Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan hasil penelitian tanaman herbal agar bisa diakses lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, hasil riset yang selama ini tersebar di berbagai jurnal ilmiah perlu dihimpun agar lebih mudah dimanfaatkan, termasuk oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gagasan tersebut disampaikan Irwan saat menjadi pembicara dalam 2nd Ikafari International Conference (IIC) dan 4th International Conference on Health, Technology, and Life Sciences (ICOHELICS) 2026 yang diselenggarakan Ikatan Farmakologi Indonesia (Ikafari). Berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 di Harris Hotel & Convention Solo, konferensi ini menghadirkan pembicara dari Indonesia, Malaysia, Swedia, Taiwan, Rumania, dan Australia, serta dapat diikuti secara virtual melalui Zoom.
Dalam forum ilmiah internasional tersebut, Irwan menjelaskan upaya Sido Muncul membuka akses terhadap hasil penelitian herbal melalui portal digital Sido Herbalpedia. Platform yang dapat diakses secara gratis melalui https://sidoherbalpedia.com ini memuat informasi hasil penelitian mengenai berbagai bahan herbal Indonesia.
"Bahan-bahan jamu itu kan semua sudah ada penelitiannya dan sudah diposting di jurnal-jurnal, ada literatur-literaturnya yang valid. Nah, saya tinggal buat tim," kata Irwan saat menjadi pembicara di Harris Hotel & Convention Solo, Jumat (23/10/2026).
Buka Akses Riset Herbal untuk UMKM
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382977/original/058783300_1793039101-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_4.13.48_PM.jpeg)
Irwan menjelaskan, pengembangan Sido Herbalpedia melibatkan tim dari Sido Muncul, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tim tersebut merangkum hasil penelitian berbasis literature review untuk mendokumentasikan informasi ilmiah mengenai bahan-bahan herbal Indonesia.
Hasilnya, sebanyak 66 bahan herbal, termasuk kunyit dan temulawak, telah didokumentasikan dalam bentuk buku maupun format digital. Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh referensi penelitian yang sebelumnya tersebar di berbagai jurnal ilmiah.
Bagi Irwan, kemudahan mengakses informasi penelitian menjadi salah satu hal penting dalam membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis herbal. Pelaku UMKM tidak harus memulai pencarian referensi dari awal karena informasi mengenai bahan herbal tersebut sudah tersedia.
"Ini kontribusi saya supaya bisa diambil masyarakat, UKM-UKM, masyarakat yang butuh informasi tentang obat herbal. Jadi enggak perlu ngeriset sendiri baru berharga, ini sudah ada risetnya," ujar Irwan.
Ia berharap akses terhadap informasi tersebut dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengembangkan bisnis jamu dan produk berbahan herbal. Dengan begitu, peluang usaha di bidang ini tidak hanya terbuka bagi perusahaan farmasi berskala besar.
"Jadi semua bisa berbisnis setara. Kalau enggak, kan nanti yang bisa berbisnis pabrik farmasi. Saya padahal kita kepingin supaya semua bisa melakukan," tuturnya.
Irwan juga menyinggung perlunya keterbukaan terhadap berbagai pendekatan dalam penelitian. Ia mencontohkan gagasannya untuk mencoba penelitian menggunakan kambing, selain tikus yang lazim digunakan dalam penelitian tertentu.
"Tapi menurut saya di luar itu masih banyak jalan ke Roma. Tadi kan saya terangin tuh nelitinya mesti pakai tikus, saya nyoba pakai kambing, hehehe, ya siapa tahu benar," selorohnya.
Gagasan tersebut menunjukkan pentingnya eksplorasi dalam penelitian. Meski demikian, pemilihan metode dan hewan uji tetap perlu mempertimbangkan tujuan penelitian, rancangan ilmiah, serta ketentuan etika yang berlaku.
Ketua Panitia IC-ICOHELICS 2026, dr. Ratih Puspita Febrinasari, menilai pengalaman Irwan memberikan perspektif mengenai hubungan antara penelitian dan penerapannya di industri.
"Jadi dengan Sido Muncul ini memberi insight baru. Jadi tidak hanya meneliti, tapi sampai akhirnya nanti bisa dipasarkan," kata Ratih.
Menurutnya, pengalaman dari dunia industri dapat memperkaya diskusi ilmiah, terutama mengenai proses pengembangan hasil penelitian hingga berpotensi menjadi produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Advertisement
Bahas Inovasi Klinis dan Farmakologi Bersama Pakar Internasional
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382979/original/096793300_1793039101-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_4.05.08_PM.jpeg)
Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari tersebut mengangkat tema “Advancing Clinical and Pharmacological Innovations to Achieve the SDGs: Tackling Obesity, Metabolic Disorders, and Diabetes for Global Health Equity.” Tema ini menyoroti pengembangan inovasi klinis dan farmakologi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menghadapi obesitas, gangguan metabolik, dan diabetes.
Sejumlah pembicara dari berbagai negara turut membahas penelitian bahan alami, penemuan obat, serta pendekatan penanganan penyakit. Materi yang disampaikan mencakup aspek penelitian ilmiah hingga faktor sosial yang memengaruhi kesehatan masyarakat.
Dari Malaysia, Prof. Sharida Fakurazi, PhD, membawakan materi “Natural Products in Preventive Medicine for Metabolic Disorders: Mechanisms, Efficacy, and Future Perspectives”. Presentasinya membahas produk alami dalam pengobatan preventif untuk gangguan metabolik, termasuk mekanisme, efektivitas, dan prospek pengembangannya.
Prof. Nawi Ng, MD, MPH, PhD, dari Swedia menyampaikan materi “Obesity, Diabetes, and Multimorbidity in Indonesia: Why Social Determinants Must Be at the Centre of NCD Control Strategy”. Pembahasan ini menyoroti obesitas, diabetes, dan multimorbiditas di Indonesia, dengan penekanan pada pentingnya faktor sosial dalam strategi pengendalian penyakit tidak menular.
Sementara itu, A/Prof. Kuei-Hung Lai, PhD, dari Taiwan membawakan materi “Innovations in Natural Product Drug Discovery for Inflammatory and Metabolic Diseases”. Materi tersebut membahas inovasi penemuan obat berbasis produk alami untuk penyakit inflamasi dan gangguan metabolik.
Dari Rumania, Dr. Roxana Gheorghita mempresentasikan “Moringa oleifera: From Functional Nutrition to Translational Biomedical Application in Metabolic Disorders”. Presentasi ini mengulas pemanfaatan Moringa oleifera, mulai dari nutrisi fungsional hingga penerapan biomedis translasi dalam konteks gangguan metabolik.
Anthony Sunjaya, MD, MSc, PhD, dari Australia membawakan materi “Personalising Care for Those with COPD and Cardiometabolic Multimorbidity Through A Treatable Traits”. Pembahasan ini berkaitan dengan pendekatan perawatan yang dipersonalisasi bagi pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK/COPD) dan multimorbiditas kardiometabolik melalui identifikasi karakteristik klinis yang dapat ditangani.
Adapun dari Indonesia, dr. dr. Ratih Dewi Yudhani, MSc, mempresentasikan materi “In Vitro Model of Insulin Resistance: A Recent Update”, yang membahas perkembangan terbaru model in vitro untuk penelitian resistensi insulin.
Kehadiran para pembicara dari berbagai negara mempertemukan perspektif lintas disiplin, mulai dari pemanfaatan bahan alami dan pengembangan obat hingga faktor sosial yang memengaruhi kesehatan. Pertukaran pengetahuan ini menjadi bagian dari diskusi mengenai tantangan kesehatan global dan pengembangan inovasi berbasis bukti ilmiah.
(*)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382978/original/073015900_1793039101-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_4.12.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380481/original/048155500_1792711880-000_D3Y98GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2965309/original/097420700_1573551048-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381194/original/023499700_1792763392-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_17.02.50__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5094055/original/038682400_1736839977-1736837474424_cara-menghilangkan-sariawan-di-bibir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4673581/original/027346000_1701683913-WhatsApp_Image_2023-12-04_at_16.45.42_f2e8e815.jpg)