Analisis Pengamat soal Reshuffle Kedua Kabinet Prabowo, Arah Politik Mulai Terbaca
Kali ini, ada 5 kementerian yang dirombak serta penambahan 1 kementerian yakni Haji dan Umrah.
Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Kali ini, ada 5 kementerian yang dirombak serta penambahan 1 kementerian yakni Haji dan Umrah.
Beberapa menteri yang terkena reshuffle yakni Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Menteri Koperasi.
Kemudian, untuk mereka yang kini menjabat sebagai menteri usai dilantik Prabowo seperti Purbaya Yudhi Sadewa yang menjabat sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi.
Selain itu, ada juga Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Azar Simajuntak.
Sejumlah menteri yang terkena reshuffle oleh Prabowo dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan merupakan yang didesak oleh masyarakat untuk segera diganti.
"Yang saya maksud adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sejauh ini banyak didesak oleh publik untuk diganti, karena kinerjanya dinilai buruk. Penerimaan pajak negara gagal mencapai target, dan kemudian kurangnya kreativitas dalam memaksimalkan penerimaan negara, dan salah satu penyebab demonstrasi ricuh di DPR beberapa waktu lalu. Selain itu juga, khabarnya Sri Mulyani ini sudah tiga kali meminta mundur kepada Presiden Prabowo," kata Iwan dalam keterangannya, Rabu (10/9).
Selanjutnya, untuk nama Budi Arie yang turut terkena reshuffle itu juga dinilainya karena sudah banyaknya desakan untuk mundur dari posisi menteri. Apalagi, namanya sempat disebut-disebut dalam kasus judi online.
Tak hanya itu, ia juga sempat diundang untuk datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk dimintai keterangan atas perkara yang ditangani Korps Bhayangkara tersebut.
"Terlebih, karena Budi Arie beberapa kali disebut dalam kasus Judi Online waktu menjadi Menteri Komdigi. Saya juga sering berpendapat bahwa Budi Arie ini sebaiknya memang diganti oleh Presiden, karena bisa menjadi sumber masalah," ujarnya.
"Apalagi Menkop itu diberikan tanggung jawab untuk menangani langsung Koperasi Merah Putih yang akan mengelola uang negara ratusan triliun rupiah. Budi Arie dipertanyakan oleh publik terkait integritasnya," sambungnya.
Arah Politik Prabowo
Berikutnya, ada nama Abdul Kadir Karding yang sebelumnya menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Pencopotannya itu dianggapnya karena kerap melakukan blunder yang menjadi polemik dan perhatian publik seperti pernyataanya yang kontroversial menanggapi #kaburajadulu.
Kemudian, yang paling baru menurutnya adalah main domino dengan eks tersangka pembalakan liar. "Kinerjanya juga tidak bagus-bagus amat," sebutnya.
Lalu, terkait Menkopolhukam Budi Gunawan yang turut dicopot karena sejak demo besar di DPR, Budi Gunawan tidak muncul untuk menangani keamanan saat itu. Justru, yang muncul adalah Menhan Syafrie Syamsudin.
Lalu, yang cukup mengagetkan dirinya adalah pergantian Menpora Dito Ariotedjo yang dianggap tidak terlalu banyak riak-riak. Namun, pencopotan itu karena Prabowo dan partai koalisi punya pertimbangan tersendiri.
"Kalau dilihat secara garis besar, Presiden Prabowo memang konsen dan memberi perhatian besar terhadap isu ekonomi (terutama terkait pendapatan negara) dan persoalan politik, hukum dan keamanan (terutama pasca demo bubarkan DPR kemarin)," ungkapnya.
Berikutnya, ada hal menarik lainnya baginya pada reshuffle tersebut. Hal ini didasari dengan beberapa menteri yang dianggapnya berafiliasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) digusur perlahan.
"Yang menarik, dari reshuffle ini juga tergambar bahwa menteri-menteri yang terafiliasi dengan mantan Presiden Joko Widodo digusur sedikit-demi sedikit. Apakah ada kaitannya dengan isu Geng Solo? Hanya Presiden Prabowo sendiri yang bisa memastikan itu," paparnya.
"Namun, publik mulai bisa membaca arah dan pemetaan politik Prabowo ke depan seperti apa," tambahnya.
Dengan adanya pergantian sejumlah pembantu presiden tersebut, ia berharap agar mereka yang sudah menjabat sebagai menteri bisa lebih profesional.
"Tentunya kita berharap, dengan Menteri yang dipilih sebagai pengganti atau yang baru, bisa lebih profesional dan lebih berprestasi, dan yang lebih penting juga bisa menjaga etika, punya kemampuan komunikasi yang baik, dan berintegritas," pungkasnya.