Singkong dan susu kambing lokal biasanya hanya diolah menjadi komoditas ala kadarnya. Namun, di tangan Kelompok UMKM Monalisa di Kalurahan Gayamharjo, Sleman, kedua bahan baku ini disulap menjadi kuliner premium bernilai jual tinggi, Pie Susu Kambing Mocaf.
Inovasi pangan ini lahir dari kolaborasi taktis antara pelaku usaha lokal, pakar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), BRI Research Institute (BRIRINS), dan PT Asuransi BRI Life. Melalui pendampingan intensif selama tiga bulan, produk olahan berbahan dasar tepung mocaf (singkong modifikasi) ini berhasil dikembangkan menjadi produk berdaya saing pasar yang lebih luas.
Untuk memastikan kualitas produk terjaga sejak dari hulu, para pakar pertanian UGM diterjunkan langsung guna mengedukasi petani lokal mengenai teknik pengendalian hama tanaman singkong. Sementara di hilir, modernisasi fasilitas dilakukan dengan menghadirkan oven bertingkat, meja stainless steel standar industri, hingga perangkat digital untuk pencatatan keuangan.
"Pendampingan ini mendongkrak kemampuan kelompok kami dalam mengelola bisnis, mengadopsi teknologi digital, serta memperluas jangkauan pasar produk olahan mocaf," ujar Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho dikutip di Jakarta, Rabu (8/7).
Selain mengasah urusan dapur produksi, aspek proteksi bisnis juga diperhatikan. Sebanyak 30 anggota UMKM kini dibekali dengan edukasi literasi keuangan serta jaminan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) untuk memperkuat ketahanan finansial keluarga mereka.
Advertisement
Dampak Berkesinambungan
Head of Corporate Secretary Division BRI Life, Ade Nasution menekankan bahwa pihaknya sengaja merancang program yang terstruktur agar dampaknya berkesinambungan.
"Bagi kami, tolok ukur keberhasilan adalah kemampuan masyarakat untuk terus mandiri dan berkembang secara adaptif setelah masa pendampingan selesai," tuturnya.
Langkah konkret ini mendapat apresiasi dari Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang. Ia menilai sinergi ini berjalan beriringan dengan target pemerintah daerah dalam mengerek kelas UMKM berbasis potensi lokal ke tingkat yang lebih kompetitif.