Fakta Menarik MBG Prasmanan di Jepara

Jepara menguji pola MBG Prasmanan di SD Kanisius. Siswa mengambil makanan sendiri, dan food waste hari pertama dicatat. Ini jadwal, menu, dan temuan awalnya.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono - Reporter
Fakta Menarik MBG Prasmanan di Jepara
MBG prasmanan di Jepara

Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Pada uji coba pola MBG Prasmanan Jepara, siswa berdiri di depan meja prasmanan dan memilih sendiri menu yang ingin diambil.

Perubahan pola ini diuji coba di SD Swasta Kanisius Jepara. Sebanyak 25 siswa kelas IV dan V terlibat dalam pilot project buffet style yang dimulai Senin (5/10/2026).

Dengan skema baru, siswa tidak hanya menerima makanan yang sudah diporsikan, tetapi juga ikut membantu persiapan dan pemorsian. Proses berlangsung dengan pendampingan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus memantau antusiasme dan keterlibatan siswa.

Korwil SPPG Kabupaten Jepara Muhammad Wildan Musthofa menyebut uji coba ini masih tahap percontohan.

“Kebetulan di Jepara masuk project piloting. Sementara ini periodenya dua minggu,” ujar Wildan yang ditemui di SD Kanisius pada Selasa (6/10/2026).

Food Waste Hari Pertama MBG Prasmanan Jepara

Selain respons siswa, SPPG juga menghitung jumlah makanan tersisa (food waste) sebagai bagian dari evaluasi.

Pada hari pertama, penghitungan dilakukan di SD Kanisius Jepara terhadap 25 siswa yang ikut uji coba.

Tidak ditemukan sisa protein hewani, protein nabati, buah, maupun makanan lainnya.

“Dari sisi food waste, makanan yang tersisa hanya 0,8 kilogram. Rinciannya terdiri atas 0,5 kilogram nasi atau karbohidrat dan 0,3 kilogram sayuran," terang Wildan.

Meski begitu, ada catatan soal waktu agar persiapan, pemorsian, dan pengambilan tidak memangkas jam belajar.

“Kalau dari siswanya memang perlu adaptasi. Penyiapannya jangan sampai mengurangi jam sekolah siswa,” terang Wildan.

Alur Penyajian dan Keamanan Pangan

Makanan MBG tetap dimasak di SPPG Jepara Kauman 2 Jepara, lalu dikirim ke SD Kanisius Jepara.

Pada hari pertama, proses memasak rampung sekitar pukul 07.00 WIB dengan suhu makanan tercatat 124,4 derajat Celsius. Makanan diberangkatkan pukul 08.30 WIB dan tiba di sekolah sekitar pukul 08.33 WIB.

Sekitar pukul 09.00 WIB, meja prasmanan disiapkan. Siswa yang terlibat membantu persiapan dan pemorsian dengan pendampingan petugas SPPG, sebelum mengambil hidangan sesuai menu dan porsi yang disediakan.

Kegiatan prasmanan berakhir sekitar pukul 09.40 WIB dengan total holding time mencapai 120 menit.

Dari sisi keamanan pangan, hasil uji organoleptik dinyatakan layak. Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh siswa yang terlibat dalam proses penyajian juga tercatat 100 persen.

Namun, pada pelaksanaan awal, tingkat kepuasan siswa dan guru di SD Kanisius Jepara masih berada pada skor 3 dari 5.

Menu Pilihan: Bakso, Tahu Goreng, dan Capcay

Menu di meja prasmanan disusun dari hidangan yang akrab bagi siswa.

Ada bakso sapi atau ayam dengan bumbu bawang putih, bawang merah, bawang bombay, kecap manis, dan saus tiram.

Kemudian tersedia tahu goreng tepung yang dibuat dari tahu putih atau tahu kuning, dibalut tepung terigu dan tepung beras serta dibumbui bawang putih, ketumbar, dan daun bawang.

Untuk sayuran, tersedia capcay berisi wortel, kembang kol, sawi putih, dan caisim. Hidangan tersebut dipadukan dengan bawang putih, saus tiram, kecap asin, dan minyak wijen.

Menu-menu tersebut disajikan dalam konsep prasmanan yang memungkinkan siswa mengambil makanan sendiri.

Dua Pekan Evaluasi dan Agenda Peninjauan

Skema prasmanan ini belum menjadi pola permanen di Jepara. Selama dua pekan ke depan, SPPG akan mencatat beragam temuan, mulai dari antusiasme siswa, jumlah makanan tersisa, keamanan pangan, efisiensi waktu, hingga tingkat kepuasan siswa dan guru.

Pendampingan petugas SPPG juga tetap dilakukan untuk memastikan proses persiapan dan pemorsian berjalan sesuai ketentuan.

Wildan menegaskan, hasil evaluasi akan menjadi dasar penilaian efektivitas dan kelayakan penerapan lebih luas.

“Ya, Selasa (6/10/2026) ini, merupakan hari kedua,” tandas Wildan.

Di sisi lain, Wakil Bupati Jepara M Ibnu Hajar dijadwalkan meninjau langsung pelaksanaan pilot project tersebut pada Kamis (8/10/2026). Peninjauan akan melihat langsung bagaimana pola baru MBG diterapkan, termasuk keterlibatan siswa, efisiensi waktu, keamanan makanan, hingga respons peserta.

“Dari kami juga akan melakukan peninjauan dan mendampingi,” pungkas Wildan.
Rekomendasi