​Kondisi Terkini Kebakaran Bukit Teletubbies Bromo

Api di Bukit Teletubbies Bromo belum padam akibat angin kencang. BMKG sebut peluang hujan kecil. Sebagian akses wisata ditutup dan dibatasi.

Hermawan Arifianto
Oleh Hermawan Arifianto - Reporter
​Kondisi Terkini Kebakaran Bukit Teletubbies Bromo
Bukit Teletubbies Bromo terbakar

Kebakaran Bukit Teletubbies di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum berhasil dipadamkan. Kobaran api terus menyala dipicu angin kencang di area pegunungan dan mengancam ekosistem sekitar.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS (BBTNBTS), Bambang Suriyono, menyebut konsentrasi titik api saat ini berada di Gunung Watangan, wilayah yang juga dikenal sebagai Bukit Teletubbies, secara geografis masuk Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Masih terbakar, titik api berpusat di Gunung Watangan," kata Bambang Suriyono, Jumat (11/9/2026).

Risiko perluasan kebakaran meningkat karena embusan angin di sekitar Gunung Bromo sangat kuat. Upaya pemadaman juga tidak terbantu karena operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan di Jawa Timur telah berakhir sejak Rabu (9/9/2026).

Prakirawan BMKG Karangploso, Retno Wulandari, menjelaskan peluang pembentukan awan hujan di kawasan Bromo masih minim dalam beberapa hari ke depan.

"Potensi pertumbuhan awan dan curah hujan di kawasan Bromo sampai hari ini masih sangat kecil," kata Retno.

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (10/9/2026) malam. Titik api muncul di area Savana Pengol lalu cepat merembet menuju kawasan Gunung Watangan.

Menanggapi situasi darurat, Balai Besar TNBTS menutup pintu masuk Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, untuk seluruh aktivitas wisata. Namun kawasan Bromo tidak ditutup sepenuhnya; wisatawan masih dapat masuk melalui pintu Wonokitri di Kabupaten Pasuruan dan pintu Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo.

Akses dari kedua pintu tersebut dibatasi ketat hanya sampai kawasan Lautan Pasir.

"Seluruh area Savana Lembah Watangan ditutup total demi keselamatan pengunjung serta kelancaran proses pemadaman," tegas Bambang Suriyono.

Rekomendasi