Isu Reshuffle Kabinet Menguat, KSP Ungkap Kriteria Menteri
Ia hanya mengatakan, kriteria yang masuk dalam reshuffle tersebut salah satunya kinerja.
Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kian menguat. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (28/1) siang ini, memicu spekulasi mengenai perubahan komposisi jajaran menteri dan pejabat strategis pemerintahan.
Terkait kabar tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari tidak menjawab secara detail. Ia hanya mengatakan, kriteria yang masuk dalam reshuffle tersebut salah satunya kinerja.
"Yang pasti begini, Presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target. Dan itu semua dipantau oleh Presiden setiap hari. Setiap hari," kata Qodari kepada wartawan di kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta, Rabu (28/1).
Kabar perombakan kabinet
Kabar perombakan kabinet tersebut juga mencuat saat jabatan wakil menteri keuangan (Wamenkeu) kosong. Karena, Thomas Djiwandono telah disetujui DPR RI untuk menjabat sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
"Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?," ujarnya.
Selain itu, terkait dengan reshuffle tersebut dipastikan hanya Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan tuhan saja yang tahu.
"Hanya Presiden dan tuhan yang tahu," ujarnya.
Sejumlah pejabat
Berdasarkan informasi yang diterima, Prabowo diagendakan melantik sejumlah pejabat hari ini, Rabu (28/1). Prabowo akan melantik delapan anggota Dewan Energi Nasional itu sekitar pukul 15.00 WIB.
Terdapat delapan calon anggota Dewan Energi Nasional periode 2026-2030 yang telah disetujui rapat paripurna DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR Suami Dasco Ahmad, Selasa (25/11) lalu.
Kedelapan calon anggota Dewan Energi Nasional itu, yakni:
1. Johni Jonatan Numberi
2. Mohamad Fadhil Hasan
3. Satya Widya Yudha
4. Sripeni Inten Cahyani
5. Unggul Priyanto
6. Saleh Abdurrahman
7. Muhammad Kholid Syeirazi
8. Surono