DPC Gerindra Semarang Tak Mau Partainya Jadi Pelindung Politik Budi Arie
Dia menyebut bahwa rencana bergabungnya Budi Arie menjadi pembahasan internal.
DPC Partai Gerindra Kota Semarang menyatakan bahwa kader di daerah tidak ingin partainya dijadikan 'tameng politik' eks relawan tim pemenangan Projo atau Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 itu. Hal ini menanggapi isu rencana Ketua ormas Projo Budi Arie Setiadi bergabung dengan Gerindra.
"Jangan sampai Gerindra menjadi pelindung politik seorang individu yang dalam tanda kutip punya masalah. Ini yang tidak kita inginkan di bawah,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, Jumat (7/11).
Dia menyebut bahwa rencana bergabungnya Budi Arie menjadi pembahasan internal. Meski Budi Arie ikut mendukung pemenangan Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024, kemudian masuk kabinet sebagai menteri koperasi. Namun tetap terkena reshuffle. Ia mempertanyakan latar belakang reshuffle tersebut.
"Kami sebagai kader di bawah mempertanyakan, ada apa dengan reshuffle-nya Pak Budi Arie?” jelasnya.
Gerindra Tetap Partai Terbuka
Meski ada catatan sendiri, pihaknya menyatakan bahwa Gerindra tetap merupakan partai yang terbuka bagi siapa pun. "Siapapun berhak bergabung sepanjang satu visi memperjuangkan kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyebut akan ada gelombang besar anggota Projo bergabung ke Partai Gerindra. Menurutnya, sinyal itu kian menguat seiring proses sosialisasi dan konsolidasi internal yang kini tengah ia lakukan.
"Lihat saja nanti. Kita kan lagi terus sosialisasi dan konsolidasi. Nanti ada gelombang besar,” kata Budi dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Selasa (4/11) malam.