Budi Arie Setiadi, yang juga menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika, kembali dipercaya memimpin organisasi relawan Projo. Ia terpilih sebagai Ketua Umum Projo untuk periode 2025-2030 dalam Kongres III Projo yang baru saja diselenggarakan. Pemilihan ini menandai kelanjutan kepemimpinannya dalam organisasi yang memiliki peran signifikan dalam kancah politik nasional.
Kongres akbar tersebut berlangsung di sebuah hotel strategis di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu (1/11) dan Minggu. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Projo dari berbagai daerah, yang bersama-sama merumuskan arah dan kebijakan organisasi ke depan. Keputusan untuk kembali memilih Budi Arie diambil secara musyawarah mufakat oleh seluruh peserta kongres.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Projo menjadi organisasi yang lebih adaptif dan relevan dengan dinamika politik. Kongres ini tidak hanya memilih pemimpin, tetapi juga menetapkan sejumlah resolusi penting yang akan menjadi pedoman Projo.
Advertisement
Advertisement
Kongres III Projo menghasilkan lima resolusi strategis yang akan menjadi fokus organisasi di bawah kepemimpinan Budi Arie Setiadi. Resolusi pertama adalah memberikan dukungan penuh dan memperkuat pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ini menunjukkan komitmen Projo terhadap stabilitas dan keberlanjutan pemerintahan yang baru.
Selanjutnya, resolusi kedua menegaskan dukungan dan penguatan terhadap agenda politik Presiden Prabowo. Projo juga bertekad untuk menyukseskan kepemimpinan Presiden Prabowo hingga tahun 2029. Hal ini mencerminkan peran Projo sebagai organisasi relawan yang aktif dalam mendukung visi dan misi pemimpin negara.
Resolusi ketiga adalah melakukan transformasi organisasi dalam menjawab tantangan dan perubahan situasi nasional. Budi Arie menyadari pentingnya adaptasi Projo agar tetap relevan dan efektif di tengah dinamika yang cepat. Transformasi ini diharapkan dapat menjadikan Projo lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Advertisement
Dua resolusi terakhir berfokus pada peran Projo dalam skala yang lebih luas. Resolusi keempat adalah mendorong politik persatuan nasional, yang bertujuan untuk menjaga keutuhan dan kerukunan bangsa. Sementara itu, resolusi kelima adalah membantu pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, sebuah visi besar untuk kemajuan Indonesia.
Advertisement
Selain menetapkan resolusi, Kongres III Projo juga membahas rencana signifikan terkait identitas organisasi. Budi Arie mengumumkan bahwa Projo akan mengubah logo organisasi yang saat ini bergambar wajah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perubahan ini merupakan langkah strategis untuk mencerminkan visi jangka panjang Projo.
Budi Arie menjelaskan filosofi di balik keputusan ini. "Logo organisasi harus mencerminkan nilai dan cita-cita tatanan besar untuk jangka waktu yang lama, bahkan bisa selamanya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perubahan logo Projo ini diharapkan dapat mencerminkan semangat dan tujuan organisasi dalam jangka panjang dan berkelanjutan, tidak hanya terikat pada satu figur.
Untuk mendapatkan desain logo yang baru, Projo berencana mengadakan sayembara terbuka. Langkah ini diharapkan dapat menjaring ide-ide kreatif dan inovatif yang sesuai dengan semangat baru organisasi. Proses sayembara ini akan memastikan bahwa logo baru Projo memiliki makna yang mendalam dan representatif.
Advertisement
Budi Arie juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan mantan Presiden Jokowi terkait hasil kongres ini. "Tadi pagi juga kami sudah berkomunikasi dengan Pak Jokowi via telepon," kata Budi. Ia menambahkan bahwa Projo akan segera melaporkan seluruh hasil dan rekomendasi Kongres III ini kepada beliau dalam waktu dekat.
Sumber: AntaraNews