PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mengekspor 120 unit Container Flat Top Wagon ukuran 40 kaki ke Selandia Baru sebagai bagian dari proyek pesanan UGL, perusahaan manufaktur perkeretaapian asal Australia, menurut Antara.
Pengapalan dilakukan dari Surabaya melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Teluk Lamong yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal.
INKA menyebut pengiriman terbaru ini memperkuat kiprah manufaktur perkeretaapian nasional di pasar global, sembari menegaskan fokus pada ketepatan spesifikasi dan mutu dalam setiap proyek ekspor.
Advertisement
Kualitas dan Spesifikasi Jadi Patokan
Senior Manager Corporate Communications dan Representative Office PT INKA (Persero), Nanang Agung Rohmandiyas, menegaskan ketepatan spesifikasi dan mutu menjadi fokus utama dalam setiap proyek ekspor perusahaan.
"Bagi kami, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama, yakni memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan," ujar Nanang Agung Rohmandiyas di Madiun, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).
INKA menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh target pengiriman pada November 2026 sembari memperkuat kemitraan strategis guna memenuhi kebutuhan sarana transportasi di pasar global.
Advertisement
Rencana Pengiriman: Maret 2026 hingga November 2026
Dengan tambahan 120 unit tersebut, INKA telah merealisasikan pengiriman sebanyak 250 unit atau sekitar 73,5% dari total kontrak proyek UGL.
Secara keseluruhan, total pesanan dalam paket ini mencapai 340 unit, yang terdiri atas 290 unit Container Flat Top Wagon 40 kaki dan 50 unit Container Flat Top Wagon 50 kaki.
Sebelumnya, pengiriman tahap pertama sebanyak 130 unit telah dilakukan pada Maret 2026.
Adapun 90 unit sisanya—terdiri dari 40 unit tipe 40 kaki dan 50 unit tipe 50 kaki—dijadwalkan rampung dan dikirim pada November 2026.
Advertisement
Kemitraan INKA–UGL Sejak 2021
Proyek ini menandai kontrak keempat pembuatan Container Flat Top Wagons antara INKA dan UGL sejak 2021.
Secara kumulatif, INKA telah memproduksi dan mengirimkan 1.294 unit gerbong dari total 1.504 unit yang dipesan UGL.
"Kami menghargai kepercayaan UGL kepada tim kami, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan itu di setiap pengiriman," kata Nanang.
Selain gerbong barang, kolaborasi kedua perusahaan juga mencakup proyek terpisah berupa pemesanan 50 unit locomotive platform untuk pasar Australia, dengan pengiriman bertahap hingga 2027.
"Empat pesanan sejak 2021 menjadi tolok ukur yang jelas atas hubungan ini. UGL kembali memberikan kepercayaan melalui pekerjaan baru," tambah Nanang.