Tanaman yang tumbuh tinggi, merambat, atau mulai berbuah terkadang membutuhkan penyangga agar batangnya tidak mudah roboh. Namun, kamu tidak harus selalu membeli penyangga baru. Sejumlah benda bekas di rumah bisa dimanfaatkan menjadi penopang tanaman yang fungsional, hemat biaya, dan tetap enak dipandang.
Mulai dari bambu sisa, ranting pohon, kayu bekas, hingga jaring yang sudah tidak terpakai, semuanya bisa diubah menjadi penyangga sesuai kebutuhan tanaman. Selain mengurangi barang yang menumpuk, cara ini juga membantu menata kebun kecil agar terlihat lebih teratur.
Meski menggunakan bahan bekas, penyangga tetap perlu dibuat dengan memperhatikan kekuatan, kestabilan, dan keamanan tanaman. Lantas bagaimana saja cara membuat penyangga tanaman dari benda bekas di rumah yang hemat biaya dan mudah ditiru? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Penyangga Tanaman dari Bambu Sisa
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9357981/original/020569300_1790317447-072cda36-93ea-437a-80a9-8d2ce51c1f33.jpg)
Bambu sisa renovasi, potongan pagar, atau bahan kerajinan yang masih kuat dapat dimanfaatkan menjadi penyangga tanaman. Bahannya relatif ringan, mudah dipotong, dan dapat digunakan untuk menopang tanaman cabai, tomat, terung, serta tanaman lain yang batangnya membutuhkan bantuan.
Cara membuatnya cukup sederhana. Siapkan dua hingga empat batang bambu sesuai ukuran tanaman, kemudian tancapkan ke tanah di sekitar tanaman tanpa merusak akar utamanya. Jika tanaman membutuhkan dukungan lebih luas, susun bambu membentuk segitiga atau persegi, lalu ikat bagian atasnya menggunakan tali yang kuat.
Untuk tanaman yang tumbuh tinggi, tambahkan pengikat pada beberapa bagian batang agar penyangga tidak mudah bergeser. Ikatan sebaiknya cukup longgar supaya tidak menekan atau melukai batang tanaman ketika diameternya bertambah.
Pastikan bambu tidak lapuk, retak, atau memiliki serpihan tajam. Jika digunakan pada pot, sesuaikan panjang bambu dengan ukuran wadah agar penyangga tidak membuat pot kehilangan keseimbangan.
Advertisement
2. Penyangga dari Ranting Pohon yang Kuat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579883/original/067416200_1778117523-Rambatan_dari_Ranting_Pohon_atau_Dahan_Kering.jpg)
Ranting pohon yang jatuh dan masih kokoh dapat digunakan sebagai penyangga alami. Bentuknya yang tidak selalu lurus justru memberikan tampilan rustic atau alami, sehingga cocok untuk kebun bunga, tanaman hias, dan halaman dengan konsep natural.
Pilih ranting yang cukup tebal, kering, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Bersihkan kulit ranting yang mudah terkelupas, kemudian potong bagian ujung yang terlalu runcing. Tancapkan ranting di dekat tanaman dan gunakan tali lunak untuk mengikat batang tanaman secara longgar.
Untuk tanaman berbunga yang memiliki beberapa cabang, kamu bisa menyusun beberapa ranting menyerupai pagar kecil. Cabang-cabang tersebut akan membantu menahan batang agar tidak rebah ke tanah, terutama ketika tanaman tumbuh semakin lebat.
Hindari menggunakan ranting rapuh atau yang menunjukkan tanda serangan hama. Periksa juga kestabilannya secara berkala, terlebih setelah hujan deras atau angin kencang.
Advertisement
3. Penyangga dari Kayu Bekas
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379102/original/012526500_1792574680-Inspirasi_sekat_teras_dari_material_alami_untuk_rumah_mungil_model_sekat_kayu_dan_tanaman_merambat.jpg)
Potongan kayu dari rak lama, peti kayu, atau sisa proyek pertukangan dapat dimanfaatkan untuk membuat penyangga berbentuk A, pagar mini, atau rangka persegi. Model ini cocok untuk tanaman sayur, bunga berbatang panjang, dan tanaman merambat yang membutuhkan struktur lebih kokoh.
Pertama, pilih kayu yang tidak lapuk dan tidak mudah patah. Potong beberapa bagian sesuai kebutuhan, lalu susun menjadi bentuk yang diinginkan. Untuk rangka sederhana, gunakan dua batang panjang sebagai kaki dan satu batang melintang sebagai penghubung. Sambungkan dengan sekrup atau pengikat yang sesuai agar struktur tidak mudah bergoyang.
Jika ingin membuat penyangga untuk tanaman merambat, tambahkan beberapa bilah kayu secara horizontal sehingga sulur tanaman memiliki tempat untuk berpegangan. Pastikan jarak antarbilah sesuai dengan ukuran tanaman dan tidak terlalu lebar.
Jangan menggunakan kayu yang sudah rapuh, penuh jamur, atau memiliki paku berkarat yang menonjol. Apabila kayu bekas berasal dari bahan yang pernah diberi cat atau bahan pengawet, pastikan penggunaannya aman untuk lingkungan tanaman, terutama jika dipakai pada kebun sayur konsumsi.
Advertisement
4. Penyangga Tanaman Merambat dari Jaring Bekas
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338508/original/073874100_1788331782-dcf6ca72-0e1e-4343-a0f0-233b58efdfcd.jpg)
Jaring bekas yang masih kuat, seperti jaring taman atau jaring penopang tanaman, dapat diubah menjadi tempat rambatan untuk kacang panjang, mentimun, tanaman hias merambat, dan beberapa jenis sayuran lainnya.
Siapkan dua atau lebih tiang dari bambu atau kayu bekas. Tancapkan tiang pada kedua sisi area tanam, kemudian rentangkan jaring di antaranya. Ikat setiap sisi dengan kuat agar jaring tidak melorot ketika tanaman mulai merambat dan menghasilkan buah.
Untuk tanaman yang menghasilkan buah cukup berat, gunakan jaring dengan bahan yang kuat dan ukuran lubang yang sesuai. Periksa juga kemampuan tiang menahan beban. Jika diperlukan, tambahkan tiang tengah untuk mengurangi kemungkinan jaring melengkung.
Pastikan jaring tidak memiliki kawat tajam, bagian yang terurai, atau lubang yang berpotensi menjebak hewan kecil. Jaring yang sudah rapuh sebaiknya tidak digunakan karena bisa putus ketika tanaman semakin lebat.
Advertisement
5. Penyangga dari Kawat Bekas yang Masih Layak
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7007569/original/096324400_1779779335-Rambatan_Vertikal_di_Dinding_Rumah.jpeg)
Kawat bekas yang masih kuat dapat dibentuk menjadi lingkaran, lengkungan, atau rangka sederhana untuk menopang tanaman. Bahan ini dapat digunakan pada tanaman hias, tanaman berbunga, maupun tanaman merambat dengan kebutuhan penyangga ringan.
Untuk membuat model lingkaran, bentuk kawat menjadi cincin dengan diameter yang sesuai. Pasang beberapa batang penopang di sekelilingnya, lalu hubungkan cincin tersebut agar menjadi rangka yang stabil. Letakkan penyangga di sekitar tanaman sebelum batang tumbuh terlalu lebat supaya pemasangannya tidak merusak bagian tanaman.
Jika ingin membuat lengkungan untuk tanaman merambat, gunakan kawat yang cukup lentur tetapi tidak mudah berubah bentuk. Pastikan kedua ujungnya tertanam atau terikat dengan kuat. Bagian ujung kawat yang tajam harus dilipat atau ditutup agar tidak melukai tangan dan tanaman.
Jangan menggunakan kawat berkarat parah atau kawat yang memiliki ujung tajam terbuka. Untuk tanaman yang menghasilkan buah berat, kawat tipis bukan pilihan ideal karena bisa melengkung atau putus saat menerima beban.
Advertisement
6. Penyangga dari Botol Plastik Bekas
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9301672/original/008299000_1784511973-3b3ec5c5-4d6d-49e4-935c-aa3d5c9cc8c7.jpg)
Botol plastik bekas berukuran besar bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari penyangga ringan atau pelindung tambahan untuk tanaman muda. Cara ini cocok untuk kebun rumahan yang memiliki banyak botol bekas dan membutuhkan solusi sederhana.
Cuci botol hingga bersih, lepaskan labelnya, lalu potong bagian yang diperlukan menggunakan alat yang sesuai. Salah satu cara yang mudah adalah memanfaatkan badan botol sebagai selubung pelindung untuk tiang kecil dari bambu atau kayu bekas. Selubung ini dapat membantu mengurangi gesekan langsung antara tali dan permukaan tiang pada bagian tertentu.
Untuk tanaman kecil, botol juga dapat dijadikan penanda lokasi tiang penyangga atau pelindung sederhana dari gangguan ringan. Namun, botol plastik biasa tidak cukup kuat jika digunakan sendirian untuk menopang tanaman merambat atau tanaman berbuah berat.
Pastikan tidak ada sisi potongan yang tajam. Jangan menutup tanaman dengan botol secara rapat dalam waktu lama karena panas dan kelembapan yang terperangkap dapat mengganggu pertumbuhannya. Gunakan plastik hanya sesuai fungsi dan kondisi lingkungan tanaman.
Advertisement
7. Penyangga dari Rak Bekas yang Sudah Tidak Terpakai
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350081/original/069833400_1789556884-a97f6e5b-3157-4b98-8945-e3b8f9489bce.jpg)
Rak logam atau rak kayu lama dapat dimanfaatkan menjadi penyangga untuk tanaman rambat maupun tanaman pot. Cara ini cukup praktis karena rak biasanya sudah memiliki beberapa tingkat atau rangka yang bisa digunakan tanpa perlu banyak perubahan.
Periksa kondisi rak terlebih dahulu. Pastikan kaki-kakinya masih kokoh, sambungan tidak longgar, dan permukaannya tidak memiliki bagian tajam. Jika rak hanya membutuhkan sedikit perbaikan, kencangkan sambungan dan bersihkan kotoran yang menempel sebelum digunakan.
Letakkan rak di dekat tanaman merambat atau susun pot di bagian yang sesuai dengan kebutuhan cahaya setiap tanaman. Untuk tanaman rambat, arahkan sulurnya secara perlahan ke bagian rangka yang dapat dijadikan pegangan. Gunakan ikatan lunak jika tanaman belum mampu menempel sendiri.
Rak tinggi perlu ditempatkan pada permukaan yang rata dan stabil agar tidak mudah terguling. Hindari membebani bagian atas secara berlebihan, terutama jika rak sudah tua atau akan digunakan di halaman yang sering terkena angin.
Advertisement
8. Penyangga dari Pipa PVC Bekas yang Masih Layak
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537487/original/005520000_1774424966-2.jpg)
Potongan pipa PVC bekas yang masih bersih dan utuh dapat digunakan sebagai tiang penyangga tanaman. Bahannya ringan dan tidak mudah lapuk akibat kelembapan, sehingga dapat menjadi alternatif untuk kebun pot atau area tanam kecil.
Pilih pipa yang tidak retak dan tidak pernah digunakan untuk mengalirkan bahan kimia berbahaya. Potong sesuai panjang yang dibutuhkan, lalu tancapkan pada tanah di sekitar tanaman. Untuk membuat rangka yang lebih stabil, hubungkan beberapa potongan menggunakan sambungan yang sesuai atau ikat pada bilah penyangga dari bambu.
Pipa PVC yang berdiameter kecil dapat digunakan untuk menopang tanaman ringan, sedangkan rangka yang lebih besar membutuhkan pipa dan sambungan yang sesuai dengan beban. Untuk tanaman merambat, tambahkan tali atau jaring di antara tiang agar sulurnya memiliki tempat untuk tumbuh.
Pastikan pipa tertanam cukup kuat dan tidak mudah bergeser. Jika digunakan di lokasi yang terkena matahari langsung, periksa kondisinya secara berkala karena paparan cuaca dapat membuat sebagian bahan plastik menua dan menjadi rapuh.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membuat Penyangga Tanaman dari Benda Bekas di Rumah
1. Barang bekas apa saja yang bisa dijadikan penyangga tanaman?
Bambu sisa, ranting pohon yang kuat, kayu bekas, jaring lama, kawat yang masih layak, rak bekas, dan pipa PVC dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan tanaman. Botol plastik juga bisa digunakan untuk fungsi pendukung, tetapi umumnya tidak cukup kuat sebagai penyangga utama.
2. Bagaimana cara membuat penyangga tanaman yang murah?
Gunakan bahan yang sudah tersedia di rumah, seperti bambu sisa atau ranting yang masih kokoh. Susun menjadi tiang atau rangka sederhana, lalu gunakan tali yang sesuai untuk mengikat tanaman. Pastikan penyangga cukup kuat untuk menahan beban tanaman saat tumbuh.
3. Penyangga seperti apa yang cocok untuk tanaman tomat dan cabai?
Tanaman tomat biasanya cocok menggunakan tiang bambu atau kayu yang kokoh, terutama ketika mulai berbuah. Tanaman cabai juga dapat menggunakan tiang tunggal sesuai ukuran tanaman. Ikat batang secara longgar dan periksa kestabilan penyangga secara berkala.
4. Apakah tanaman merambat membutuhkan penyangga khusus?
Tanaman merambat membutuhkan struktur yang sesuai dengan cara tumbuhnya. Jaring, rangka bambu, kayu bersilang, atau rak kokoh bisa menjadi pilihan. Untuk tanaman dengan buah berat, pastikan rangka dan sambungannya mampu menahan beban.
5. Bagaimana agar penyangga tanaman tidak mudah roboh?
Tancapkan tiang dengan cukup dalam sesuai kondisi tanah, gunakan rangka yang seimbang, dan tambahkan penguat jika diperlukan. Untuk penyangga tinggi atau tanaman berat, periksa sambungan serta titik tumpu secara berkala agar tidak mudah bergeser.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383050/original/071192400_1793066523-Gemini_Generated_Image_zcdxazcdxazcdxaz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383058/original/053213500_1793067413-Gemini_Generated_Image_j0xc2dj0xc2dj0xc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383032/original/099539900_1793064606-66fa3bbd-98aa-42c0-9cb9-3e531cf32e4d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528646/original/076628100_1773290599-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373408/original/016716900_1791964881-5fd6d0af-37d8-4d2d-808a-066eb9dd44b6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382622/original/030351700_1793003879-Gemini_Generated_Image_pnzekfpnzekfpnze__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316993/original/068572600_1785999123-c150d09c-6b57-4f63-9b9b-207565467042.jpg)