Ketika Konser Andrea Bocelli di Borobudur Diiringi Aksi Penolakan

Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur berlangsung bersamaan dengan aksi penolakan. Polda Jateng menilai situasi tetap kondusif. Ini penjelasannya.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono- Reporter
Ketika Konser Andrea Bocelli di Borobudur Diiringi Aksi Penolakan
Konser Andrea Bocelli di Borobudur

Konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026) malam, berlangsung bersamaan dengan aksi penolakan di luar area. Polda Jawa Tengah menilai keseluruhan kegiatan berjalan kondusif.

Kepolisian Daerah (Polda) Jateng menyebut situasi aman pada dua agenda yang berbeda tersebut mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menghormati perbedaan pandangan, menjaga toleransi, dan memberi ruang bagi setiap pihak untuk menjalankan haknya.

Konser bertajuk Andrea Bocelli – Romanza 30th Anniversary World Tour menghadirkan panggung megah berpadu permainan cahaya warna-warni dengan latar Candi Borobudur, disaksikan ribuan penonton.

Dalam penampilannya, Bocelli membawakan sejumlah lagu dari album Romanza serta karya-karya populernya yang mengantarkan namanya mendunia. Suara khas penyanyi tenor berusia 68 tahun berpadu dengan tata panggung, menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan penonton.

Antusiasme hadir tidak hanya dari Magelang dan sekitarnya. Penggemar dari luar Pulau Jawa hingga mancanegara turut datang. Arifin, misalnya, sengaja terbang dari Medan dan menginap di Yogyakarta sehari sebelum pertunjukan.

"Saya datang jauh-jauh dari Medan, karena memang suka dengan suara Andrea Bocelli. Dan yang membuat saya senang, konser ini digelar di Candi Borobudur yang tentu menjadi kebanggaan Indonesia," ujar Arifin.

Pertunjukan dipungkasi dengan penerbangan ribuan lampion ke langit di atas candi. Konser di Borobudur ini merupakan bagian dari tur dunia Andrea Bocelli memperingati 30 tahun album Romanza, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya karena turut memperkenalkan musik klasik dan opera kepada khalayak luas.

Usai tampil di Magelang, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan rangkaian tur dengan konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Di luar arena, kelompok masyarakat menggelar aksi menolak pagelaran konser. Mereka menyoroti rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel. Para peserta membawa poster dan spanduk penolakan serta menyuarakan solidaritas bagi masyarakat Palestina.

Dalam sejumlah rekaman yang beredar di media sosial, terlihat sekelompok peserta aksi melakukan konvoi menggunakan sepeda motor Yamaha RX-King melintasi persimpangan di wilayah Salaman, Kabupaten Magelang. Demonstrasi terkait konser di kawasan Borobudur ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, ratusan orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Peduli Palestina berunjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). Sekira 200 peserta mendesak izin penyelenggaraan konser dicabut, mengenakan pakaian putih dan hitam, serta membawa bendera Palestina dan poster penolakan.

Ketua Aqsa Working Group Biro Jawa Tengah, Reza Subasir, menyebut aksi dilakukan karena konser tetap direncanakan meski mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Massa meminta Polda Jawa Tengah mendorong pemerintah mencabut izin penyelenggaraan konser.

MUI sebelumnya juga menyampaikan sikap penolakan. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan langkah itu merupakan bagian dari komitmen MUI dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Menanggapi jalannya dua kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menjaga situasi keamanan dan ketertiban di kawasan Borobudur.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif," ujar Yuliyanto di Magelang.

Ia menambahkan Polda Jateng memahami setiap orang memiliki pandangan dan kepentingan berbeda.

"Namun, hari ini masyarakat telah menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat disikapi dengan saling menghormati tanpa harus mengganggu hak maupun aktivitas orang lain," terang Yuliyanto.

Yuliyanto juga mengapresiasi peserta penyampaian aspirasi yang tertib, serta pengunjung dan wisatawan yang mengikuti arahan petugas selama kegiatan. Menurut dia, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang harus dihormati, begitu pula hak pengunjung menikmati kegiatan wisata dan warga sekitar untuk beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Ia menilai keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan kesiapan personel kepolisian, melainkan juga dukungan TNI, pemerintah daerah, pengelola kawasan Candi Borobudur, penyelenggara konser hingga masyarakat. Selama kegiatan, personel gabungan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif serta komunikasi dialogis untuk memastikan seluruh pihak mendapat perlindungan dan dapat beraktivitas tanpa gangguan.

"Kehadiran Polri bukan untuk membatasi masyarakat dalam menjalankan haknya, melainkan memastikan setiap orang mendapatkan perlindungan dan dapat beraktivitas dengan aman," tegasnya.

Yuliyanto mengajak masyarakat menjaga toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan.

"Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjauhkan kita sebagai sesama anak bangsa. Mari terus menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama memelihara kondusivitas kamtibmas. Polda Jateng berkomitmen untuk selalu hadir melindungi hak dan keselamatan seluruh masyarakat," pungkasnya.
Rekomendasi