Kesempatan mendapatkan operasi katarak belum sepenuhnya mudah dijangkau oleh masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan. Selain ketersediaan fasilitas dan tenaga medis, persoalan biaya hingga akses pelayanan kesehatan masih dapat menjadi hambatan bagi pasien untuk memperoleh penanganan yang dibutuhkan.
Menjawab kebutuhan tersebut, dalam rangka menyambut usia 75 tahun, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui Tolak Angin menggelar bakti sosial operasi katarak gratis untuk 50 pasien asal Rembang dan wilayah sekitarnya, Sabtu (24/10/2026).
Mengusung tema “Tolak Katarak Bersama Tolak Angin”, kegiatan ini dilaksanakan bersama PERDAMI Jawa Tengah dan RS Keluarga Sehat Rembang. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari momentum menyambut HUT PERDAMI dan HUT ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bertema “Bergerak untuk Kemajuan, Berbakti untuk Bangsa”.
Penyerahan bantuan senilai 160 juta dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, kepada Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera dan PT Keluarga Sehat Coverall, dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng, di dampingi oleh Komisaris Utama PT Keluarga Sehat Coverall (KSC) Drs. Herry Poerwanto, serta Direktur RS Keluarga Sehat Rembang dr. H. Irawan Sanjoto Putro, Sp.OG, melalui sambungan daring dari Jakarta.
Di Rembang, kegiatan turut dihadiri perwakilan Sido Muncul, Komisaris PT Keluarga Sehat Coverall (KSC) Angeline Mutiasari, B.Com; Perwakilan Perdami, dr. Priyo, Sp.M; Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, dr. Darmono; Perwakilan Kodim Rembang, Arh Fahrudin, serta pasien yang telah menjalani operasi katarak.
Advertisement
Kolaborasi Panjang Sido Muncul dan PERDAMI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383089/original/075663200_1793069483-20261024_101115.jpg)
Program di Rembang melanjutkan perjalanan panjang Sido Muncul dalam mendukung penanganan katarak. Sejak memulai kerja sama dengan PERDAMI pada 2011, program operasi katarak gratis yang didukung perusahaan telah membantu penanganan lebih dari 57 ribu mata di berbagai daerah Indonesia. Pada tahun ini khususnya, Sido Muncul sudah mengoperasi sebanyak 724 penderita katarak.
Irwan Hidayat mengatakan, program tersebut dilandasi kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan tetapi belum memperoleh akses memadai untuk menjalani operasi.
Selama 15 tahun bekerja sama, menurutnya PERDAMI menjadi mitra penting Sido Muncul dalam mempertemukan dukungan perusahaan dengan keahlian tenaga medis.
"Kepada PERDAMI, terima kasih karena sudah menjadi mitra kami. Kami sudah bekerja sama dengan PERDAMI selama 15 tahun. Bagi kami, dokter-dokter PERDAMI adalah mitra sejati dalam kegiatan operasi katarak ini," katanya.
Tantangan yang ditemui selama perjalanan program pun ikut berubah. Jika sebelumnya masyarakat banyak menahan diri karena takut terhadap tindakan operasi, pengalaman pasien yang berhasil menjalani prosedur perlahan membantu mengikis kekhawatiran tersebut.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384349/original/044144300_1793167399-20261024_100420.jpg)
"Dulu, tantangannya adalah rasa takut. Orang takut matanya dioperasi," ujar Irwan.
Kini, ketika semakin banyak masyarakat bersedia mendapatkan penanganan, persoalan justru bergeser ke terbatasnya penyelenggara serta dukungan pembiayaan.
“Sekarang, tantangannya justru berbeda. Masyarakat yang berminat banyak, tetapi penyelenggara operasi katarak gratis masih terbatas,” ujarnya.
Advertisement
RS Keluarga Sehat Rembang Perluas Pelayanan Kesehatan
Bagi RS Keluarga Sehat Rembang, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk ikut memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera dan PT Keluarga Sehat Coverall, dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng, menyampaikan bahwa operasi katarak gratis ini menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi RS Keluarga Sehat Rembang untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
RS Keluarga Sehat Rembang merupakan cabang keempat dari Keluarga Sehat Group. Usai menyelesaikan proses pembangunan, rumah sakit ini mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang pada 24 Agustus 2026. Selanjutnya, RS Keluarga Sehat Rembang resmi menggelar grand opening pada 9 September 2026.
Benny Purwanto menilai pelaksanaan operasi katarak pada 24 Oktober menjadi momentum yang tepat karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-76 IDI.
Sementara itu Direktur RS Keluarga Sehat Rembang, dr. H. Irawan Sanjoto Putro, Sp.OG, menyampaikan apresiasinya kepada Sido Muncul, PERDAMI Jawa Tengah, Kodim Rembang, serta seluruh pihak yang terlibat.
"Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang berharap program ini dapat membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik, meningkatkan kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup," ujar dr. H. Irawan.
“Pada 24 Oktober ini, kita juga memperingati HUT ke-76 IDI dengan tema ‘Bergerak untuk Kemajuan, Berbakti untuk Bangsa’. Momentum ini sangat tepat untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bersama dokter spesialis mata dari Jawa Tengah dan dokter RS Keluarga Sehat Rembang,” kata Benny.
Sebanyak 50 pasien dari Rembang dan sekitarnya menjalani operasi dalam kegiatan tersebut. Sebagian di antaranya berasal dari Jakenan, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Pati.
Sebagai rumah sakit baru, RS Keluarga Sehat Rembang memiliki kapasitas 100 tempat tidur. Fasilitas yang tersedia meliputi instalasi gawat darurat (IGD), CT scan 128-slice, ruang perawatan, hingga bedah sentral dengan sistem Modular Operating Theater (MOT).
“Rumah sakit ini dilengkapi dengan bedah sentral menggunakan sistem MOT atau Modular Operating Theater, tata udara steril, serta peralatan bedah mata yang canggih,” ujar Benny.
RS Keluarga Sehat Rembang juga didukung 23 dokter spesialis. Layanan unggulannya mencakup trauma center, urologi dengan teknologi endourologi dan laser, bedah minimal invasif melalui endoskopi dan laparoskopi, bedah laser untuk hemoroid, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Keluarga Sehat Group turut mengembangkan digitalisasi menuju konsep smart hospital dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence(AI) dan Internet of Things (IoT).
“Seperti konsep pelayanan di Keluarga Sehat Group lainnya, kami berupaya menghadirkan pelayanan yang nyaman dan humanis dengan fasilitas gedung modern serta layanan unggulan,” kata Benny.
Advertisement
Dari Sosialisasi Babinsa hingga Keberanian Pasien
Operasi katarak gratis tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi hingga ke tingkat masyarakat. Babinsa membantu menyosialisasikan program dan mengajak warga yang membutuhkan agar berani memanfaatkan pelayanan yang tersedia.
Perwakilan Kodim Rembang, Kapten Arh Fahrudin, mengatakan kedekatan Babinsa dengan masyarakat membantu mereka mengenali warga yang mengalami kendala kesehatan.
“Dengan kedekatan Babinsa dengan masyarakat, kami bisa mengajak mereka yang takut berobat atau takut menyampaikan bahwa dirinya sedang sakit,” ujar Fahrudin.
Salah satu yang akhirnya memberanikan diri adalah Karimin, 64 tahun, warga Desa Jurang Jero, Kecamatan Sluke, Rembang. Ia telah mengalami gangguan penglihatan akibat katarak selama sekitar satu tahun.
Sebelumnya, Karimin sempat mempertimbangkan operasi di rumah sakit pemerintah, tetapi rasa takut membuatnya belum mengambil tindakan. Setelah mendapat informasi dan ajakan mengikuti operasi gratis, ia akhirnya datang ke RS Keluarga Sehat Rembang.
“Alhamdulillah, sekarang sudah tidak sakit. Operasinya enak,” kata Karimin.
Ia juga bersyukur karena memperoleh bantuan sehingga tidak harus menanggung sendiri biaya operasi.
“Alhamdulillah, saya dibantu oleh Sido Muncul dan Pak Irwan,” ujarnya.
Kini Karimin masih menjalani masa pemulihan dengan harapan dapat kembali beraktivitas lebih nyaman.
Cerita Karimin menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah kolaborasi. Dukungan perusahaan mungkin menyediakan kesempatan, tenaga medis menghadirkan keahlian, rumah sakit membuka akses pelayanan, sementara aparat dan perangkat desa membantu memastikan informasi sampai kepada masyarakat.
Ketika semua unsur itu bergerak bersama, operasi katarak bukan lagi sekadar sebuah tindakan medis. Bagi pasien yang selama ini hidup dengan pandangan terbatas, kesempatan melihat lebih jelas juga dapat berarti kesempatan untuk kembali mandiri, bekerja, bertemu keluarga, dan menjalani keseharian dengan lebih percaya diri.
Dari ruang operasi di RS Keluarga Sehat Rembang, kolaborasi Sido Muncul, PERDAMI, rumah sakit, tenaga medis hingga masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian dapat menghasilkan perubahan nyata ketika diwujudkan dalam tindakan. Sebab terkadang, sesuatu yang terasa sederhana bagi satu pihak dapat membuka kembali dunia yang jauh lebih luas bagi orang lain.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383090/original/027791900_1793069484-20261024_101517.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355552/original/005701400_1790135642-Ilustrasi_pernikahan_230926_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382978/original/073015900_1793039101-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_4.12.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380481/original/048155500_1792711880-000_D3Y98GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2965309/original/097420700_1573551048-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381194/original/023499700_1792763392-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_17.02.50__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5094055/original/038682400_1736839977-1736837474424_cara-menghilangkan-sariawan-di-bibir.jpg)