Langit di Kabupaten Buleleng, Bali, tampak kelabu dan buram sejak Senin (26/10). Kondisi tersebut masih terlihat hingga Rabu (28/10) dan viral di media sosial.
Matahari yang tertutup lapisan awan membuat sinarnya tidak seterik biasanya, sementara suhu udara yang semula terasa panas menjadi lebih sejuk.
Lantas, apa penyebab langit Buleleng tampak kelabu selama beberapa hari terakhir?
Advertisement
Apa penyebab langit Buleleng berwarna kelabu?
Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri, menjelaskan bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh tutupan awan altostratus.
"Awan altostratus merupakan awan menengah yang membentuk lapisan luas hingga menutupi sebagian besar atau seluruh langit," kata Aminudin saat dikonfirmasi, Rabu (28/10).
Jenis dan ketebalan awan tersebut membuat langit terlihat keabu-abuan karena lapisan awan mengurangi intensitas cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi. Akibatnya, sinar matahari tidak tampak seterang biasanya.
Advertisement
Mengapa langit kelabu meski udara masih terasa panas?
Tutupan awan altostratus dapat mengurangi intensitas cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi. Namun, kondisi tersebut tidak selalu membuat udara terasa dingin. Permukaan bumi dan udara di sekitarnya masih dapat terasa panas meskipun langit tampak kelabu.
Perbedaan antara tampilan langit dan suhu yang dirasakan ini berkaitan dengan jenis serta ketebalan awan yang menutupi wilayah tersebut.
Advertisement
Mengapa bulan juga tampak samar pada malam hari?
Fenomena awan altostratus tidak hanya memengaruhi tampilan langit pada siang hari, tetapi juga dapat memengaruhi penglihatan pada malam hari.
Menurut Aminudin, lapisan awan yang menutupi langit membuat cahaya bulan terlihat lebih samar, meskipun bulan sedang berada dalam fase purnama.
"Kondisi atmosfer ini juga memengaruhi penglihatan pada malam hari. Sehingga bulan pun tampak lebih samar meskipun sedang berada dalam fase purnama," imbuh dia.
Advertisement
Apakah langit kelabu di Buleleng disebabkan asap?
Tim Kerja Operasional Meteorologi BMKG Wilayah III Badung menyebutkan, citra satelit sebaran asap di Indonesia tidak menunjukkan adanya deteksi asap di wilayah Bali.
Sementara itu, hasil observasi Stasiun Klimatologi Bali menunjukkan bahwa seluruh bagian langit tertutup awan altostratus.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa fenomena langit kelabu dan buram di Buleleng berkaitan dengan tutupan awan altostratus, bukan hasil deteksi asap berdasarkan citra satelit yang diamati BMKG.
Advertisement
Berapa lama fenomena ini bisa berlangsung?
Aminudin menjelaskan, fenomena awan altostratus yang menutupi langit secara merata umumnya dapat bertahan selama satu hingga tiga hari. Namun, durasinya bergantung pada kecepatan angin di lapisan menengah atmosfer dan pergerakan sistem cuaca di sekitar wilayah Bali.
Awan altostratus terbentuk dalam lapisan tebal dengan cakupan area yang sangat luas. Ukurannya yang besar dan pergerakannya yang cenderung lambat membuat efek langit keabu-abuan atau buram dapat bertahan cukup lama di suatu daerah.
Advertisement
Bagaimana fenomena langit kelabu ini berakhir?
Menurut Aminudin, fenomena tersebut umumnya dapat berakhir melalui beberapa mekanisme.
Pertama, lapisan awan menipis dan terbawa angin. Dorongan angin yang lebih kuat dapat membuat lapisan awan berangsur-angsur pecah dan menipis sehingga sinar matahari kembali terlihat normal dan langit menjadi cerah.
Kedua, awan semakin menebal hingga menghasilkan hujan. Dalam kondisi ini, awan dapat melepaskan hujan ringan hingga sedang yang turun secara konstan dalam waktu cukup lama.
"Berubah menjadi hujan, awan semakin menebal dan melepaskan hujan ringan hingga sedang yang turun secara konstan dalam waktu yang cukup lama (awet)," ujar dia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384835/original/092784500_1793182719-email-attachment_2026_10_28_muhamad-kadafi_judul-bmkg-bali-ungkap-penyebabnya-langit-buleleng-kelabu-sejak-3-hari_1001404359.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384872/original/006482600_1793186785-Screenshot_20261028_160308_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384850/original/043516300_1793184389-1001801653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384758/original/050700200_1793181245-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_16.25.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1700246/original/069104100_1504586129-Tembak-Senjata-Api1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384726/original/094256900_1793180309-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_16.24.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384751/original/050814900_1793180876-IMG-20261028-WA0024.jpg)