Merawat tanaman hias atau sayur di rumah menjadi hobi yang digemari banyak orang. Namun, di balik keindahan dan kesegaran yang ditawarkan, ada satu masalah umum yang sering menghantui para pegiat tanaman yaitu busuk akar.
Kondisi itu dapat menyebabkan tanaman layu bahkan mati, dan seringkali berakar dari kebiasaan menyiram yang kurang tepat. Busuk akar sendiri merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh patogen jamur.
Jamur ini menyerang bagian akar, membuatnya membusuk dan menghambat penyerapan nutrisi serta air bagi tanaman. Kesalahan dalam menyiram menjadi salah satu pemicu utama yang menciptakan lingkungan ideal bagi jamur tersebut untuk berkembang biak. Berikut Merdeka.com ulas penjelasan lengkapnya, Kamis (10/9/2026).
Advertisement
1. Menyiram Terlalu Sering Tanpa Mengecek Kelembapan Tanah
Menyiram tanaman setiap hari tanpa memeriksa kondisi tanah dapat membuat media tanam terlalu basah. Padahal, tanaman tidak selalu membutuhkan air dalam jumlah yang sama setiap hari. Tanah yang terus-menerus lembap membuat ruang udara di antara media tanam berkurang sehingga akar kesulitan mendapatkan oksigen.
Dalam kondisi tersebut, akar lebih mudah mengalami kerusakan dan membusuk. Sebelum menyiram, periksa kelembapan tanah dengan memasukkan jari sekitar 2–3 cm ke dalam media. Jika masih terasa lembap, sebaiknya tunda penyiraman hingga tanah mulai mengering.
Advertisement
2. Menggunakan Pot Tanpa Lubang Drainase
Pot tanpa lubang drainase atau lubang yang tersumbat dapat menyebabkan air tertahan di sekitar akar. Kondisi ini membuat media tanam terlalu basah dalam waktu lama dan mengurangi sirkulasi udara di dalam tanah.
Akar yang terus terendam air akan lebih rentan mengalami pembusukan. Karena itu, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup dan tidak tertutup oleh tanah atau akar. Selain itu, pilih media tanam yang memiliki kemampuan mengalirkan air dengan baik agar kelebihan air dapat keluar dan tidak menggenang di dalam pot.
Advertisement
3. Menyiram Tanaman Saat Matahari Terik
Waktu penyiraman juga perlu diperhatikan agar tanaman tidak mengalami masalah. Menyiram ketika matahari sedang terik dapat membuat air menguap lebih cepat sebelum sempat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman. Air yang berada di permukaan daun juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada daun dalam kondisi tertentu.
Waktu yang lebih ideal umumnya adalah pagi atau sore ketika suhu tidak terlalu panas. Dengan memilih waktu yang tepat, air dapat lebih efektif diserap media tanam dan tanaman memiliki kesempatan memperoleh kelembapan yang dibutuhkan tanpa kehilangan air terlalu cepat.
Advertisement
4. Menyamakan Kebutuhan Air Semua Tanaman
Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda, sehingga menyiram semuanya dengan frekuensi dan volume yang sama merupakan kebiasaan yang kurang tepat. Kaktus dan sukulen, misalnya, membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan tanaman yang menyukai media lembap.
Jika tanaman yang tahan kering terlalu sering disiram, media tanamnya dapat terus basah dan meningkatkan risiko masalah pada akar. Sebelum menentukan jadwal penyiraman, kenali karakter tanaman, jenis media tanam, ukuran pot, serta kondisi lingkungan. Dengan begitu, jumlah air dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman.
Advertisement
5. Menyiram Terlalu Deras
Menyiram tanaman dengan aliran air yang terlalu kuat dapat mengganggu struktur media tanam. Air yang jatuh terlalu deras bisa membuat permukaan tanah menjadi padat dan mengurangi ruang udara yang dibutuhkan akar.
Selain itu, air mungkin tidak menyebar secara merata sehingga sebagian media terlalu basah, sementara bagian lainnya tetap kering. Sebaiknya gunakan aliran air yang lembut dan siram secara perlahan di sekitar pangkal tanaman. Cara ini membantu air meresap lebih merata hingga ke bagian akar tanpa merusak struktur media tanam.
Advertisement
6. Membiarkan Air Menggenang di Piring Pot
Setelah menyiram hingga air keluar melalui lubang drainase, jangan biarkan kelebihan air terus menggenang di piring atau tatakan pot. Air yang tertahan dapat kembali terserap oleh media tanam dan membuat bagian bawah pot terlalu basah.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengurangi oksigen di sekitar akar dan meningkatkan risiko pembusukan. Karena itu, periksa tatakan setelah menyiram dan segera buang air yang terkumpul. Langkah sederhana ini penting terutama untuk tanaman yang tidak menyukai kondisi media terlalu lembap.
Advertisement
7. Menggunakan Air dengan Suhu Terlalu Ekstrem
Suhu air juga sebaiknya diperhatikan ketika menyiram tanaman. Air yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat membuat tanaman mengalami stres, terutama jika perbedaan suhunya cukup ekstrem dengan kondisi lingkungan. Sebaiknya gunakan air dengan suhu yang lebih mendekati suhu ruang.
Hindari pula menggunakan air bekas rebusan yang masih panas karena dapat merusak akar dan media tanam. Meski suhu air bukan penyebab utama busuk akar, penggunaan air yang sesuai membantu mengurangi stres pada tanaman dan mendukung kondisi akar tetap sehat.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Kesalahan Menyiram Tanaman
Apa penyebab utama akar tanaman cepat busuk?
Akar tanaman dapat cepat busuk akibat penyiraman berlebihan, tanah yang terus lembap, drainase buruk, serta air yang menggenang di sekitar akar. Kondisi tersebut mengurangi oksigen dalam media tanam dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur penyebab busuk akar.
Bagaimana cara mengetahui tanaman terlalu banyak air?
Tanda yang dapat muncul antara lain tanah selalu basah, daun menguning dan layu, pertumbuhan tanaman melambat, serta muncul bau tidak sedap dari media tanam. Jika diperiksa, akar yang mengalami pembusukan biasanya berwarna lebih gelap dan terasa lembek.
Kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman?
Pagi atau sore umumnya menjadi waktu yang lebih baik untuk menyiram tanaman karena suhu tidak setinggi siang hari. Namun, kebutuhan penyiraman tetap perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi tanah, ukuran pot, dan lingkungan tempat tanaman tumbuh.
Bagaimana cara menyiram tanaman agar akar tetap sehat?
Periksa kelembapan tanah terlebih dahulu, kemudian siram perlahan hingga air membasahi media secara merata dan keluar melalui lubang drainase. Setelah itu, buang air yang menggenang di tatakan pot dan hindari menyiram kembali sebelum tanah membutuhkan air.