Program bantuan pangan beras sepanjang 2026 dipastikan mengukir rekor alokasi terbesar sejak pertama kali diluncurkan pada 2023. Kebijakan perlindungan sosial ini diperpanjang atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna menjaga daya beli serta ketahanan pangan masyarakat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa penambahan durasi bantuan hingga Desember 2026 menjadikan alokasi tahun ini mencapai total 8 bulan.
"Berkat direktif Presiden Republik Indonesia, program bantuan pangan beras selama tahun 2026 pecah rekor karena memuat alokasi paling besar dalam setahun sejak diluncurkan pada tahun 2023," kata Amran di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (11/9).
Melalui perpanjangan ini, sebanyak 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) berhak mendapatkan pasokan beras 10 kilogram (kg) setiap bulannya. Secara keseluruhan, kuantitas beras yang akan disalurkan sepanjang 2026 mencapai 2,6 juta ton.
"Ini merupakan bentuk kecintaan Bapak Presiden Prabowo kepada rakyat. Beliau ingin 33,24 juta keluarga yang memang membutuhkan bantalan ekonomi, itu menjadi prioritas pemerintah, agar setiap bulan kebutuhan berasnya dapat terpenuhi," ujar Amran.
Advertisement
Skema Penyaluran dan Target Sasaran
Alokasi bantuan pangan beras 2026 sebelumnya disetujui untuk 5 bulan, yakni Februari–Maret (664 ribu ton) dan Juli–September (997 ribu ton). Dengan instruksi presiden yang menambah alokasi Oktober–Desember (estimasikan 997 ribu ton), total penyaluran genap menjadi 8 bulan.
Rekor baru ini melampaui capaian tertinggi sebelumnya pada 2024, yang menyalurkan 1,9 juta ton beras untuk 22 juta PBP selama 10 bulan.
Untuk pelaksanaan tahap kedua (Juli–September), Bapanas telah menyiapkan anggaran Rp17,52 triliun. Penyediaannya dilakukan secara one-shot atau sekaligus, di mana penerima mengantongi 30 kg beras di bulan berjalan.
Database penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pembaruan BPS per 10 Juli 2026 yang telah disaring Kementerian Sosial. Targetnya difokuskan pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 4—kategori dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
Advertisement
Stabilisasi Harga dan Inflasi
Bapanas optimistis intervensi beras secara masif ini efektif meredam gejolak harga beras di tingkat konsumen sekaligus menjaga laju inflasi tetap terkendali.
Instruksi perpanjangan bantuan ini sebelumnya diputus dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
"Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat tersebut.