Mengenal Pejabat Luar Negeri Keturunan Indonesia, dari Menteri hingga Presiden

Keenam tokoh tersebut memiliki latar belakang dan jalur karier yang berbeda.

Muhamad Agil Aliansyah
Mengenal Pejabat Luar Negeri Keturunan Indonesia, dari Menteri hingga Presiden
Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia yang terpilih jadi wali kota di Kanada. (Dok. www.alvintedjo.ca)

Indonesia memiliki diaspora yang tersebar di berbagai negara dan berkiprah di beragam bidang, termasuk politik. Dalam konferensi Diaspora Indonesia pada 2012, Kementerian Luar Negeri mencatat warga Indonesia merantau ke 26 negara.

Dari diaspora tersebut, sejumlah tokoh keturunan Indonesia berhasil menduduki jabatan penting di negara tempat mereka tinggal. Posisi mereka beragam, mulai dari menteri dan kandidat presiden hingga wali kota.

Siapa saja mereka, bagaimana latar belakang keluarganya, dan seperti apa perjalanan politiknya? Berikut enam tokoh keturunan Indonesia yang pernah atau sedang berkiprah di panggung politik luar negeri sebagaimana dirangkum merdeka.com, Rabu (28/10).

Richard Rakotonirina

Richard Rakotonirina merupakan perwira militer Madagaskar berpangkat brigadir jenderal yang memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Kedekatannya dengan Indonesia terlihat dari riwayat pendidikannya di Tanah Air.

Ia pernah mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Sesko AD) di Bandung pada 2000, kemudian mengikuti kursus Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2011. Richard juga menunjukkan ketertarikan terhadap budaya Indonesia dan mempelajari bahasa Indonesia.

Dalam karier militernya, ia pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer Madagaskar.

Hubungan Madagaskar dengan Nusantara memiliki sejarah panjang. Richard menyebut sekitar 70 persen dari 22 juta penduduk Madagaskar kemungkinan memiliki asal-usul dari Nusantara.

Pengakuan Calon Presiden Suriname Keturunan Banyumas
Capres Suriname, Amerika Selatan, Raymond Sapoen diyakini keturunan warga Desa Kanding, Banyumas.

Raymond Sapoen

Raymond Sapoen dikenal luas ketika menjadi kandidat presiden Suriname pada 2015. Ia merupakan generasi kedua keluarga imigran asal Jawa yang dibawa pemerintah kolonial Belanda ke Suriname untuk bekerja di perkebunan pada abad ke-20.

Sapoen mengawali karier sebagai pengacara sebelum terjun ke dunia politik. Ia sempat bergabung dengan Partai Demokrasi Nasional (NDP), lalu berpindah ke Partai Pendawa Lima yang banyak menyasar pemilih keturunan Jawa.

Karier politiknya membawanya menjadi penasihat hukum di Departemen Perencanaan Pembangunan Suriname pada 1996. Tiga tahun kemudian, ia diangkat menjadi Wakil Menteri Pendidikan.

Perjalanan Sapoen memperlihatkan bagaimana keturunan Jawa di Suriname turut mengambil bagian dalam pemerintahan negara di kawasan utara Amerika Selatan tersebut.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia Ahmad Zahid Hamidi (tengah) saat menyaksikan penandatanganan LOI dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Senin (21/4/2025), di DKI Jakarta.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia Ahmad Zahid Hamidi (tengah) saat menyaksikan penandatanganan LOI dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Senin (21/4/2025), di DKI Jakarta. (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Ahmad Zahid Hamidi

Ahmad Zahid Hamidi merupakan politikus senior Malaysia dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), bagian dari koalisi Barisan Nasional. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Malaysia.

Latar belakang keluarganya terhubung dengan Indonesia. Kakeknya berasal dari Kulon Progo, Yogyakarta, sedangkan neneknya berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Keluarganya pindah ke Malaysia setelah sang kakek merantau pada 1932.

Meski lahir dan besar di Malaysia, Zahid tetap mengenal akar keluarganya. Dalam wawancara yang dikutip Astro Awani pada 2 September 2013, ia menyebut banyak warga keturunan Indonesia yang berkarier di pemerintahan Malaysia.

Zahid juga mengungkapkan bahwa dirinya bisa berbahasa Jawa saat menghadiri ramah tamah dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X pada Maret 2013.

Soewarto Moestadja

Soewarto Moestadja merupakan tokoh politik Suriname yang memiliki darah Kebumen, Jawa Tengah. Ia berasal dari keluarga buruh dan melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda setelah menyelesaikan SMA.

Di Universitas Amsterdam, Soewarto mempelajari antropologi budaya. Kariernya sebelum terjun ke politik dimulai sebagai wartawan. Ia juga pernah bekerja di Kementerian Sosial dan Perumahan Rakyat Suriname.

Pengalamannya di bidang pemerintahan mengantarkannya menjadi Menteri Sosial. Pada 2010, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Di luar aktivitas politik, Soewarto turut menjalankan bisnis stasiun televisi swasta. Perjalanan kariernya menunjukkan kiprah keturunan Indonesia dalam pemerintahan Suriname, negara yang memiliki komunitas besar keturunan Jawa.

Yusof Ishak

Yusof Ishak merupakan Presiden pertama Singapura setelah negara tersebut menjadi republik pada 9 Agustus 1965. Ia memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia melalui ayahnya yang berasal dari Minangkabau.

Ayahnya merantau ke negara bagian Perak, Malaysia, ketika masih muda. Sementara itu, Yusof aktif dalam Liga Nasional Federasi Malaya yang memperjuangkan kemerdekaan dari Inggris. Federasi Malaya meraih kemerdekaan pada 1957.

Setelah Singapura berpisah dari Federasi Malaysia pada 1965, Yusof dipercaya menjadi presiden pertama negara tersebut.

Perpisahan Singapura dari Malaysia terjadi di tengah ketegangan politik dan perbedaan pandangan mengenai hubungan antarkelompok etnis. Yusof kemudian menjadi salah satu figur penting dalam masa awal pembentukan negara Singapura.

Warisan Yusof tetap dikenang hingga kini. Potretnya diabadikan pada uang kertas dolar Singapura, termasuk pecahan 1.000 dolar Singapura yang pernah beredar.

Alvin Tedjo

Alvin Tedjo menjadi nama terbaru dalam daftar tokoh keturunan Indonesia yang meraih jabatan politik di luar negeri. Ia terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, pada Senin (26/10), setelah mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie.

Berdasarkan penghitungan sementara Pemerintah Kota Mississauga, Alvin memperoleh 74.479 suara. Parrish meraih 51.853 suara, sedangkan Crombie mendapatkan 43.191 suara. Meski seluruh tempat pemungutan suara telah melaporkan hasilnya, keputusan akhir masih menunggu pengesahan resmi.

Sebanyak 191.166 warga memberikan suara dalam pemilihan tersebut, dengan tingkat partisipasi 33,9 persen. Dalam pidato kemenangannya, Alvin menyebut hasil itu sebagai keinginan masyarakat untuk menghadirkan perubahan dalam pemerintahan kota.

Orang tua Alvin yang berdarah Tionghoa-Indonesia menetap di Mississauga ketika ia berusia empat tahun. Ia tumbuh di kawasan pusat kota dan mulai aktif berorganisasi sejak SMA, termasuk menjadi ketua organisasi siswa serta anggota komite penasihat pemuda yang memberi masukan kepada wali kota.

Pada pertengahan 1990-an, Alvin bertemu mantan Wali Kota Mississauga Hazel McCallion saat menerima penghargaan Young Citizen of the Year. Menurut Alvin, McCallion pernah mendorongnya untuk terjun ke dunia politik.

Sebelum terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga pada 2022, Alvin bekerja sebagai penasihat dan staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario. Ia kemudian menangani hubungan pemerintahan di Sheridan College selama empat tahun, sebelum bergabung dengan Toronto Metropolitan University sebagai pemimpin bidang strategi dan komunikasi.

Perjalanan politiknya juga mencakup pencalonan sebagai anggota parlemen Provinsi Ontario pada 2018, ketika ia finis di posisi ketiga. Setahun kemudian, ia mengikuti pemilihan pemimpin Partai Liberal Ontario dan meraih 2,7 persen suara.

Pada 2024, Alvin pertama kali mencalonkan diri sebagai wali kota Mississauga dan menempati posisi kedua di bawah Carolyn Parrish.

Dalam pemilihan 2026, pengalaman Alvin yang baru satu periode di dewan kota menjadi sorotan para pesaingnya. Namun, dukungannya meningkat sepanjang kampanye hingga ia berhasil mengungguli Parrish dan Crombie.

Dalam pidato kemenangan, Alvin menyatakan bahwa hasil pemilihan mencerminkan keinginan warga untuk membawa perubahan. Kemenangannya menambah daftar tokoh keturunan Indonesia yang berkiprah di pemerintahan negara lain.

Rekomendasi