Satu Hari, Dua Pukulan Siang Dicecar DPR, Sore Budi Arie Dicopot Presiden Prabowo dari Menteri Koperasi
Sorotan dari DPR terutama datang dari Anggota Komisi VI Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi, yang mengkritisi implementasi program Koperasi Merah Putih.
Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi mendapat sorotan tajam dari DPR RI dalam rapat kerja bersama Komisi VI pada Senin (8/9) siang. Namun hanya berselang beberapa jam, Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan reshuffle Budi Arie dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi dan UKM.
Sorotan dari DPR terutama datang dari Anggota Komisi VI Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi, yang mengkritisi implementasi program Koperasi Merah Putih program unggulan Presiden Prabowo yang diklaim bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.
"Kami berharap ini bukan sekadar program seremonial yang justru mempermalukan Presiden. Eksekusi di lapangan harus tepat, kompetensi pelaku koperasi harus ditingkatkan, dan pengawasan berbasis digital harus diperkuat," ujar Mulyadi, Senin (8/9).
Menurutnya, program ini membawa beban ekspektasi besar dari Presiden, terlebih karena menyasar langsung masyarakat di desa dan menyentuh struktur ekonomi mikro secara langsung.
Sorotan serupa juga disampaikan oleh Anggota DPR lainnya, Kawendra, yang menyoroti pentingnya penguatan digitalisasi koperasi, serta urgensi penerapan early warning system untuk mencegah kegagalan program di lapangan.
"Jangan hanya bicara compliance. Harus ada sistem mitigasi dini untuk mencegah koperasi runtuh sebelum terlambat," tegasnya.
Hanya berselang beberapa jam setelah rapat tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan reshuffle kabinet. Dalam daftar pejabat yang digantikan, nama Budi Arie tercantum.
Tepat pukul 16.00 WIB, Budi Arie diberhentikan oleh Presiden Prabowo sebagai menteri.
Prabowo pun langsung melantik Ferry Juliantono bersama Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati, kemudian melantik Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan juga melantik Mochamad Irfan Yusuf Hasyim sebagai Menteri Haji dan Umrah berikut dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Menteri Haji dan Umrah merupakan struktur baru dalam Kabinet Merah Putih, yang merupakan hasil transformasi dari Badan Penyelenggara Haji. Dalam pelantikan ini, Budi Arie sendiri tidak terlihat hadir di Istana Negara.
Budi Arie sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua Satgas Program Koperasi Merah Putih. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang dekat dengan Presiden Joko Widodo di masa pemerintahan sebelumnya.