Kenapa Lumut Cepat Tumbuh di Dinding Kolam? Ternyata Ada Banyak Faktor

Kenapa lumut cepat tumbuh di dinding kolam? Kenali berbagai faktor yang membuat alga mudah tumbuh dan menempel.

Ricka Milla Suatin
Oleh Ricka Milla Suatin - Reporter
Kenapa Lumut Cepat Tumbuh di Dinding Kolam? Ternyata Ada Banyak Faktor
Kenapa Lumut Cepat Tumbuh di Dinding Kolam (AI Generated)

Dinding kolam yang awalnya bersih bisa berubah kehijauan hanya dalam beberapa waktu, terutama jika kolam terus-menerus terkena air dan sinar matahari. Kondisi tersebut sering membuat pemilik kolam bertanya-tanya, kenapa lumut cepat tumbuh di dinding kolam meski air terlihat cukup bersih.

Dalam banyak kasus, lapisan hijau yang biasa disebut “lumut” pada dinding kolam dapat berupa alga atau komunitas periphyton yang tumbuh pada permukaan terendam. Periphyton merupakan komunitas berbagai organisme, terutama alga dan mikroorganisme lain, yang hidup menempel atau berada pada permukaan di dalam air. Pertumbuhannya dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi lingkungan, termasuk cahaya, ketersediaan nutrisi, suhu, pergerakan air, dan kondisi permukaan tempat organisme tersebut tumbuh.

Selain itu, apalagi alasan kenapa lumut cepat tumbuh di dinding kolam? Jawabannya telah dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Kamis (10/9).

1. Dinding Kolam Mendapat Banyak Sinar Matahari

Ilustrasi paparan sinar matahari
Serum wajah dapat membantu menghindari risiko kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar UV. (Foto: Pexels/Lukas)

Sinar matahari menjadi salah satu alasan utama alga mudah tumbuh di permukaan kolam. Alga yang menempel pada permukaan membutuhkan cahaya untuk melakukan fotosintesis, sehingga dinding kolam yang mendapatkan paparan cahaya cukup dapat menjadi tempat yang mendukung pertumbuhannya.

Kolam yang berada di area terbuka dan terkena matahari sepanjang hari memiliki kondisi yang lebih mendukung dibandingkan kolam yang teduh. Semakin banyak cahaya yang tersedia pada permukaan terendam, semakin besar peluang alga menempel dan berkembang di sana.

Hal ini juga menjelaskan mengapa bagian dinding kolam yang terkena cahaya biasanya lebih cepat berubah warna menjadi hijau atau kecokelatan. Jadi, paparan matahari bukan sekadar membuat kolam terasa lebih panas, tetapi juga menyediakan energi yang dibutuhkan alga untuk tumbuh.

2. Air Kolam Mengandung Nutrisi yang Mendukung Pertumbuhan Alga

Ketersediaan nitrogen dan fosfor menjadi faktor penting dalam pertumbuhan alga. Kedua unsur tersebut merupakan nutrisi yang dibutuhkan organisme air dan ketika jumlahnya berlebihan, pertumbuhan alga dapat meningkat secara signifikan.

Nutrisi tersebut dapat masuk ke kolam melalui berbagai sumber, termasuk limpasan dari area sekitar, pupuk, kotoran hewan, sisa bahan organik, hingga material yang terbawa air hujan. Ketika nutrisi terus bertambah sementara tidak cukup terkontrol, kondisi air menjadi semakin mendukung pertumbuhan alga.

Pada kolam yang dindingnya menjadi tempat tumbuh alga, nutrisi yang tersedia di lingkungan air juga dapat dimanfaatkan oleh komunitas alga yang menempel pada permukaan. Penelitian mengenai attached algae menunjukkan bahwa ketersediaan nitrogen dan fosfor sangat memengaruhi produktivitas alga yang hidup menempel.

3. Sirkulasi Air Kurang Baik

Tips Membuat Kolam Ikan yang Tidak Jadi Sarang Nyamuk
Pasang Filter dan Pompa Air dengan Sirkulasi yang Baik. Foto: AI Generated

Kolam dengan pergerakan air yang rendah juga lebih mudah mengalami penumpukan nutrisi, sedimen, dan partikel organik. Air yang bergerak lambat atau cenderung tergenang membuat berbagai material tersebut lebih lama berada di dalam sistem kolam sehingga kondisi untuk pertumbuhan alga menjadi lebih mendukung.

Kondisi ini dapat terjadi pada kolam yang tidak memiliki sirkulasi memadai atau bagian tertentu yang aliran airnya sangat lemah. Area yang jarang mengalami pergerakan air juga dapat menjadi tempat yang lebih mudah bagi lapisan alga untuk terbentuk dan bertahan.

Sirkulasi bukan berarti harus membuat air bergerak sangat deras. Intinya, pergerakan air yang cukup membantu mengurangi kondisi stagnan dan menghambat penumpukan material yang dapat mendukung pertumbuhan berlebihan.

4. Air Kolam Cenderung Hangat

Suhu air juga termasuk faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan alga. Berbagai faktor fisik dan kimia, termasuk suhu air, cahaya, kandungan nutrisi, dan perubahan aliran, diketahui berperan dalam pertumbuhan alga di perairan.

Kolam yang dangkal dan berada di bawah paparan matahari langsung lebih mudah mengalami pemanasan dibandingkan kolam yang lebih dalam atau terlindung. Kombinasi air yang hangat, banyak cahaya, dan tersedianya nutrisi dapat menciptakan kondisi yang semakin mendukung pertumbuhan organisme air.

Penn State Extension juga menjelaskan bahwa kolam dangkal yang kaya nutrisi, banyak terkena sinar matahari, serta memiliki sedikit aliran air dapat dipenuhi alga dan tanaman air. Artinya, suhu bukan satu-satunya penyebab, tetapi dapat menjadi bagian dari kombinasi kondisi yang membuat pertumbuhan alga semakin cepat.

5. Banyak Daun dan Bahan Organik Masuk ke Kolam

Cara Membuat Kolam Mini Natural dengan Lumut dan Batu Kali dari Galon Bekas
Cara Membuat Kolam Mini Natural dengan Lumut dan Batu Kali dari Galon Bekas (AI Generated)

Daun yang jatuh, rumput, sisa tanaman, kotoran hewan, dan bahan organik lain yang masuk ke kolam tidak selalu langsung hilang. Material tersebut dapat mengalami penguraian dan berkontribusi terhadap penambahan nutrisi di dalam air.

Salah satu sumber penyuluhan perguruan tinggi menjelaskan bahwa nitrogen dan fosfor yang mendukung pertumbuhan alga dapat berasal dari pupuk maupun material mati atau membusuk seperti daun dan potongan rumput.

Karena itu, kolam yang berada dekat pepohonan atau area yang banyak menghasilkan bahan organik perlu lebih sering dibersihkan. Bukan semata-mata karena daun tersebut membuat kolam terlihat kotor, tetapi juga karena penumpukan material organik dapat ikut menyediakan nutrisi yang mendukung pertumbuhan alga.

6. Permukaan Dinding Menjadi Tempat Alga Menempel

Alga tidak selalu hidup sebagai lapisan yang mengambang di permukaan air. Sebagian alga dapat tumbuh langsung pada permukaan yang terendam dan membentuk lapisan tipis atau biofilm yang menempel pada dinding, batu, dan berbagai substrat lainnya.

Begitu lapisan awal terbentuk, permukaan tersebut dapat menjadi tempat bagi organisme lain untuk ikut berkembang. Komunitas yang terbentuk kemudian dapat terlihat sebagai lapisan licin, hijau, cokelat, atau seperti lumut pada dinding kolam.

Permukaan yang kasar juga dapat memberikan celah bagi sebagian alga untuk bertahan dari gangguan fisik. Kajian mengenai attached algae menunjukkan bahwa permukaan kasar dapat menyediakan ruang perlindungan bagi sel alga yang menempel erat sehingga dapat tumbuh kembali dengan cepat.

7. Kolam Mengalami Penumpukan Sedimen dan Nutrisi

Taman Minimalis dengan Kolam Mini
Taman Minimalis dengan Kolam Mini/Ide Desain Halaman Belakang Rumah Sempit Jadi Taman Mini Hijau (Sumber: AI Generated)

Seiring waktu, kolam dapat mengumpulkan sedimen dan nutrisi dari lingkungan di sekitarnya. Proses tersebut dapat berlangsung secara alami, tetapi berbagai aktivitas di sekitar kolam juga dapat mempercepat masuknya nutrisi dan sedimen ke dalam air.

Ketika sedimen semakin banyak, kedalaman efektif kolam dapat berkurang sehingga proporsi air yang dapat ditembus cahaya menjadi lebih besar. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat semakin mendukung pertumbuhan tanaman air dan alga.

Karena itu, masalah lumut pada dinding kolam tidak selalu hanya berasal dari dindingnya. Kondisi seluruh ekosistem kolam, mulai dari kualitas air, paparan cahaya, sedimen, nutrisi, hingga sirkulasi, ikut menentukan seberapa cepat lapisan alga terbentuk.

Jadi, Kenapa Lumut Cepat Tumbuh di Dinding Kolam?

Tambahkan Bahan Alami Pencegah Alga
Tambahkan Bahan Alami Pencegah Alga/Trik Membersihkan Kolam Ternak Ikan Tanpa Menguras (Sumber: AI Generated)

Jika dirangkum, kenapa lumut cepat tumbuh di dinding kolam biasanya bukan karena satu penyebab saja. Paparan sinar matahari, nutrisi berlebih, air yang kurang bergerak, suhu yang mendukung, serta masuknya daun dan bahan organik dapat saling berkaitan dalam menciptakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan alga.

Dinding kolam yang terus terendam juga menyediakan permukaan tempat alga dan periphyton menempel. Selama cahaya dan nutrisi masih tersedia, lapisan tersebut dapat terbentuk kembali setelah dibersihkan.

Karena itu, menjaga dinding kolam tetap bersih sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan menggosok lapisan hijau yang terlihat. Mengurangi sumber nutrisi, membersihkan bahan organik yang masuk, serta menjaga sirkulasi air tetap baik dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung pertumbuhan alga berlebihan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kenapa Lumut Cepat Tumbuh di Dinding Kolam

1. Apakah lumut di dinding kolam sebenarnya adalah alga?

Dalam banyak kasus, lapisan hijau yang tumbuh pada dinding kolam merupakan alga atau bagian dari komunitas periphyton yang menempel pada permukaan terendam. Bentuknya dapat menyerupai lumut sehingga sering disebut lumut oleh pemilik kolam.

2. Apakah sinar matahari membuat lumut lebih cepat tumbuh di kolam?

Ya. Cahaya dibutuhkan alga untuk melakukan fotosintesis. Karena itu, dinding kolam yang terus terkena sinar matahari dapat menjadi tempat yang mendukung pertumbuhan alga.

3. Apakah air kolam yang kotor menyebabkan lumut cepat tumbuh?

Air yang mengandung banyak nutrisi, terutama nitrogen dan fosfor, dapat mendukung pertumbuhan alga. Nutrisi tersebut dapat berasal dari pupuk, kotoran hewan, daun, rumput, dan bahan organik lain yang masuk ke kolam.

4. Mengapa dinding kolam yang kasar lebih mudah ditumbuhi lumut?

Permukaan yang terendam dapat menjadi tempat alga menempel dan membentuk lapisan biofilm atau periphyton. Permukaan yang memiliki celah dan tekstur kasar juga dapat membantu organisme yang menempel bertahan dari gangguan fisik.

5. Bagaimana cara mengurangi pertumbuhan lumut di dinding kolam?

Pertumbuhannya dapat dikurangi dengan mengendalikan sumber nutrisi, membersihkan daun dan bahan organik yang masuk, serta menjaga sirkulasi air tetap baik. Mengurangi paparan cahaya langsung pada kolam juga dapat membantu membatasi kondisi yang mendukung pertumbuhan alga.

Rekomendasi