Sumbang 2 Emas untuk Jepara, Syabilla Rizkia akan Dikenang Lewat Monumen

Dua medali emas yang diraih Syabilla sebelumnya berasal dari nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri sebelum meninggal.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono- Reporter
Sumbang 2 Emas untuk Jepara, Syabilla Rizkia akan Dikenang Lewat Monumen
Syabilla Meninggal Usai Raih 2 Emas Porprov, Jepara Siapkan Monumen Penghormatan

Atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal dunia saat berlaga di nomor Open Water Finswimming (OWF) 3.000 meter pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, Minggu (25/10/2026), di perairan pesisir Awann Costa, Semarang Barat.

Menjelang garis finis, Syabilla mengalami kesulitan. Petugas sempat mengevakuasinya, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Sebelum insiden, atlet asal Jepara ini telah menyumbangkan dua medali emas untuk kontingennya dari nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri.

Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan bentuk penghormatan bagi almarhumah, sementara panitia bersama Pemprov Jawa Tengah memastikan proses evaluasi penyelenggaraan lomba perairan terbuka.

Sehari setelah kejadian, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bertakziah ke rumah duka di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, menemui ayah Syabilla, Ajar Tri Raharjo. Pihak keluarga menyatakan menerima musibah dengan ikhlas dan meminta evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang.

Taj Yasin, yang juga Ketua Panitia Besar Porprov XVII Jawa Tengah 2026, menekankan pentingnya kesiapan atlet sebelum bertanding. "Kita berolahraga dan berpartisipasi, tetapi harus tetap mengukur kemampuan," ujar Taj Yasin seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah, Senin (26/10/2026).

Ia menyampaikan panitia telah menerapkan sejumlah prosedur prapertandingan, termasuk memastikan seluruh atlet terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, evaluasi tetap dilakukan, khususnya pada lomba di laut terbuka yang dipengaruhi kondisi alam. Selain insiden yang menimpa Syabilla, juga terdapat laporan atlet selam tersengat ubur-ubur selama perlombaan. Ia menjelaskan, "Ini menjadi evaluasi kami untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar dijaga. Karena perlombaan ini dilakukan di laut, ada kondisi alam yang tidak bisa kita batasi. Namun, aspek keamanan atlet harus betul-betul diperhatikan," kata Taj Yasin.

Panitia Porprov bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan tali asih untuk keluarga, sementara hak perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan akan diproses sesuai ketentuan.

Jepara Abadikan Nama Syabilla Rizkia, Monumen Disiapkan

Pada hari yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertakziah ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Witiarso menyebut rencana pengabadian nama Syabilla sebagai nama kolam renang di Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara dan pembangunan monumen telah dikomunikasikan dengan keluarga serta mendapatkan persetujuan orang tua.

"Selain takziah, kita ke sini juga salah satunya meminta restu kepada keluarga untuk membuatkan monumen Dek Syabilla sehingga semangatnya bisa ditiru atlet-atlet yang lain untuk meraih prestasi terbaik," ujar Witiarso.

Ketua Kontingen Jepara Ary Bachtiar memastikan bonus atas dua medali emas yang telah diraih Syabilla tetap diberikan. Pemerintah daerah juga akan menyalurkan tali asih kepada keluarga almarhumah. Ia berharap capaian Syabilla menyemangati atlet Jepara lainnya yang masih bertanding hingga Jumat (30/10/2026).

Di tengah suasana duka, adik Syabilla, Satria Syaikh Maulana Raharja, menyatakan tetap melanjutkan perjuangan kakaknya di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Atlet akuatik Jepara berusia 16 tahun itu dijadwalkan turun pada nomor 100 meter gaya punggung, 50 meter gaya punggung, dan estafet beregu 4 x 100 meter pada 28–30 Oktober 2026.

Satria mengaku sempat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan pertandingan, namun akhirnya memilih tetap berlaga. "Ibu sempat pikir-pikir, lanjut atau tidak. Tapi setelah saya pikir matang, saya bertekad meneruskan semangat kakak. Saya akan tetap tanding," ujarnya.

Di cabang renang, Satria juga memiliki rekam jejak prestasi. Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2024, ia meraih dua medali emas, serta pernah menyabet medali perak dan perunggu pada kompetisi renang tingkat nasional. "Saya dekat sekali dengan kakak. Dia jadi inspirasi agar bisa berprestasi," katanya.

Solidaritas Kontingen Batang: Atribut Hitam Saat Defile

Duka atas kepergian Syabilla turut mewarnai pembukaan Porprov XVII Jawa Tengah 2026 pada Minggu (25/10/2026) malam.

Kontingen Kabupaten Batang menunjukkan solidaritas dengan mengenakan atribut hitam dan membawa spanduk belasungkawa saat defile kontingen.

Ketua Kontingen Batang Akhmad Dahlan menyebut aksi tersebut sebagai wujud empati kepada sesama atlet yang berjuang mengharumkan daerah masing-masing. Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan pertandingan dengan aman hingga Porprov berakhir.

Kepergian Syabilla meninggalkan duka bagi keluarga dan dunia olahraga Jepara. Dua medali emas yang telah diraihnya menjadi catatan prestasi yang ia persembahkan bagi kontingen.

Di Jepara, rencana penamaan kolam renang di GBK dan pembangunan monumen tengah disiapkan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah.

"Ketika kita punya rasa empati terhadap atlet kita sendiri, kita rasakan juga pada atlet kabupaten dan kota lain," ujarnya.

Rekomendasi