Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi

Sido Muncul bersama Smile Train dan RS Hermina Galaxy menghadirkan operasi sumbing gratis, membuka harapan dan senyum baru bagi anak-anak.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr. (H.C.) Irwan Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp325 juta. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Di balik setiap senyum anak, ada harapan besar yang ingin dijaga orang tua. Namun bagi keluarga dengan anak penyandang sumbing bibir dan langit-langit, perjalanan itu sering kali tidak mudah. Bukan hanya karena tantangan medis yang harus dihadapi sejak dini, tetapi juga karena beban biaya, keterbatasan akses layanan, hingga tekanan psikologis yang kadang datang dari lingkungan sekitar.

Berangkat dari kepedulian itulah, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya Kuku Bima dan Tolak Angin kembali bekerja sama dengan Smile Train Indonesia menggelar bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit gratis bagi 50 pasien di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Industri JamuDdan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr. (H.C.) Irwan Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp325 juta kepada Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati.

Program ini bukan yang pertama. Operasi sumbing bibir gratis telah dijalankan Sido Muncul sejak 2018, bermula dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hingga pertengahan 2026, Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul telah memfasilitasi operasi bagi 774 pasien di berbagai wilayah Indonesia. Di balik angka itu, tersimpan ratusan kisah keluarga yang kembali punya harapan, dan ratusan anak yang mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dengan lebih sehat, lebih percaya diri, dan lebih bahagia.

Ketika Kepedulian Menjadi Panggilan untuk Terus Membantu.

Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr. (H.C.) Irwan Hidayat. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Bagi Irwan Hidayat, kegiatan seperti ini bukan sekadar program sosial perusahaan, melainkan panggilan pribadi untuk memberi manfaat bagi sesama. Dalam sambutannya, ia bercerita panjang tentang pengalaman sakit berat yang pernah dialaminya di masa muda. Dari pengalaman itulah, ia menemukan bahwa salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah ketika bisa membantu orang lain.

Menurutnya, kegiatan sosial yang dijalankan Sido Muncul selama ini, mulai dari operasi katarak, penanganan stunting, hingga operasi sumbing bibir, adalah bagian dari upaya perusahaan untuk terus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Lewat Kuku Bima dan Tolak Angin, kami akan berkomitmen terus untuk melakukan operasi bibir sumbing,” ujarnya.

Irwan mengatakan, setiap kali berjumpa langsung dengan pasien, hatinya selalu tergerak. Apalagi, anak-anak dengan kondisi sumbing bibir dan langit-langit tak hanya mengalami kendala fisik, tetapi juga berisiko menghadapi hambatan psikologis dalam tumbuh kembang mereka.

“Kami bisa merasakan bahwa anak-anak yang menderita sumbing bibir kesulitan untuk makan, berbicara, dan kurang percaya diri terhadap penampilannya. Karena itu, hari ini kami kembali memberikan bantuan operasi sumbing bibir gratis bagi 50 penderita di wilayah Bekasi,” jelasnya.

Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan bantuan kepada orangtua penerima manfaat operasi sumbing bibir dan langit-langit gratis. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan di bidang kesehatan.

“Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari upaya Sido Muncul untuk terus berkontribusi dalam membantu masyarakat dan mendukung penanganan berbagai persoalan kesehatan di Indonesia,” katanya.

“Selain operasi bibir sumbing, kami juga konsisten menjalankan program operasi katarak dan penanganan stunting. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat diikuti oleh perusahaan lain agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.

Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr. (H.C.) Irwan Hidayat didampingi Direktur RS Hermina Galaxy dr. Hardimas, M.Kes., CRP mengunjungi ruang pemulihan pasca operasi para pasien penerima manfaat bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit gratis di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Irwan juga menekankan bahwa komitmen Sido Muncul akan terus berjalan selama ada kesempatan untuk membantu lebih banyak pasien di berbagai daerah.

“Setiap kali kami ditawari, pasti kami mau bersedia,” ucapnya.

Bagi Irwan, kebaikan tidak selalu harus datang dari sesuatu yang besar. Kadang, ia hadir dari kemauan untuk terus membuka pintu bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Membuka Akses Senyum Baru bagi Anak-anak di Seluruh Negeri

Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, menyebut kolaborasi dengan Sido Muncul sebagai salah satu bentuk dukungan yang sangat berarti dan berkelanjutan. Bagi Smile Train, kehadiran mitra seperti Sido Muncul bukan hanya membantu pembiayaan operasi, tetapi juga memperluas harapan untuk anak-anak penyandang bibir sumbing di seluruh Indonesia, termasuk mereka yang tinggal jauh dari kota besar.

Dalam sambutannya, Deasy menjelaskan bahwa tantangan sumbing bibir dan langit-langit di Indonesia masih besar. Ia menyebut setiap tahun ribuan bayi lahir dengan kondisi tersebut, sementara masih banyak keluarga yang belum mengetahui bahwa sumbing adalah kondisi yang bisa diperbaiki melalui operasi.

“Bibir sumbing di Indonesia itu dari 700 kelahiran, 1 bayi pasti lahir dalam kondisi sumbing. Jadi melihat jumlah penduduk di Indonesia, setiap tahun kurang lebih lahir 5.000 sampai 6.000 bayi lahir dalam kondisi bibir sumbing ataupun sumbing langit-langit,” jelasnya.

Karena itu, Deasy menilai penyebaran informasi menjadi sangat penting. Semakin cepat keluarga mengetahui bahwa operasi bisa dilakukan, semakin besar peluang anak untuk tumbuh dengan kualitas hidup yang lebih baik.

“Sebisa mungkin sebelum usia 2 tahun mereka sudah bisa dioperasi. Sehingga bicaranya bisa mendekati normal,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak penyandang sumbing bibir dan langit-langit tetap memiliki hak yang sama untuk hidup layak, bersekolah, bermain, dan tumbuh percaya diri seperti anak lainnya.

“Mereka juga sama seperti anak-anak lain, bahwa mereka juga mempunyai hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, diperlakukan selayaknya anak-anak warga lainnya,” ujarnya.

Bagi Deasy, kehadiran Sido Muncul telah membantu menghadirkan lebih banyak senyum baru bagi anak-anak Indonesia.

“Sido Muncul sendiri sudah memberikan hampir 500 operasi untuk pasien di seluruh Indonesia melalui Smile Train Indonesia,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak malu dan tidak percaya pada mitos yang masih sering mengelilingi kondisi sumbing dan jangan malu kalau mempunyai keluarga yang terlahir dengan kondisi sumbing karena itu bisa segera dioperasi.

Dalam kesempatan itu, Deasy juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Bisa hubungin Smile Train langsung ke nomor handphone saya di 0812-866-4029. Jadi kita akan bantu,” katanya.

RS Hermina Galaxy Siap Menjadi Jembatan Harapan bagi Para Pasien

Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Direktur RS Hermina Galaxy dr. Hardimas, M.Kes., CRP. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Dari sisi rumah sakit, Direktur RS Hermina Galaxy dr. Hardimas, M.Kes., CRP menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Sido Muncul, Smile Train, dan para tenaga medis yang terlibat. Menurutnya, kerja sama seperti ini menjadi sangat penting karena menghadirkan layanan yang benar-benar menyentuh kebutuhan pasien.

“Rumah Sakit Hermina Galaxy sangat mengapresiasi kolaborasi ini, termasuk dengan Smile Train dan para dokter yang membantu adik-adik pasien,” ujarnya.

Ia menegaskan, rumah sakit siap mendukung dari sisi fasilitas maupun tenaga medis, agar pasien mendapatkan penanganan terbaik.

“Dengan niat baik ini, kita beroperasi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pasien bibir sumbing dan langit-langit terbelah. Kita punya spesialis bedah plastik, dokter bedah umum, dan bedah mulut. Insya Allah hasilnya akan lebih baik,” katanya.

Yang menarik, program ini tidak dibatasi hanya untuk pasien dari Bekasi. RS Hermina Galaxy membuka ruang bagi pasien dari berbagai daerah yang membutuhkan bantuan.

“Pasien yang membutuhkan bukan hanya dari sekitar area Bekasi. Dari area mana pun, kalau punya saudara seperti yang disampaikan tadi, diinformasikan ke kami. Nanti kami fasilitasi untuk datang ke sini, dan jelas operasi ini gratis,” ucapnya.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa operasi sumbing bibir dan langit-langit bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga tentang membuka akses yang lebih luas bagi keluarga yang selama ini mungkin merasa tidak punya jalan keluar.

Operasi Sejak Dini Tingkatkan Peluang Anak dengan Bibir Sumbing Tumbuh Optimal

Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Para tenaga medis RS Hermina Galaxy yang membantu kelancaran jalannya bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit gratis bagi 50 pasien di RS Hermina Galaxy, Bekasi. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial, drg. Joni Putra, Sp.BM, mengatakan penanganan bibir sumbing sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terutama dalam kemampuan berbicara.

Menurut drg. Joni, operasi celah bibir idealnya dilakukan saat bayi berusia sekitar tiga bulan. Sementara itu, operasi celah langit-langit dianjurkan pada usia sekitar 18 bulan atau satu setengah tahun.

"Untuk celah bibir, usia ideal operasi adalah sekitar tiga bulan. Sedangkan celah langit-langit idealnya dilakukan saat usia sekitar 18 bulan atau satu setengah tahun. Dengan begitu, ketika anak mulai belajar berbicara, kemampuan bicaranya dapat berkembang lebih baik," ujarnya.

Ia menjelaskan, bibir sumbing umumnya dipengaruhi faktor genetik. Namun, sejumlah faktor lain seperti kondisi kehamilan, trauma, maupun penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya kelainan tersebut.

Joni menambahkan, kelainan bibir sumbing sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin. Dengan deteksi dini, keluarga memiliki waktu untuk mempersiapkan penanganan setelah bayi lahir.

Di Balik Air Mata Orangtua, Ada Harapan Baru untuk Buah Hati

Sido Muncul
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, secara simbolis menyerahkan bantuan paket produk Sido Muncul kepada keluarga pasien Operasi Gratis Sumbing Bibir dan Langit-Langit di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026). 2026 merdeka.com/Gilar Dhani

Di antara wajah-wajah yang hadir pagi itu, ada Pak Eden dan Ibu Komalasari, orang tua bayi asal Bekasi Timur yang juga menjadi bagian dari keluarga penerima manfaat. Bagi mereka, perjalanan menerima kondisi anaknya tidak mudah. Sang ayah mengaku baru mengetahui kondisi sumbing anaknya setelah proses persalinan, meski selama kehamilan sang ibu rutin menjalani pemeriksaan.

“Istri saya sering di USG, tapi enggak pernah ketahuan sama sekali. Tahunya pas lahir aja, pas lahir baru ketahuan,” ujar Eden.

Momen itu menjadi kejutan yang berat bagi keluarga.

“Pertama sih, kaget ya. Yang pertama tahu adalah saya," kenangnya.

Sementara bagi Ibu Komalasari, yang muncul bukan hanya rasa sedih, tetapi juga ketakutan akan pandangan orang lain.

“Sedih gitu, takut jadi omongan orang-orang. Merasa gimana gitu, merasa kecil. Ya kadang sekarang juga masih suka merasa gimana,” ujarnya.

Meski begitu, mereka merasa kehadiran program operasi gratis dari Sido Muncul ini memberi semangat baru. Informasi tentang program tersebut mereka ketahui dari media sosial, dan sejak itu mereka merasa tidak lagi sendirian.

“Ada program ini sangat membantu kita. Kita juga tambah semangat, kayak enggak sendiri lagi,” ujarnya.

Untuk saat ini, operasi anak mereka memang belum bisa dilakukan karena berat badan bayi belum memenuhi syarat minimum. Namun mereka tetap menunggu dengan harapan besar.

Di tengah segala kekhawatiran itu, rasa syukur tetap menguat ketika melihat ada begitu banyak pihak yang hadir untuk membantu.

“Alhamdulillah terima kasih buat Sido Muncul dan Smile Train, terima kasih banyak. Buat para dokter juga, terima kasih banyak,” ujarnya.

Senyum Baru untuk Anak Indonesia, Kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Hadir lewat Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi
Para tenaga medis RS Hermina Galaxy yang membantu kelancaran jalannya bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit gratis bagi 50 pasien di RS Hermina Galaxy, Bekasi. (merdeka.com/N.I.Tessar)

Saat Kolaborasi Melahirkan Senyum dan Masa Depan yang Lebih Baik

Kolaborasi antara Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul, Smile Train Indonesia, serta RS Hermina Galaxy menunjukkan bahwa kepedulian yang dijalankan secara konsisten bisa menghadirkan dampak yang sangat nyata. Bukan hanya dalam bentuk bantuan dana atau kegiatan seremonial, tetapi dalam bentuk kesempatan hidup yang lebih baik bagi anak-anak penyandang sumbing bibir dan langit-langit.

Di balik ruang operasi, ada masa depan yang sedang diperjuangkan. Ada anak-anak yang kelak bisa makan lebih baik, berbicara lebih jelas, tumbuh lebih percaya diri, dan menjalani hidup tanpa rasa malu. Ada pula orang tua yang perlahan kembali punya harapan.

Ketika dunia sering bergerak cepat dan sibuk dengan begitu banyak hal, program seperti ini mengingatkan bahwa kepedulian yang sederhana sekalipun bisa menjadi sangat berarti. Dan bagi Sido Muncul, komitmen untuk terus hadir di tengah kebutuhan masyarakat tampaknya bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata yang terus dijalankan, satu senyum baru dalam satu waktu.

Rekomendasi