KAI Caplok INKA, Bisnis Kereta Api Indonesia Bakal Berubah

KAI menargetkan integrasi dengan INKA efektif 1 Januari 2027. Perawatan sarana hingga Balai Yasa masuk cakupan INKA. Modelnya dirujuk Rusia–Jepang.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
KAI Caplok INKA, Bisnis Kereta Api Indonesia Bakal Berubah
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin berbincang dengan awak media di KA Wisata rute Yogyakarta-Jakarta, Rabu (8/7/2026). (Liputan6.com/Arief)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan konsolidasi dan integrasi dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA efektif mulai 1 Januari 2027, setelah rangkaian uji tuntas terhadap berbagai aspek di INKA dilakukan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyebut proses inbreng INKA berlangsung pada September 2026 dengan skema inbreng bersyarat. "Rencana konsolidasi integrasinya itu pada 1 Januari," kata Bobby Rasyidin, dikutip dari Antara, Kamis (24/9/2026).

Ia menegaskan pelaksanaan inbreng menjadi landasan menuju penggabungan operasional pada awal 2027. "Jadi inbrengnya bulan ini, tapi inbrengnya inbreng bersyarat. Jadi rencana nanti konsolidasi integrasinya itu di 1 Januari," ujarnya.

Persiapan dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap perusahaan manufaktur tersebut. "Kami sekarang ini sudah melakukan due diligence terhadap semua aspek yang ada di INKA," katanya.

Pasca-integrasi, cakupan bisnis INKA akan meluas. Perawatan sarana perkeretaapian KAI, termasuk Balai Yasa, direncanakan terintegrasi ke INKA sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri perkeretaapian.

Peran INKA Meluas ke Perawatan dan Rekayasa

Dengan integrasi ini, INKA tidak lagi hanya berfokus pada manufaktur sarana perkeretaapian. Perusahaan juga akan menangani kegiatan perawatan serta rekayasa sarana kereta api.

Bobby menyebut perluasan mandat tersebut akan memperbesar peran INKA di rantai bisnis perkeretaapian. "INKA ini nanti jadi besar. Jadi mereka melakukan manufakturing, mereka melakukan perawatan, mereka melakukan rekayasa juga," ujar Bobby.

KAI menargetkan INKA berkembang menjadi manufaktur kereta api yang lebih sehat secara finansial pada 2029. Selain manufaktur, INKA diarahkan memiliki bisnis maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang kuat dan berkelanjutan.

Untuk menyiapkan skema tersebut, KAI melakukan benchmarking ke sejumlah model integrasi antara operator dan manufaktur kereta api di berbagai negara. Beberapa rujukannya antara lain Rusia dan Jepang.

Integrasi KAI-INKA dan Kepastian Perencanaan Jangka Panjang

Pada model Rusia, integrasi melibatkan operator kereta nasional Russian Railways dan produsen sarana perkeretaapian Transmashholding.

Di Jepang, East Japan Railway Company (JR East) mengakuisisi bisnis manufaktur sarana perkeretaapian Tokyu Car Corporation pada 2012. Unit tersebut kemudian menjadi anak perusahaan bernama Japan Transport Engineering Company (J-TREC).

KAI melihat kedua model itu sebagai referensi dalam merancang integrasi KAI dan INKA. Tujuannya antara lain meningkatkan efisiensi pengadaan, memberikan kepastian perencanaan jangka panjang, serta menyelaraskan riset dan pengembangan dengan kebutuhan operator.

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa menilai pengalaman Rusia dan Jepang menjadi salah satu pertimbangan manfaat integrasi. "Dari kondisi Rusia dan Jepang sendiri, kita yakin bahwa integrasi KAI dan INKA itu akan bisa memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak," kata I Gede dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Juni 2026.

Rekomendasi