Tren Kecemasan Pekerja Naik 47%, Ini Kunci Jaga Mental dan Fisik Tetap Aman

Konsultasi kecemasan pekerja di Halodoc naik 47,2 persen. Temukan rahasia menjaga kesehatan mental dan fisik agar terhindar dari burnout lewat penerapan perilaku CERDIK dan pencegahan proaktif.

Auria Setiarum Cahayani
Tren Kecemasan Pekerja Naik 47%, Ini Kunci Jaga Mental dan Fisik Tetap Aman
<p>Ilustrasi stres, depresi, anxiety, lelah bekerja. (Photo By Unsplash)</p>

Tekanan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika dunia kerja modern semakin berdampak nyata pada kesehatan mental para pekerja. Banyak individu yang berjuang menghadapi beban stres harian, tetapi bingung bagaimana menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental agar tidak berujung pada burnout.  

​Fenomena ini terbukti dari data platform layanan kesehatan Halodoc yang mencatat lonjakan konsultasi terkait gangguan kecemasan (anxiety) sebesar 47,2 persen pada semester I-2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental kini semakin mendesak untuk direspon secara nyata.  

Kesehatan Mental Berdampak Langsung pada Fisik

CEO dan Co-Founder Halodoc, Jonathan Sudharta, menekankan pentingnya menyadari keterkaitan erat antara kondisi psikologis dan kesehatan fisik seseorang. Tekanan emosional atau stres pekerjaan yang tidak dikelola dengan baik pada akhirnya dapat memicu berbagai keluhan fisik pada tubuh.  

Jonathan menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kesehatan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari mengenali batas kemampuan diri hingga berani mencari bantuan profesional. Menjaga kesehatan mental serta fisik bukan sekadar penyelesaian masalah sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.  

"Kepedulian terhadap kesehatan ini pun perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari mengenali kondisi diri hingga mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan. Karena pada akhirnya, menjaga kesehatan merupakan investasi untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.”

Terapkan Pola Perilaku CERDIK

Menghadapi tingginya risiko stres dan penanganan kesehatan di tempat kerja, pergeseran pola pikir dari sekadar mengobati saat sakit menjadi tindakan pencegahan proaktif (proactive care) sangat diperlukan. Pekerja diimbau untuk tidak menunggu tubuh ambruk baru mulai mempedulikan kesehatan.  

​Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa ketahanan diri dapat dibangun melalui kebiasaan harian sederhana. Salah satunya dengan menerapkan prinsip CERDIK, yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik. 

"Namun, upaya ini perlu didukung literasi kesehatan yang baik, lingkungan yang kondusif, serta akses layanan kesehatan yang bermutu agar masyarakat mampu menjaga kesehatan dan tetap produktif dalam jangka panjang," katanya.

Pentingnya Lingkungan Kerja yang Resilien

Press Conference Zurich Indonesia
Press Conference Zurich Indonesia yang menghadirkan Edhi Tjahja Negara sebagai Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. Dan Musi Samosir merupakan Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Selasa (3/11) di Jakarta.

Langkah pencegahan di tingkat individu ini juga memerlukan dukungan penuh dari tempat kerja. Country Manager Zurich Indonesia dan Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, menegaskan bahwa membangun ketahanan tenaga kerja bukan lagi sekadar inisiatif tambahan dari departemen sumber daya manusia.  

​Ketika perusahaan turut mendukung kesehatan fisik, mental, sosial, hingga finansial karyawan, pekerja tidak hanya terhindar dari burnout, tetapi juga menjadi lebih siap menghadapi berbagai perubahan di dunia kerja. Melalui perayaan 35 tahun kehadirannya di tanah air, Zurich berkomitmen mendorong ekosistem kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan.  

"Ke depan, perusahaan yang mampu berkembang adalah perusahaan yang mampu memberdayakan manusia di balik bisnisnya. Ketika karyawan merasa sehat, terlindungi, dan siap menghadapi perubahan, mereka tidak hanya menjadi lebih produktif, tetapi juga lebih resilien. Itulah fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan," tutup Edhi Tjahja Negara.

Rekomendasi