Menabung untuk masa tua memang menjadi fondasi utama dalam perencanaan finansial. Sebagian besar orang biasanya sudah memiliki gambaran kasar mengenai biaya hidup harian yang perlu disiapkan setelah tidak lagi bekerja secara aktif atau ketika masa pensiun.
Namun, kenyataan di lapangan sering kali tak seindah skenario di atas kertas. Ada beragam pengeluaran tersembunyi yang merayap perlahan dan berpotensi menguras tabungan pensiun jika tidak diantisipasi sejak dini dengan cermat.
Dikutip dari The Week, Sabtu (22/8), berikut empat biaya masa pensiun yang sering luput dari perhitungan dan wajib Anda waspadai:
Advertisement
1. Biaya Perawatan Kesehatan Mandiri
Sebagian besar orang memahami bahwa risiko kesehatan meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, yang sering terlewat adalah seberapa cepat biaya medis melonjak dan seberapa besar dana yang harus dibayar dari kantong sendiri.
Setelah pensiun, Anda tetap harus menanggung iuran asuransi, selisih biaya pengobatan yang tidak dijangkau asuransi, hingga layanan perawatan gigi, mata, dan pendengaran. Selain itu, biaya perawatan jangka panjang atau rehabilitasi pascaoperasi juga berpotensi membengkak serta mengganggu stabilitas keuangan jika tidak diantisipasi.
Advertisement
2. Beban Pajak yang Tetap Berjalan
Memasuki masa pensiun bukan berarti Anda bebas dari kewajiban pajak. Saat masih bekerja, pajak dipotong langsung dari gaji. Namun saat pensiun, alur perpajakan bergeser ke sumber pendapatan baru.
Menurut Citizens Bank, penarikan dana dari rekening pensiun tetap dikategorikan sebagai penghasilan kena pajak. Bergantung pada total pendapatan. Beban ini masih ditambah dengan pajak dari hasil investasi, dana pensiun, serta pajak properti jika Anda memiliki rumah.
Advertisement
3. Kenaikan Iuran Asuransi
Meski Anda sudah memasukkan anggaran asuransi rumah dan kendaraan ke dalam perencanaan pensiun, nominal tersebut dapat membengkak akibat laju kenaikan iuran.
Analisis LendingTree pada Juli 2025 yang dikutip AARP mencatat bahwa saat inflasi umum berada di angka 2–3 persen, tarif asuransi rumah justru melonjak 11 persen pada 2023 dan 11,4 persen pada 2024. Bahkan, data pemerintah federal menunjukkan iuran asuransi kendaraan meningkat dua hingga tiga kali lipat melebihi tingkat inflasi umum sepanjang 2025.
Advertisement
4. Lonjakan Inflasi Jangka Panjang
Menurut Kiplinger, para pensiunan kerap menyebut inflasi sebagai salah satu pengeluaran tersembunyi yang paling mengejutkan. Inflasi perlahan mengikis daya beli untuk berbagai kebutuhan pokok, mulai dari bahan makanan hingga tempat tinggal.
Citizens Bank mencatat, meski memakai rata-rata historis moderat sebesar 3 persen per tahun, biaya kebutuhan hidup dapat melonjak lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu pensiun selama 25 tahun.