Pelarian Dwi Bagus Berakhir di Jombang, Begini Momen Saat Digelandang Polisi

Dwi Bagus Martono ditangkap di Desa Mejoyolosari, Jombang. Ia diseret dari persembunyian, bahkan digotong dan berteriak saat dibawa ke mobil polisi.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta- Reporter
Pelarian Dwi Bagus Berakhir di Jombang, Begini Momen Saat Digelandang Polisi
Penangkapan Dwi Bagus di Jombang

Polisi meringkus Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka pembunuhan istri siri dan anaknya, saat bersembunyi di Desa Mejoyolosari, Kabupaten Jombang. Penangkapan Dwi Bagus menjadi akhir pelariannya usai kasus pembunuhan yang menewaskan DH dan AG terungkap.

Dalam rekaman video yang beredar, Dwi Bagus bersembunyi di sebuah bangunan berdinding kayu. Pria berkaus biru itu tampak tidak berdaya ketika petugas mendatanginya.

Polisi kemudian menyeret Dwi Bagus keluar dari tempat persembunyian. Diduga enggan berjalan, ia digotong dengan tangan dan kaki dipegang. Sepanjang perjalanan menuju mobil polisi, Dwi berulang kali berteriak meminta tolong.

"Borgol-borgol," ucap salah satu polisi.

Kasus yang menjerat Dwi Bagus berkaitan dengan pembunuhan terhadap DH dan AG. Jasad keduanya ditemukan dalam kondisi dibakar dan dimutilasi.

Menurut Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, seperti dikutip dari Liputan6 SCTV, Selasa (27/10/2026), keluarga korban semula mengira keduanya hilang dan melaporkan ke polisi di Madiun.

"Jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor, datang ke Madiun melapor. Ke Polres Madiun Kota untuk melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan itu memang tadinya dipercayai hilang," kata Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur.

Arbaridi menjabarkan, pembunuhan diduga dipicu pertengkaran antara Dwi Bagus dan DH di sebuah hotel di Madiun Kota.

"Karena pertengkaran di sebuah hotel di Madiun Kota. Dibunuh dicekik. Pembunuhannya berantai, dengan cara memabakar dan memotong menggiling," lanjutnya.

Rekomendasi