Insiden KRL Dilempar Batu di Tanjung Priok, KAI Commuter Buka Suara

KRL dilempar batu di lintas Tanjung Priok–Kampung Bandan. KAI Commuter membeberkan waktu kejadian, kerusakan, dan dampaknya pada perjalanan.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya- Reporter
Insiden KRL Dilempar Batu di Tanjung Priok, KAI Commuter Buka Suara
Sebanyak 29 unit rangkaian kereta rel listrik (KRL) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan berhenti beroperasi periode 2023-2024, berpotensi menganggu layanan transportasi publik di masyarakat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dilempar batu oleh orang tidak dikenal saat melintas di lintas Tanjung Priok–Kampung Bandan, Jakarta, Minggu (1/11/2026) pagi. Akibat insiden itu, dua kaca jendela pada rangkaian pecah.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan kejadian terjadi pada pagi hari serta merusak kaca di salah satu kereta. Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan.

"Kejadian vandalisme tersebut terjadi pada Minggu, (1/11) sekitar pukul 06.25 WIB pada lintas Tanjung Priok – Kampung Bandan yang menyebabkan dua kaca jendela pada kereta ke-5 pecah," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, Minggu (1/11/2026).

Di area pelemparan, Karina menyebut ada kerumunan warga di sekitar jalur rel. Perjalanan Commuter Line Tanjung Priok sempat tertahan sebelum melintas kembali di titik tersebut.

"Imbas kejadian tersebut sebanyak tiga perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan masing-masing hingga 19 menit," ujarnya.

KAI Commuter memastikan layanan kembali normal. Pada pukul 08.48 WIB, perjalanan Commuter Line tujuan Stasiun Jakarta Kota diberangkatkan kembali dari Stasiun Tanjung Priok.

Perusahaan mengimbau pengguna mengikuti arahan petugas di lapangan. Informasi operasional terbaru dapat diakses melalui aplikasi C-Access dan media sosial resmi KAI Commuter.

Rekomendasi