Berawal dari Lapak Kecil di Karawang, Ubi Madu Mba Boled Kini Tembus Omzet Rp300 Juta

Perjalanan sukses ini dirintis oleh Widiarti sejak tahun 2011.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Berawal dari Lapak Kecil di Karawang, Ubi Madu Mba Boled Kini Tembus Omzet Rp300 Juta
Ubi Madu Mba Boled Kini Tembus Omzet Rp300 Juta

Berawal dari lapak sederhana di Karawang yang hanya mengantongi omzet harian Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, bisnis Ubi Madu Bakar Mba Boled kini menjelma menjadi usaha kuliner beromzet fantastis. Usaha mikro ini sukses mencetak pendapatan hingga Rp300 juta per bulan dengan jaringan 20 outlet yang tersebar di Karawang, Cikarang, Tambun, hingga Bekasi.

Perjalanan sukses ini dirintis oleh Widiarti sejak tahun 2011. Pada masa-masa awal, ia menjalankan usahanya secara mandiri bersama ibu dan suaminya dalam skala yang sangat terbatas.

"Perjalanannya penuh perjuangan dan memberikan banyak pelajaran berharga bagi kami. Dari awalnya hanya satu toko di Karawang, sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 20 outlet. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina yang terus memberikan dukungan," ujar Widiarti, Sabtu (22/8).

Titik balik bisnis Widiarti terjadi pada tahun 2018 saat ia resmi bergabung menjadi UMKM binaan Pertamina. Lewat program pendampingan ini, ia tak hanya mendapatkan suntikan modal usaha, tetapi juga dibekali ilmu manajerial melalui program pelatihan UMK Academy.

Widiarti mengakui bahwa perpaduan antara akses modal dan edukasi bisnis menjadi kunci utama yang membuat usahanya melejit dan terarah.

"Permodalan yang tepat sangat membantu. Selain itu, ilmu yang kami peroleh melalui pelatihan juga penting untuk mengembangkan usaha," tuturnya.

Tak puas hanya menguasai wilayah Jawa Barat, Widiarti kini siap menginvasi pasar metropolitan dengan membidik Jakarta dan Tangerang sebagai target ekspansi outlet berikutnya.

Ekspansi Pasar dan Pemberdayaan Warga Lokal

Kemitraan dengan Pertamina juga membuka panggung promosi yang lebih luas bagi Ubi Madu Bakar Mba Boled. Produknya kerap diikutsertakan dalam ajang pameran berskala besar, seperti Pertamina Eco RunFest, Inacraft, hingga Pekan Raya Jakarta. Kesempatan ini sukses melambungkan popularitas produknya sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Geliat bisnis yang kian membesar ini turut membawa dampak positif bagi ekonomi sekitar. Jika dulu usaha ini hanya dikelola oleh 3 orang anggota keluarga, kini Widiarti berhasil menyerap tenaga kerja lokal hingga 30 orang. Bagi Widiarti, indikator keberhasilan bisnis tak cuma diukur dari skala angka, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa dibagikan kepada masyarakat. 

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengapresiasi pencapaian Ubi Madu Bakar Mba Boled. Ia menilai keberhasilan ini membuktikan efektivitas pembinaan UMKM yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap fase pertumbuhan usaha.

"Setiap UMKM memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, Pertamina berupaya mendampingi UMKM melalui akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar agar dapat tumbuh semakin kuat, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata Baron.

Rekomendasi