Guncangan Beruntun di Tanggamus, BMKG Ungkap Puluhan Gempa Susulan

Gempa beruntun menggoyang Tanggamus, Lampung, Rabu sore. Warga panik, BMKG mencatat puluhan gempa susulan dan merilis datanya. Simak imbauannya.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe- Reporter
Guncangan Beruntun di Tanggamus, BMKG Ungkap Puluhan Gempa Susulan
Gempa guncang Kabupaten Tanggamus, Lampung. (Liputan6.com/Istimewa)

Gempa bumi beruntun mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (28/10/2026) sore. Getaran terjadi berulang kali dalam waktu berdekatan dan membuat warga berhamburan keluar bangunan.

Danu, warga Pugung, menyebut guncangan terasa dua kali saat aktivitas di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus di Kotaagung masih berlangsung. Ia menceritakan suasana saat orang-orang bergegas menyelamatkan diri.

"Pada keluar semua," kata Danu.

Beberapa saat kemudian, getaran mereda dan kondisi berangsur tenang. "Udah lumayan, alhamdulillah," ujar pegawai magang di lingkungan Pemkab Tanggamus tersebut.

Devi Triyani, warga Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo, merasakan gempa ketika sedang beristirahat di dalam rumah. Ia menyebut getaran muncul singkat namun berkali-kali.

"Terasa bang, 15 kali (guncangan gempa)," kata Devi.

Ia menggambarkan sensasi guncangan seperti sedang diayak dan sempat khawatir jika durasinya lebih lama. "Iya, kayak diayak. Serem, takutnya lama," ujarnya. Setelah guncangan awal, ia juga mewaspadai gempa susulan yang dirasakannya cukup kuat.

BMKG Rekam 20 Gempa Susulan di Tanggamus

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rangkaian aktivitas gempa di Tanggamus pada Rabu sore. Gempa pertama terjadi pukul 15.22 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, menyampaikan hasil pemantauan per pukul 16.14 WIB.

"Hingga pukul 16.14 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan," kata Ana dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan analisis terbaru, gempa pertama bermagnitudo 3,9 dengan episenter di darat sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus pada kedalaman 4 kilometer. Gempa kedua terjadi pukul 15.23 WIB dengan magnitudo 4,1, berpusat di darat sekitar 6 kilometer barat laut Tanggamus pada kedalaman 5 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," jelas Ana.

BMKG melaporkan getaran dirasakan di beberapa wilayah. Di Kotaagung, intensitas mencapai III MMI, yaitu getaran terasa nyata di dalam rumah dan serupa dengan kondisi saat truk melintas.

Sementara itu, di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, Sumberejo, dan Kotaagung Timur, getaran berada pada skala II MMI, dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga laporan ini disampaikan, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.

Rekomendasi