KRL Bablas Lewati Stasiun Sudirman, KAI Periksa Masinis

KAI Commuter memeriksa masinis dan mengevaluasi operasional. Ini penjelasan resminya.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira- Reporter
KRL Bablas Lewati Stasiun Sudirman, KAI Periksa Masinis
Sebanyak 29 unit rangkaian kereta rel listrik (KRL) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan berhenti beroperasi periode 2023-2024, berpotensi menganggu layanan transportasi publik di masyarakat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

KRL Commuter Line nomor 5712 relasi Kampung Bandan–Manggarai melintas Stasiun Sudirman, Jakarta, tanpa berhenti pada Rabu (28/10/2026) pagi. Akibatnya, penumpang yang hendak turun di Stasiun Sudirman ikut terbawa hingga Stasiun Manggarai.

KAI Commuter melakukan pemeriksaan intensif terhadap masinis yang berdinas pada perjalanan tersebut untuk mengetahui penyebab insiden. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyebut langkah itu diambil segera setelah kejadian.

“Atas kejadian tersebut, KAI Commuter langsung mengambil tindakan tegas dan responsif dengan melakukan penanganan di lapangan. Selain juga pemeriksaan secara intensif terhadap petugas Masinis yang berdinas pada rangkaian kereta tersebut guna mengetahui penyebab pasti atas kejadian tersebut,” kata Leza saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).

Evaluasi SOP Perjalanan KRL oleh KAI Commuter

Leza menegaskan perusahaan menanggapi insiden ini dengan serius. KAI Commuter melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional perjalanan Commuter Line untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Evaluasi tidak hanya pada aspek prosedur, tetapi juga menyasar kedisiplinan dan penegakan aturan bagi personel yang bertugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Selain itu, pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh awak sarana perkeretaapian akan diperketat untuk menjaga keselamatan perjalanan dan pengguna jasa.

“Sebagai operator moda transportasi Commuter Line, kami terus berupaya memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh awak sarana perkeretaapian demi menjaga standar keselamatan transportasi publik yang aman,” tandas Leza.

Rekomendasi