DPC Gerindra Solo Menolak Budi Arie Gabung, Ini Alasannya
Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, menyampaikan bahwa partainya sudah memiliki kader yang cukup banyak.
Mantan Menteri Koperasi Kabinet Merah Putih yang juga Ketua Umum (Ketum) Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi, sowan ke kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jumat (24/10/2025) (Liputan6.com/Fajar Abrori)
(@ 2025 merdeka.com)Rencana relawan Ketua Umum Projo (Pro Jokowi) untuk bergabung ke Partai Gerindra menuai respons beragam. Salah satu penolakan keras datang dari DPC Gerindra Kota Solo, yang menyatakan tidak setuju mantan Menteri Koperasi tersebut masuk ke partai berlambang garuda.
Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, menyampaikan bahwa partainya sudah memiliki kader yang cukup banyak dan berpengalaman. Ia juga khawatir bergabungnya Budi Arie dapat menimbulkan miskomunikasi internal.
"Kami tidak sepakat Pak Budi Arie untuk masuk di Partai Gerindra. Karena Gerindra sendiri sudah mempunyai kader yang sangat banyak dan sangat mumpuni," ujar Ardianto, Rabu (12/11).
Struktur dan aturan partai
Menurut Ardianto, struktur dan aturan partai yang sudah tertuang dalam AD/ART bisa terganggu jika Budi Arie masuk bersama kelompoknya.
"Kalau nanti beliau masuk dan membawa gerbong, terus terjadi miskomunikasi. Di sini Gerindra kan sudah punya AD ART sendiri, campur aduk nanti," tambahnya.
Selain itu, Ardianto juga menyoroti potensi permintaan yang berlebihan dari Budi Arie jika sudah resmi menjadi bagian partai.
"Mereka merasa sebagai orang yang nomor 1 di Projo. Dia terus minta-minta sesuatu yang begini-begini. Nantikan membuat masalah di Gerindra, tidak enaklah," jelasnya.
Niatnya untuk segera bergabung dengan Gerindra
Sementara itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan niatnya untuk segera bergabung dengan Gerindra.
"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," ujar Budi Arie.
"Betul, iya lah, pasti Gerindra," tambahnya.
Budi Arie menjelaskan bahwa keputusannya bergabung Gerindra bertujuan memperkuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar lebih solid.
"Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinan beliau bisa lebih kuat dan solid. Karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden," katanya.