Ancaman Pembajakan di Kabin, United Airlines Putar Balik ke Las Vegas

Penerbangan United ke Newark kembali ke Las Vegas usai pesan ancaman pembajakan. Polisi menahan pria 25 tahun. FAA menyelidiki insiden ini.

Septian Deny
Oleh Septian Deny- Reporter
Ancaman Pembajakan di Kabin, United Airlines Putar Balik ke Las Vegas
Ilustrasi pesawat United Airlines 767 (dok. Unsplash/David Syphers)

Penerbangan malam United Airlines rute Las Vegas–Newark, New Jersey, dipaksa putar balik ke Las Vegas pada Sabtu malam setelah muncul pesan berisi ancaman pembajakan saat pesawat mengudara. Informasi awal insiden ini disampaikan menurut APNews, Rabu (28/10/2026).

Kepolisian Las Vegas menyatakan petugas menahan seorang pria berusia 25 tahun setelah menerima laporan adanya "ancaman teroris" di dalam penerbangan pada Sabtu malam. Ia kemudian ditangkap atas tuduhan membuat ancaman atau memberikan informasi palsu terkait aksi terorisme.

Dalam salinan dokumen pengaduan pidana yang dikutip APNews, pria tersebut diduga menuliskan pesan bahwa dirinya akan "membajak pesawat ini" dan "menabrak barisan kursi Anda saja". Dokumen itu tidak merinci bagaimana pesan dikirim atau kepada siapa pesan tersebut ditujukan.

Jika terbukti bersalah, ancaman pidana yang dihadapi berkisar satu hingga 20 tahun penjara. Pengacara yang tercatat mewakilinya belum segera menanggapi permintaan komentar. Sidang perdana untuk mendengar keterangannya dijadwalkan pada Selasa.

Berdasarkan data Flightradar24, pesawat kembali mendarat di bandara Las Vegas kurang dari satu jam setelah lepas landas. United Airlines mengonfirmasi pesawat yang membawa 150 penumpang itu kembali dengan selamat untuk menangani "potensi masalah keamanan". Penerbangan mengalami penundaan semalam dan baru diberangkatkan kembali menuju Newark pada Minggu pagi.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memastikan akan menyelidiki insiden tersebut. Dalam keterangan melalui email kepada The Associated Press, FAA juga menyebut terdapat lebih dari 1.400 insiden yang melibatkan penumpang berperilaku tidak tertib sepanjang 2026 hingga saat laporan itu disampaikan.

Rekomendasi