Di Sidang Korupsi Haji, Jaksa KPK Putar Video Pidato Jokowi

Video pidato Jokowi tersebut diputar saat jaksa memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Dimas Ramadhan Wicaksana
Di Sidang Korupsi Haji, Jaksa KPK Putar Video Pidato Jokowi
Jaksa KPK Putar Video Pidato Jokowi di Sidang Korupsi Kuota Haji Tambahan

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK memutar video pidato Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam sidang dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024.

Video tersebut diputar saat jaksa memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Dalam video itu, Jokowi menyampaikan Indonesia memperoleh tambahan kuota haji sebanyak 20.000 jemaah dari pemerintah Arab Saudi.

Jokowi mengatakan tambahan kuota tersebut berkaitan dengan panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia.

“Telah bertemu dengan Kerajaan Arab Saudi. Saya menyampaikan apa adanya bahwa antrean haji di Indonesia sangat panjang, bahkan ada yang harus menunggu 47 tahun, sehingga Indonesia membutuhkan tambahan kuota haji,”

Jokowi kemudian menyebut permintaan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah Arab Saudi.

“Alhamdulillah, ditanggapi sangat positif dan kurang dari 12 jam, komitmen tambahan kuota haji langsung diberikan paling tidak 20.000 untuk tahun depan,”

Setelah video diputar, jaksa mengonfirmasi kepada Dito mengenai pengumuman Jokowi tersebut.

“Bapak Presiden mengumumkan secara terbuka bahwa Indonesia mendapatkan kuota tambahan 20.000. Betul, kan begitu?”

“Betul,” jawab Dito.

Dito diketahui turut hadir dalam pertemuan Jokowi dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pada akhir 2023.

Dalam persidangan, dia mengatakan pembahasan antara kedua pemimpin negara tidak hanya berkaitan dengan kuota haji, tetapi juga mencakup sejumlah sektor lain.

“Yang saya tahu memang dari raja menawarkan dan memberikan untuk tambahan. Tapi tidak hanya sebatas kuota, ada berbagai sektor lain ya seperti investasi dan perdagangan lainnya,” kata Dito.

 

Jaksa Cecar Awal Mula Dapat Kuota Haji Tambahan

Jaksa kemudian menggali bagaimana pembahasan mengenai kuota haji tambahan  tersebut muncul dalam pertemuan. Dito mengatakan tidak ada agenda khusus terkait hal itu dan pembicaraan berlangsung saat makan siang.

“Sebenarnya untuk spesifik tidak ada, itu terjadi pada saat makan siang. Pada saat agenda terakhir,” ujarnya.

Dito juga membantah mengetahui bahwa tambahan kuota haji diberikan secara khusus karena panjangnya antrean jemaah di Indonesia.

“Oh, tidak ada. Itu hanya pada saat itu yang saya dengar dan ikuti karena pertemuan sudah selesai,” katanya.

Menurut Dito, Raja Arab Saudi saat itu kembali menanyakan poin-poin yang perlu menjadi fokus konkret dalam pertemuan kedua kepala negara.

“Dari Raja Arab menanyakan kembali kira-kira poin-poin apa saja yang harus menjadi fokus konkrit dari pertemuan kedua pimpinan negara tersebut,” ujar Dito.

Ketika ditanya apakah dirinya ikut dalam pembahasan teknis mengenai tambahan kuota haji, Dito mengatakan tidak. Menurut dia, persoalan tersebut bukan bagian dari kewenangannya.

“Tidak ikut, karena itu bukan ranah kami,” katanya.

Rekomendasi