Usai Temui Presiden, Maruarar Sirait Beberkan Lompatan Target Bedah Rumah 2026

Maruarar Sirait melaporkan ke Presiden Prabowo soal lonjakan target bedah rumah 2026 dan penguatan UMKM genteng Majalengka. Ini penjelasannya.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham- Reporter
Usai Temui Presiden, Maruarar Sirait Beberkan Lompatan Target Bedah Rumah 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10/2026). (Foto: Sekretariat Presiden).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan target program bedah rumah tahun 2026 melonjak menjadi 400.000 unit usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10/2026).

"Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah," kata Maruarar usai pertemuan, Senin.

Selain perbaikan rumah, ia menyampaikan pemerintah terus memperluas akses kepemilikan rumah melalui program subsidi perumahan dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pemerintah juga mendorong pelaksanaan program tersebut agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah dengan pembiayaan terjangkau.

Dalam pertemuan itu, Maruarar turut melaporkan pengembangan industri genteng tanah liat berbasis UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Program tersebut mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi standar kualitas melalui pendampingan dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Ada 34 UMKM yang sudah lolos SND, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos, uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga," jelas Maruarar.

Ia menuturkan pemerintah mendorong pemanfaatan produk lokal sesuai potensi daerah masing-masing. Penguatan UMKM menjadi bagian dari pelaksanaan program perumahan nasional agar kebutuhan pembangunan rumah terhubung dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

"Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah Genteng kita juga akan ke tempat yang lain," tuturnya.

Pengembangan Program ASRI

Maruarar menyebut Presiden Prabowo memberi perhatian terhadap pengembangan program ASRI yang berfokus pada lingkungan permukiman yang nyaman, indah, sehat, sekaligus memberdayakan UMKM.

Menurutnya, program tersebut tengah disiapkan untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan permukiman serta mendorong partisipasi pelaku usaha lokal.

"Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memperdayakan UMKM, sehat," pungkas Maruarar.

Rekomendasi