Semua KRL Bakal Dipasok INKA, Termasuk Impor

KAI menyiapkan tambahan 30 rangkaian KRL sesuai arahan Presiden. Semua skema lewat INKA, termasuk opsi impor. Ini rincian pendanaan dan targetnya.

Arief Rahman Hakim
Oleh Arief Rahman Hakim- Reporter
Semua KRL Bakal Dipasok INKA, Termasuk Impor
KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021 (dok: KAI Commuter)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menghitung kebutuhan tambahan rangkaian untuk KRL Jabodetabek. Sesuai arahan pemerintah, pengadaan bakal dipasok melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, sementara kebutuhan biaya dan skemanya masih dimatangkan.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto adalah penambahan 30 rangkaian KRL untuk pengembangan layanan. KAI akan menilai kapasitas INKA dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kalau arahan Pak Prabowo kan itu pengembangan. Makanya kita lakukan kemarin kajian terkait dengan kebutuhan finance dan kebijakan terkait dengan kereta. Memang kita tetap pilihan pertamanya itu INKA. Kita lihat dulu kapasitas INKA bisa sediakan berapa," ungkap Anne saat ditemui di Jakarta, dikutip Rabu (4/11/2026).

"Kalau misalkan nanti ada alternatif impor, itu pasti harus lewat INKA dan juga berkoordinasi terus dengan pemerintah. Karena yang namanya impor, mau itu kereta yang baru maupun tidak baru, itu sudah diatur dengan peraturan kementerian," tutur Anne.

Anne menambahkan KAI saat ini menunggu penyelesaian 16 trainset yang masih dalam kontrak pesanan sebelumnya dari INKA, sembari menyiapkan langkah terhadap armada lama. "Saat ini yang dilakukan KAI adalah memastikan dulu yang 16 trainset dari INKA ini selesai. Kemudian menentukan konsep konservasi kereta-kereta lama," tuturnya.

Skema Pendanaan dan PSO untuk KRL

Selain menuntaskan kontrak yang berjalan, KAI menghitung kebutuhan dana pengadaan tambahan rangkaian, termasuk strategi pemanfaatan subsidi Public Service Obligation (PSO) yang dialokasikan pemerintah.

"Kita menunggu dulu yang 16 kereta tadi sekaligus mengkaji dan mengajukan, karena kita kan butuh yang namanya finance juga, strategi PSO-nya juga, kemudian kebijakan tadi," ucap Anne.

Ia menyatakan skema pengadaan telah disiapkan dalam beberapa skenario dan akan diinformasikan setelah diputuskan. "Makanya kelihatannya ini bagaimana. Tapi jangan khawatir, kita sudah ada beberapa skenario. Tinggal nanti keputusannya yang mana, pasti kita kasih tahu sama teman-teman," tandasnya.

Prabowo Setujui Dana Rp 5 Triliun untuk 30 KRL

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp 5 triliun guna membeli 30 rangkaian KRL Commuter Line Jabodetabek. Ia menegaskan perluasan layanan kereta untuk publik.

"Kereta api kita harus, saya kasih petunjuk, akan kita perluas, akan kita perbesar. Untuk Jabodetabek, Dirut PT KAI mengatakan harus membuat tambahan kereta, rangkaian baru," kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Prabowo mengungkap biaya satu rangkaian mencapai US$ 9 juta dan menyebut Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin awalnya mengajukan Rp 4,8 triliun untuk pengadaan. "Satu rangkaian butuh uang US$ 9 juta. Benar? Beliau ajukan totalnya Rp 4,8 triliun. Ya? Saya setujui, bahkan akan saya alokasikan. Beliau mengajukan Rp 4,8 triliun. Saya setujui tidak Rp 4,8 triliun, tapi Rp 5 triliun saya setujui," tuturnya.

"Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan," sambung Prabowo.

Tenggat 1 Tahun, Didorong Bisa 6 Bulan

Presiden meminta tambahan 30 rangkaian baru KRL dikerjakan secepatnya. KAI menargetkan rampung dalam setahun, sementara Prabowo mendorong percepatan hingga enam bulan bila memungkinkan.

"Saya minta harus dilaksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, secepatnya. Bisa berapa bulan, Dirut KAI? Berapa? Ini didengar loh. 6 bulan? Sudah lah kita kasih saja 1 tahun. Nanti dia stres tidak bisa tidur, ya kan? Kalau kau bisa 6 bulan, oke. Tapi 1 tahun harus," jelas Prabowo.

"Ini rakyat yang saksi ya? Jadi nanti ada tambahan 30 rangkaian baru," imbuhnya.

Rekomendasi