6 Tanda Bahaya dalam Hubungan yang Kerap Tak Disadari

Psikiater Lahargo Kembaren SpKJ memaparkan enam red flag hubungan yang perlu diwaspadai sejak pacaran. Ada tanda serius yang tak boleh diabaikan.

Benedikta Desideria
Oleh Benedikta Desideria- Reporter
6 Tanda Bahaya dalam Hubungan yang Kerap Tak Disadari
Ilustrasi pernikahan © Shutterstock.com

Kasus kekerasan dalam relasi kerap mencuat dan menjadi perhatian publik. Karena itu, mengenali Red Flag sejak masa pacaran penting dilakukan, terlebih sebelum melangkah ke pernikahan.

Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, memaparkan enam tanda bahaya yang bisa dikenali lebih awal agar risiko kekerasan dalam hubungan dapat dicegah.

Berikut enam Red Flag pasangan yang perlu diwaspadai menurut penjelasan Lahargo.

  1. Sikap Posesif dan Kontrol Berlebihan

    Pelaku cenderung ingin mengatur hampir semua aspek kehidupan pasangan. "Selalu ingin mengetahui lokasi pasangan, memeriksa ponsel, melarang berteman, atau membatasi hubungan dengan keluarga," jelas Lahargo.

  2. Kecemburuan yang Ekstrem

    Mudah menuduh pasangan berselingkuh tanpa bukti, serta memakai rasa cemburu sebagai alasan untuk mengancam atau mengintimidasi.

  3. Agresif Serta Mengancam

    Perilaku seperti membanting barang, merusak benda, mengancam akan menyakiti pasangan, hingga pernah melakukan kekerasan fisik selama menjalin hubungan.

  4. Abai Terhadap Batasan

    Tidak menghormati batas pribadi pasangan, memaksakan keinginan, atau merasa berhak mengatur kehidupan pasangan. "Sulit menerima penolakan, memaksakan kehendak, dan merasa berhak mengatur kehidupan pasangan," tutur Lahargo.

  5. Manipulasi Secara Psikologis

    Menyalahkan pasangan atas perilaku kasar yang dilakukan sendiri, membuat pasangan merasa bersalah, atau menggunakan ancaman demi mempertahankan hubungan.

  6. Riwayat Kekerasan Berulang

    Pernah melakukan kekerasan terhadap pasangan sebelumnya atau orang lain, membenarkan tindakannya, dan tidak menunjukkan tanggung jawab atas perilaku tersebut.

Ia menekankan bahwa temuan ini bukan label gangguan kepribadian tertentu. "Tanda-tanda tersebut bukan otomatis menunjukkan gangguan kepribadian tertentu. Namun, pola perilaku mengontrol, mengancam, dan melakukan kekerasan merupakan indikator risiko yang harus ditanggapi serius," tutur Lahargo.

Bila dalam hubungan sudah muncul ancaman, intimidasi, kekerasan fisik, atau tindakan mencekik, jangan menganggapnya sebagai luapan emosi sesaat. "Terutama tindakan mencekik, ini merupakan tanda bahaya serius yang berkaitan dengan peningkatan risiko kekerasan fatal dalam hubungan," pesan Lahargo.

Ketika tanda-tanda kekerasan telah terlihat, utamakan keselamatan diri. "Cari dukungan dari orang terpercaya, dan dapatkan bantuan profesional maupun perlindungan hukum sesuai kebutuhan," pungkas Lahargo.

Rekomendasi