Mendikdasmen Sebut MBG Bisa Tingkatkan Kehadiran Siswa, Ini Alasannya

Abdul Mu'ti menilai Makan Bergizi Gratis ikut mendongkrak kehadiran dan membentuk karakter siswa. Disampaikan saat kerja sama BGN–Kemendikdasmen.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta- Reporter
Mendikdasmen Sebut MBG Bisa Tingkatkan Kehadiran Siswa, Ini Alasannya
Wawancara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu'ti dalam program Bincang Liputan6 bersama Pemimpin Redaksi Titis Widyatmoko. (Ist)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tidak hanya memenuhi asupan gizi, tetapi juga mendorong peningkatan kehadiran peserta didik.

Penilaian itu ia sampaikan dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Informasi pernyataan tersebut dikutip dari Antara pada Minggu (1/11/2026).

"Ada banyak penelitian Pak, kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi," kata Abdul Mu'ti, dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2026).

Ia mengibaratkan daya tarik program ini seperti kegiatan Jumat Berkah di masjid yang membuat masyarakat datang untuk mendapatkan makanan, namun pelaksanaan MBG berlangsung setiap hari sekolah.

"Itu saya kira mirip dengan banyak hadir ke masjid karena ada Jumat Berkah, kira-kira begitu. Tapi ini tiap hari, tidak setiap hari Jumat," ujar Abdul Mu'ti.

Menurutnya, manfaat MBG di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan gizi. Program ini juga diproyeksikan dapat mendukung semangat belajar siswa dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Selain mendorong kehadiran, Abdul Mu'ti menilai MBG bisa menjadi sarana penanaman pendidikan karakter sejak dini. Praktik harian di sekolah dapat diarahkan untuk membentuk kebiasaan positif, seperti mengantre tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menghargai makanan yang disajikan.

"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antre, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujarnya.

Ia menambahkan, pendataan penerima di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Mekanisme itu terus disempurnakan agar penerima manfaat merupakan siswa yang resmi terdata.

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," bebernya.

Di sisi lain, Kepala BGN Sudaryono mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen terhadap pelaksanaan MBG di satuan pendidikan.

"Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri," ucapnya.

Dukungan dimaksud mencakup penyediaan fasilitas pendukung di sekolah, antara lain pembangunan wastafel, pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG, serta penguatan edukasi gizi melalui kurikulum.

Rekomendasi