjir. Peternakan di daerah tersebut umumnya membudidayakan tiga jenis ular, yaitu kobra, ular tikus raja, dan ular air, di mana kobra merupakan jenis ular berbisa.

Lei memperkirakan bahwa banyak ular dari peternakan kecil di dataran rendah telah lepas. Namun, ia menyatakan bahwa sebagian besar ular di daerah tersebut hidup di hutan pegunungan dan kemungkinan besar akan mati jika terlalu lama terendam air.

Seorang pegawai dari Biro Manajemen Darurat Hengzhou mengonfirmasi kepada Global Times pada Selasa sore bahwa mereka telah menerima laporan mengenai kerusakan peternakan ular dan kasus gigitan ular pada warga. Laporan tersebut telah diteruskan kepada tim yang berada di lapangan.

Pegawai tersebut juga menyatakan bahwa personel penyelamat telah dikerahkan untuk menangani situasi ini, meskipun belum ada informasi lebih lanjut yang dirilis. Rincian mengenai insiden tersebut akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.

Wu Zhi mengungkapkan bahwa lebih dari selusin warga desa yang tidak terkena dampak banjir telah membentuk tim penangkap ular secara sukarela. Mereka berupaya memasuki wilayah terdampak dan mendatangi rumah-rumah warga untuk menangkap ular yang berkeliaran.

Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya lebih banyak kasus gigitan ular di kalangan warga.

"Anggota tim terutama menggunakan alat pancing dan peralatan setrum ikan untuk menangkap ular," jelas Wu Zhi.

"Sebagian besar ular sudah terseret banjir. Saat ini hanya sedikit yang masih terlihat di atas tumpukan sampah dan puing yang mengapung di genangan banjir. Sebagian besar ular yang ditangkap di lokasi merupakan ular air yang tidak berbisa," tambahnya.

Wu Zhi juga mengingatkan warga untuk tidak mencoba menangkap ular sendiri jika tidak memiliki keahlian.

"Jika warga menemukan ular di rumah, mereka harus segera melapor kepada komite desa agar ditangani oleh petugas profesional," tegas Wu Zhi.

Rekomendasi