Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Bobotoh berinisial ARK (16) di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, perwakilan manajemen Persib juga berencana mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.
"Manajemen menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Kepergian almarhum merupakan kehilangan yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan menjadi duka bagi keluarga besar Persib. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," tulis keterangan resmi PT Persib Bandung Bermartabat, Selasa (27/10).
Persib berharap kepolisian mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas diharapkan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Manajemen Persib berharap pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini secara menyeluruh, profesional, dan transparan hingga tuntas, serta memastikan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tulis keterangan tersebut.
PT Persib Bandung Bermartabat juga menyatakan kesiapan untuk mendampingi keluarga korban selama proses hukum berlangsung, sesuai kebutuhan dan kewenangan yang dimiliki.
Di sisi lain, manajemen mengimbau Bobotoh tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian. Bobotoh juga diminta tidak melakukan tindakan balasan terhadap pihak mana pun.
"Persib meyakini sepak bola harus menjadi ruang yang mempersatukan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, rasa hormat, dan persaudaraan. Tidak seharusnya perbedaan dukungan atau rivalitas berujung pada kekerasan dan hilangnya nyawa," tutup keterangan resmi tersebut.
Advertisement
Polisi Tangkap Pembunuh Suporter di Bogor
Polisi sebelumnya menangkap MR, terduga pelaku pembacokan suporter Bogor berinisial ARK (16) usai menonton pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor. Korban meninggal dunia setelah diserang saat perjalanan pulang bersama temannya.
"Tersangka MR ini menggunakan senjata tajam jenis celurit," kata Kasi Humas Polresta Bogor, Ipda Sigit Wahyudi, Senin (26/10/2026).
"Tersangka diduga melakukan pembacokan terhadap korban menggunakan celurit mengenai punggung korban," lanjut Sigit.
Menurut Sigit, korban saat itu berboncengan pulang usai laga. Di tengah perjalanan, MR yang membawa celurit membacok korban.
Setelah beraksi, pelaku membuang celurit ke selokan dan berusaha kabur, sementara korban terjatuh di jalan dan sempat ditolong rekannya.
Sigit menambahkan, penyidik masih mendalami keterangan para saksi dan rangkaian kejadian untuk melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum.
Terkait sangkaan, MR dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. "Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ungkap Sigit.
Polres Bogor menyatakan perkara ini mendapat perhatian serius karena melibatkan anak di bawah umur dan berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kenakalan remaja, tindakan kekerasan secara berkelompok, serta penggunaan senjata tajam dapat berujung pada konsekuensi yang sangat fatal. Bahkan merenggut nyawa dan menghancurkan masa depan generasi muda," tutur Sigit.
Advertisement
Kronologi Pembacokan Suporter Bogor
Kepolisian masih mendalami penyebab tewasnya ARK (16), suporter salah satu klub, yang bersimbah darah usai diserang orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam setelah menonton pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor.
Kapolsek Tamansari, Iptu Eka Duta Beliawan menyatakan belum mengetahui secara terperinci penyebab tewasnya ARK di kawasan Jalan Raya Bogor.
"Luka ada, katanya sih luka dari benda tajam," ujar Eka, Senin (26/10/2026).
Akibat pembacokan, ARK mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya karena sabetan senjata tajam.
"Ada di bagian punggung juga kurang lebih," jelas Eka.
Peristiwa terjadi saat korban dalam perjalanan menuju rumahnya di wilayah Ciapus, Kabupaten Bogor. Di Jalan Raya Jakarta–Bogor, korban disebut dihadang sekelompok orang dan mengalami pengeroyokan.
"Ya kalau untuk informasi di lapangan yang saya dapat, Almarhum ini baru pulang nonton (Pakansari). Pulangnya di cegat sama OTK mungkin dikeroyok atau seperti apa," terang Eka.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382459/original/050629700_1792996625-IMG-20261026-WA0041.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383309/original/086853900_1793081047-Penangkapan_Dwi_Bagus_di_Jombang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380481/original/048155500_1792711880-000_D3Y98GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383685/original/006980300_1793095025-IMG-20261027-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4558770/original/046463200_1693476546-BPH_MIGAS_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383640/original/021904700_1793093500-IMG-20261027-WA0027.jpg)