Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membuka peluang peningkatan hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada 2027.
Pemerintah memastikan besaran uang pembinaan bagi peraih medali OSN 2026 tetap diberikan sesuai ketentuan, meski sebelumnya sempat menjadi sorotan karena nominalnya disebut mengalami penurunan.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menutup sekaligus menganugerahkan penghargaan kepada para peraih medali OSN Jenjang Pendidikan Menengah 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur dikutip Selasa (22/9/2026).
”Mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kita perbaiki dan hadiahnya kita tingkatkan lagi,” kata Mu’ti.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah nominal uang pembinaan OSN menjadi perhatian publik. Mu’ti mengatakan pemerintah tetap memberikan penghargaan kepada para siswa yang berhasil meraih prestasi dalam ajang tersebut.
"Pemerintah juga menyatakan tengah mencari skema pembiayaan agar penghargaan kepada para talenta sains tersebut dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya," ujarnya.
Untuk jenjang SD, MI, dan sederajat, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan Rp 15 juta. Peraih medali perak memperoleh Rp 10 juta, sedangkan peraih medali perunggu mendapatkan Rp 5 juta.
Besaran yang sama berlaku bagi peraih medali OSN jenjang SMP, MTs, dan sederajat. Peraih medali emas mendapatkan Rp 15 juta, perak Rp 10 juta, dan perunggu Rp 5 juta.
Sementara itu, penghargaan untuk jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat lebih besar. Peraih medali emas memperoleh Rp 25 juta, perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 15 juta. Besaran tersebut berlaku untuk sembilan bidang yang dipertandingkan pada OSN jenjang pendidikan menengah.
”Medali emas Rp25 juta, medali perak Rp20 juta, medali perunggu Rp15 juta,” ujar Mu’ti.
Advertisement
Pembinaan Talenta
OSN 2026 jenjang pendidikan menengah diikuti 566 talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.
Dari 566 finalis tersebut, 45 peserta meraih medali emas, 90 peserta meraih medali perak, dan 135 peserta memperoleh medali perunggu.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di tingkat nasional. Para peserta berasal dari berbagai daerah dan telah melewati rangkaian seleksi hingga mencapai tingkat nasional.
Mu’ti menambahkan, tingginya partisipasi menunjukkan OSN tidak sekadar menjadi ajang kompetisi akademik.
Menurut dia, OSN juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menemukan dan membina talenta dengan kemampuan sains sejak usia sekolah.
"Pemerintah juga menekankan bahwa penghargaan OSN tidak berhenti pada medali dan uang pembinaan. Para peraih medali memiliki peluang untuk mengikuti pembinaan talenta dan seleksi menuju kompetisi sains internasional," tambahnya.
Kemendikdasmen menyebut para peserta berprestasi juga dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan di Pelatnas, program pengembangan talenta, beasiswa, hingga peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.