Kematian seorang ibu rumah tangga berinisial S (43), warga Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih menyisakan tanda tanya. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, polisi membongkar makamnya guna menjalani pemeriksaan forensik.
Sebelum meninggal dunia, korban diantar dua orang yang tidak dikenal keluarganya ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Sebelas hari setelah pemakaman, polisi memutuskan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam.
Proses ekshumasi dilaksanakan Polres Jepara pada Senin (26/10/2026). Polisi bersama tim dokter forensik membongkar makam korban di Tempat Pemakaman Umum Mbah Lukman Hakim Lokojoyo.
Pemeriksaan berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 10.30 WIB hingga 13.30 WIB. Hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kapolres Jepara AKBP Keris Aji Wibisono memantau langsung jalannya ekshumasi. Proses ekshumasi dipimpin Ketua Tim Forensik Dokkes Polda Jawa Tengah, dr. Dian Novitasari, dengan keluarga korban serta warga setempat menyaksikan.
"Ekshumasi ini kami laksanakan demi kepentingan penyidikan dalam rangka mencari titik terang penyebab pasti kematian korban," ujar Kapolres Jepara AKBP Keris Aji Wibisono, dikutip Selasa (27/10/2026).
Keris menegaskan, hasil pemeriksaan forensik akan menjadi bahan pembuktian ilmiah bagi penyidik Satreskrim Polres Jepara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Advertisement
Kronologi Kematian Korban
Perkara ini bermula saat S meninggal dunia pada Jumat (16/10/2026). Sekitar pukul 02.00 WIB, pihak rumah sakit menghubungi keluarga korban.
Jenazah kemudian dibawa pulang dan dimakamkan sekitar pukul 09.00 WIB pada hari yang sama.
Pihak keluarga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan ketika melihat kondisi fisik korban di rumah sakit. Atas dasar itu, mereka meminta polisi menyelidiki lebih jauh penyebab kematian S.
Anak korban, Imam Efendi, mengajukan permohonan resmi agar kematian ibunya diusut. Menindaklanjuti permintaan tersebut, penyidik melakukan pendalaman hingga memutuskan ekshumasi agar tim medis forensik dapat melakukan pemeriksaan.
Advertisement
Harapan Keluarga
Seluruh rangkaian ekshumasi berlangsung aman dan tertib hingga selesai.
Keluarga berharap pemeriksaan ini menjawab pertanyaan yang muncul terkait wafatnya S, termasuk mengungkap penyebab pasti kematian.
Hingga kini, penyidik Polres Jepara masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik. Hasil tersebut diharapkan membantu mengungkap fakta berdasarkan bukti ilmiah.
Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian S maupun memastikan adanya unsur tindak pidana. Penyelidikan masih berlanjut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382992/original/034830700_1793054984-IMG_20261026_213759.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382994/original/073658500_1793055666-508571.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382986/original/083778900_1793053755-WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.33.36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382990/original/065693500_1793054712-1001207284.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382987/original/039736500_1793054149-1001400384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382985/original/013236500_1793053698-bayg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382982/original/045408800_1793053415-VID-20261026-WA0012_2_.jpg)